vascript'/>
2018, The Year of Amazing Grace..

Thursday, August 09, 2018

Pilpres 2019, TOLAK politik uang

Kinerja DPR dinilai bobrok, dianggap tak ada guna dan berulang-ulang kali dituntut mundur oleh rakyat itu sendiri. Korupsi merajalela, nepotisme berkembang dimana-mana. Hal itu dianggap menular persis ke DPRD Tk. I dan II.

Rakyat bukan tanpa alasan, dari tahun ke tahun DPR dianggap sebagai salah satu lembaga di negeri beta yang memiliki kinerja terburuk brdasarkan survey tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga pemerintah.

Mengapa DPR begitu "buruk rupa", apa gerangan sebab?

Mungkin ada banyak faktor. Bisa jadi karena kegagalan partai "memproduksi" kader yang bersih dan jujur, bisa karena karakter nafsu ingin jadi kaya dan terkenal dan....

Yang pasti salah satu sebab adalah MAHALNYA biaya politik ketika seseorang "berjuang" menapaki jalan panjang pencalonan legislatif. Bukan hal asing di telinga masyarakat tentang "mahar politik", artinya jika ingin jadi caleg di bawah bendera tertentu, maka siapkan setoran setebal mungkin sebagai "biaya administrasi", hehe.

Kalau berhenti disitu mungkin tidak terlalu pusing, ongkos yang lebih besar justru adalah biaya untuk mempengaruhi dan memastikan orang per orang menjatuhkan pilihan pada yang bersangkutan. Maka mau tidak mau harus memainkan serangan "panjar" dan dilanjutkan serangan "fajar".

Sudah? Tunggu dulu, siapkan lagi setebal mungkin untuk biaya pembentukan tim kampanye, uang kopi relawan, biaya diplomasi makan siang dengan tokoh-tokoh dan beragam maccam ongkos politik lainnya.

Kalau ongkos politik menuju kursi legislatif sudah begitu banyak dan memusingkan (kabarnya ada yang siteres dan situruk): Anda masih yakin mereka memikirkan rakyat? Apalagi janji-janji manis berkorban untuk negara? Ho ho ho. 

Balik modal, pastilah jadi prioritas utama. Kedua, "laporan rutin" kepada partai. Ketiga biaya hidup high class style dong, anggota dewan terhormat toh?

Jadi bagaimana?

Terus terang dimana saja saya diskusi tentang politik uang khususnya tentang serangan fajar jelang pencoblosan, masyarakat telah pesimis dan menggapnya tidak lagi mungkin bisa berubah, karena sudah lama terjadi dan dimana-mana juga begitu. Jadi menghilangkan politik uang itu sama saja menabrak tembok tanpa alat.

Tetapi saran saya, tembok itu harus dirubuhkan. Khususnya bagi anak-anak muda, sebelum terkontaminasi harus sedari sekarang membuat komitmen menolak politik uang. Itu jelas dilarang oleh Undang-Undang.

Masih adakah harapan? Masih, masa depan negara kita masih panjang. Kita masih muda, mimpi demokrasi bersih masih realistis untuk kita gapai bersama di masa depan. Jangan kebanyakan berdoa bagi kebaikan bangsa tetapi enggan berbuat nyata di lapangan.

Menerima apalagi membagikan uang dalam rangka mempengaruhi pemilih adalah tindakan yang 100% MERUSAK BANGSA. Itu jahat. Apa pun "kedoknya".

Salam
#AG

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)