Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Friday, August 16, 2013

SERMON: Identitas Gereja Mula-mula. Mengapa Hilang??

Roma 10: 14:
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?  Bagainana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia.  Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya

Pemirsa.....hehe.  Saya suka menambahkan ayat di atas begini: Bagaimana mereka memberitakan tentang Dia kalau mereka TIDAK MENGERTI Firman tentang Dia???  Bahkan sering pula saya tambahkan: Bagaimana mereka MENGERTI kalau mereka tidakn belajar? Dan dimana mereka belajar kalau bukan dari Gereja?


Coba kita bayangkan ilustrasi ini, seorang dari agama lain atau seseorang yang tidak belum pernah mendengar tentang Yesus datang kepada kita.  Dia berkata: Saya ingin sekali menjadi seorang Kristen, Saya ingin megerti tentang keselamatan yang sempurna.  Dengar-dengar Tuhan kita itu Tiga tapi Satu atau Tritunggal. Tolonglah, saya ingin sekali mengerti ajaran Kristen dan saya ingin menjadi Kriten.  Tetapi karena kita pun linglung atau tidak paham tentang Tritunggal maka sudah pasti kita tidak bisa menjelaskan.  Dan gagallah satu jiwa mengenal Kritus lantaran satu hal:  Kita tidak pernah atau jarang MEMPERDALAM Ajaran Kristen Itu sendiri.

Rekan-rekans, Sermon adalah gaya atau Identitas Gereja Perjanjian Baru atau kita sebut gereja mula-mula.  Bila kita membaca Kisah 2:42 bagaimana mereka tekun berkumpul setiap hari dan mendapat pengejaran akan Injil dari rasul-rasul.  Home Church, dari rumah ke rumah para rasul dan emaat mula-mula mengadakan persekutuan sambil tekun belajar dan mengajar tentang Yesus dan Keselematan.

Itu pula menjadi identitas gereja Pentakosta mula-mula.  Pendiri gereja ini melakukan penginjilan dengan konsep Home Church dan mengadakan sermon dalam setiap pertemuan persekutuan.  Sermon inilah sebagai "Sekolah Teologi" para murid-murid pendahulu kita kala itu, sebab kala itu belum ada sekolah Teologia.  


Kalau kita mau jujur, Sermon atau istilah modern kita sebut Pendalaman Alkitab telah langka di gereja-gereja masa kini.  Padahal betapa pentingnya Sermon ini untuk membekali jemaat dan generasi muda kita untuk memahami dasar-dasar dan pundasi iman yang mereka anut.  Bila jemaat dan generasi muda masa kini tidak kita bekali dengan Pendalaman Alkitab yang memadai, maka kemungkinan yang terjadi bukan hanya mereka gagal menginjili orang lain, malah kemungkinan mereka sendiri yang akan ditarik dan berpibdah keyakinan.

Betapa menyedihkan bila hal itu sampai terjadi.  Bukan kita saja yang sedih, tetapi beribu-ribu malaikat di Sorga juga bakal menangis.  Sebaliknya bila satu orang berdosa menerima keselamatan yang sejati, beribu-ribu malaikat akan bersorak mengguncang Sorga.

Karenanya, marilah kita galakkan kembali Sermon atau Pendalaman Alkitab ini.  Banyak bahkan terlalu banyak hal yang bisa dijadikan topik Pendalaman Alkitab.  Bisa muncul dari Jemaat atau Gen Muda, bisa juga inisiatif dari Hamba Tuhan.  Selain bermanfaat untuk menambah wawasan dan modal pengetahuan jemaat, hal ini pun akan memacu Hamba Tuhan untuk belajar lebih banyak lagi.  Jangan pula jemaat jadi lebih paham Alkitab dibandingkan Hamba Tuhan.

Mari ber-Sermon atau ber-PA.  Niscaya gereja kita akan kuat dalam hal Pemahaman Alkitab.

Tuhan Memberkati.  Haleluya



No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)