vascript'/>
"..Amazing Grace..": Kut'rima Janji Allah dari Kaum Yehuda

Rabu, Februari 02, 2011

Betapa Pentingnya Merawat Pluralisme


“..Dalam ilmu sosial, pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. Pluralisme juga dapat dikatakan salah satu ciri khas masyarakat modern dan kelompok sosial yang paling penting, dan mungkin merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, masyarakat dan perkembangan ekonomi..” (Ensiklopedia).

Selasa, Januari 18, 2011

MENGUSIR DRAKULA DENGAN UMPAN DARAH, MUNGKINKAH?


(Kritik Terhadap Wacana Pemerintah Mengebalkan KPU dari Godaan Uang dengan cara Menaikkan Gaji)

Mengawali tulisan ini saya mengutip secuil Ayat dari Kitab Suci Kristiani dalam 1 Tim 6: 10 berbunyi: “…Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka…”

Rabu, Januari 05, 2011

I'm 27 Years Old..


Ajar aku Bapa menghitung hari-hari. Agar aku beroleh hati bijaksana.. Terima kasih Tuhan untuk anugerah-Mu yang masih mempercayakan nafas kehidupan, kesehatan, ruang dan waktu bagiku untuk hidup di dunia ini.
Ajari aku turut kehendak-Mu. Sebab rencanamu akan indah dalah hidupku, dan aku akan Engkau pakai menjadi alat-Mu.

Jumat, Desember 17, 2010

HP, Pengikis Etika dan Moral kita


Tulisan saya di Koran Analisa Medan, 16 Desember 2010. http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=79222:handphone-pengikis-etika-dan-moral-kita&catid=78:umum&Itemid=131

Teknologi selalu mem punyai dua sisi. Ya.. begitulah faktanya. Artinya kehadiran sebuah produk teknologi sejak jaman dahulu kala selalu mempunyai dua dampak terhadap kehidupan manusia.

Kamis, November 25, 2010

Sumiati CS Lunglai, Pemerintah dan BNP2TKI Linglung


Mengejutkan untuk mendengar dan membayangkan!!! Enam tahun sudah UU NO 39 Tahun 2004 Tentang Ketenagakerjaan Indonesia ke Luar Negeri disahkan oleh DPR, namun sampai sekarang belum keluar Peraturan Pemerintah sebagai acuan dan atau petunjuk pelaksanaan dari Undang-Undang yang sangat urgent tersebut. Nyatanya, ketika terjadi permasalahan yang melilit Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri pemrintah seakan abai dan menutup mata.

Kamis, November 18, 2010

RAMAI-RAMAI EKSODUS KE “BUNGKER BIRU”


Tuhan pasti telah mempertimbangkan, amal dan dosa yang kita perbuat…. Begitu petikan lagu dari bang Ebiet G Ade, sang penyanyi dan pencipta lagu yang sohor dan kukagumi itu. Kalimat kritis nan puitis itu adalah jawaban dari bait sebelumnya, juga dari lagu tersebut. Sebelumnya bang Ebiet meratapi kondisi negeri ini dengan berkata: Memang bila kita kaji lebih dalam, di tengah ke galauan, masih ada tangan-tangan yang tega berbuat nista,,,huooo..hooo….

Rabu, November 03, 2010

Senandung "Arirang", secercah harapan pemersatu Korea



Arirang Versi Batak

Arirang………. Kata ini otomatis menghantarkan ingatan saya untuk sejenak kembali pada pengalaman hidup masa lalu. Yaitu ketika masih di sekolahan. Karena arirang bukanlah sebuah nama yang hanya sekedar saya kenal, tetapi arirang bahkan menjadi jembatan bagiku untuk lolos dari ujian waktu dan keadaan untuk menggapai banyak hal kala itu, utamanya ujian keuangan. Sebab dengan arirang, biaya sekolahku sangat terbantu.

Senin, November 01, 2010

Plesiran ke LN, Penyakit DPR Hanya Kambuh...


Jelas sekali saya tak heran. Tak heran jika ditengah kepedihan dan terjangan badai yang menghujam bangsa ini, para anggota Dewan Perusak Rakyat tetap memilih ngotot plesiran ke luar negeri. Sebab itu bukan penyakit baru. Penyakit DPR menyakiti budaknya (rakyat) bukan hal yang baru. Itu sebabnya saya katakan, penyakit ini hanya Kambuh saja. Bukan diagnose penyakit baru.

Hanya saja DPR kali ini makin mati rasa pula.
Sekaligus makin terlihat kepintaran dan kelicikan. Bila kita melirik ke belakang sedikit, dalam kasus Situ Gintung tahun lalu, yang kebetulan menjelang Pemilu, bendera Partai Politik berebut tempat tancapannya di reruntuhan Situ Gintung. Supaya para sukarelawan palsu ini seolah ikhlas menolong sengsara korban.

Malang nasib Mentawai dan warga gunung Merapi. Mereka jauh lebih bernasib sial di banding warga situ Gintung. Kepedihan yang terjadi tidak sedang dalam Pemilu. Sehingga para actor “penolong palsu” Situ gintung, tak punya alasan untuk menancap bendera partai masing-masing di Mentawai maupun di sekitaran merapi.

Itu sebabnya tanpa perlu mengintip kiri dan kanan, mereka tetap saja memilih plesiran. Anehnya, make up juru bicara parpol pun makin manis saja ber lip service. Mereka menggemborkan di media bahwa partai A melarang anggotanya plesiran ke luar negeri. Hahahahhaha.. Faktanya????

Sudahlah, sebenarnya muak untuk membahas penyakit DPR kita ini. Hanya saja ketika rakyat Indonesia begita beringas menghujat para anggota Dewan Perusak Rakyat karena tingkahnya, saya serasa perlu meluruskan sedikit. Kasihan rakyat yang sebelumnya tidak tahu “aslinya” para anggota DPR yan gdulu dipuja dan dipilihnya.

Jadi saya hanya mau mengatakan, penyakit ini bukan penyakit baru wahai anak negeri. Dewan Perwakilan Rakyat hanya sedang Kambuh Penyakitnya.

Rabu, Oktober 27, 2010

Selamat Ber (ULAH) Tahun PLN


Sekitar dua bulan lalu, informasi resmi dari PLN terbacaku bahwa ada lomba Karya Tulis yang disponsori oleh Perusahaan yang kini hanya 25% milik Negara ini. Kegiatan ini adalah salah satu dari sekian dalam rangka peringatan hari jadi Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2010. Tentu saja Lomba Karya tulis ini diimingi hadiah yang tak kalah menarik. Dan sudah pasti pula banyak yang berminat untuk menjadi calon pemenang. Tak terkecuali saya sendiri.

Kamis, Oktober 07, 2010

Tung Malo Sibolis i/Iblis Pintar


Iblis atau istilah lain Setan adalah pendakwa. Mendakwa umat manusia terutama di hadapan Tuhan. Baik di bumi maupun di Sorga kelak. Iblis sangat bernafsu untuk merusak kehudupan dan hubungan manusi dengan Tuhan,sehingga kelak ada dasar dakwaan. Meski Iblis sebenarnya tahu betul, bahwa dosa manusia sudah beres ditebus oleh Yesus lewat kematiannya, tapi iblis begitu liciknya memanfaatkan independensi manusia pasca kematian Yesus.

Iblis begitu pintar dan licik serta mahir
untuk mengungkit masa-masa suram manusia, mengungkit pengalaman-pengalaman pahit (akar pahit) seseorang. Supaya dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia itu sendiri memberontak kepada Tuhan, dan dalam hubungan dengan sesama, timbul kebencian yang mendalam.
Iblis juga begitu pintar memasarkan produknya. Nampaknya Iblis juga menguasai segmen pasar dalam dunia bisnis. Iblis tau bahwa produk terbaiknya abad ini adalah memasarkan serum-serum pengungkit akar pahit dan kebencian masa lalu. Memang begitulah kondisi social dan mental manusia abad ini.

Kondisi ini tentu menjadi lahan subur bagi si Iblis untuk menyuntikkan serum-serum ganasnya. Sebab bila masa-masa pahit terungkit, masa-masa sukar terngiang kembali, maka gagal lah manusia itu mengimplementasikan kasih, gagallah manusia itu mengalami pemulihan total, batallah manusia itu mengalami rekonsiliasi dan gagallah manusia mengalami restorasi hidup.
Dasar Iblis…