vascript'/>
"..Amazing Grace..": Kut'rima Janji Allah dari Kaum Yehuda

Selasa, Januari 27, 2026

LALU IA MENYADARI...

Lukas 15:17a "..Lalu Ia menyadari keadaannya.."
Pemirsa, penggalan ayat ini adalah tentang kisah Anak bungsu yang hilang, yang kronologinya diawali saat dia meminta hak warisannya kepada bapanya, lalu pergi jauh menghabiskan bahkan memboroskan harta miliknya.

Kemudian ia menjadi melarat dan kelaparan, bahkan hendak menikmati ampas makanan babi pun tidak diperbolehkan oleh majikannya. Di puncak kemelaratannya, Alkitab mencatat LALU IA MENYADARI KEADAANNYA.

Selanjutnya tentu kita tahu bahwa KESADARAN ini menjadi titik balik si anak bungsu ini. Setelah SADAR maka dia bangkit dan pergi kembali kepada bapanya (Ayat 20). Dan kita tahu pula bagaimana sukacita besar terjadi di rumah bapanya saat dia tiba di kampung halaman, karena bapanya melakukan penyambutan yang luar biasa.

Pemirsa, kisah ini kiranya menjadi sebuah permenungan dan motivasi bagi kita. Renungan ini tidak hanya tentang sebuah kesadaran setelah kita mengalami kejatuhan besar atau dosa yang mengerikan maupun kejahatan besar yang kita lakukan, tetapi termasuk pada kesalahan dan kelalaian kecil yang mungkin selama ini kita anggap remeh, padahal penting.

Apalagi saat ini masih momen awal tahun 2026
, ada baiknya kita jadikan ayat ini sebagai pendorong untuk melakukan pembenahan-pembenahan dalam kehidupan kita, termasuk hal-hal yang sepele yang selama ini kita biarkan, dan diawali dengan KESADARAN.

Katatkanlah selama ini kita suka terlambat ke kantor, sekolah termasuk terlambat bangun, mari kita sadar lalu mengubahnya. Mungkin selama ini cuek, mari sadar dan mulai mencoba ramah kepada orang.  Selama ini kita terlalu banyak bicara, mari sadar dan lebih banyak mendengar.

Selama ini kita selesai mandi tidak merapikan sabun, gosok gigi dan handuk, ayo di tahun 2026 kita sadar dan mulai berbenah. Selama ini kita bangun tidak merapikan tempat tidutr, selimut dan bantal, mari di awal tahun ini kita perbaiki.

Jadi ada banyak hal-hal kecil yang kalau saat ini kita mulai MENYADARI dan memperbaikinya, akan berdampak sangat signifikan bagi hidup kita di masa hadapan.

Demikian halnya urusan kerohanian kita, waktunya kita mulai SADAR kelalaian, ketertinggalan, kemalasan, dan sikap kita selama ini. Mari kita cicil sedikit demi sedikit mulai dari sekarang. Yang selama ini kita malas berdoa, sadarlah betapa pentingnya kita berdoa setiap hari.

Selama ini kita malas beribadah, sadarlah karena sepatutnya lah semua ciptaan yang selama ini ditolong, diberkati dan dilindungi Tuhan untuk beribadah merendahkan diri.

Mari kita SADAR
, dan kita kembalikan kehidupan kita pada posisi yang semestinya. Itulah makna dari renungan awal tahun ini.

Salam
#AG

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)