Selamat Tahun Baru 2026, mari melangkah bersama dengan Tuhan. Lebih dekat lagi, lebih erat lagi, lebih intim lagi dengan Tuhan. Ibarat kita adalah kendaraan yang sedang menempuh suatu rute, pelat kita adalah BB 2026 BT (Benar-Benar 2026 Bersama Tuhan).
Kisah perjalanan Bangsa Israel menyeberangi Sungai Jordan dipimpin oleh pemimpin baru Yosua yang bertetapan dilakukan juga pada TAHUN BARU (Nisan) dapat menjadi pelajaran penting bagi kita. (Yosua 4:19).
- Tabut Tuhan di depan
Pertama, Dalam Yosua 3:1-3 diperintahkan oleh Yosua agar bangsa itu berjalan menuju tepi Sungai Jordan dengan didahului oleh Tabut Perjanjian yang diangkut oleh orang Lewi. Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel. Tabut Perjanjian itu sendiri berisi 3 benda yakni:
1. Dua Loh Batu yang berisi Hukum Taurat;
2. Buli-buli emas berisi manna; dana
3. Tongkat Harum yang bertunas.
Dari ayat ini kita diingatkan agar dalam melakukan seluruh bagian kehidupan kita di tahun 2026 agar benar-benar mendahulukan dan mengikuti pimpinan Tuhan, sebagaimana Tabut Perjanjian yang diposisikan di depan bangsa itu.
- Berjarak 900 meter
Kedua, Dalam Yosua 3:4 dikatakan bahwa harus ada jarak antara Tabut Perjanjian dengan posisi orang Israel yang mengikuti di depan yakni sekitar 2.000 (dua ribu) hasta. Berdasarkan referensi yang saya cari, 1 hasta itu kurang lebih 45 cm. Berarti bangsa itu berjarak sekitar 900 meter dari Tabut Perjanjian.
Lalu apa tujuannya, masih di Yosua 3:4 disebutkan maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu. Dari Ayat ini kita dapat pelajaran bahwa kita harus memposisikan diri di belakang dan jangan sebaliknya menyamai pikiran atau mendahului/melewati pikiran Tuhan. Kita harus menyadari bahwa kita tidak tau apa yang ada di depan, sejauh mana perjalanan, bagaimana keadaan di masa hadapan. Yang tahu adalah Tuhan dan jangan kita mencoba atau merasa bisa menyamai atau melewati kuasa, kemampuan dan pengetahuan Tuhan akan masa depan kita.
- Tabut Tuhan Tetap di Dasar Sungai
Ketiga, Dalam Yosua 3:17 dijelaskan bahwa selama proses bangsa itu (yang diperkirakan 1 hari) menyeberangi Sungai Jordan maka disebutkan para imam dan tabut perjanjian tetap berada di tengah2 sungai Jordan sampai selesai seluruh bangsa itu menyeberang.
Apa makna yang kita dapat dari hal ini? Pada saat kita memasuki proses tersulit dalam kehidupan kita, bila kita benar-benar mengikuti cara Tuhan, maka Dia tetat berada disamping kita untuk menguatkan, menopang, menemari, melindungi, mengiringi hingga seluruh proses perjalanan kehidupan kita, terutama masa-masa sulit kita berakhir dengan kemenangan. Sama seperti para lewi dan tabut perjanjian (yang merupakan lambang kehadiran Tuhan), tetap mengkawal seluruh bangsa itu dalam proses menyeberangi sungai Jordan.
Demikianlah kiranya kita sekalian, dalam memulai-melanjutkan-mengkahiri perjalanan kehidupan kita (DI SEGALA BIDANG) di Tahun 2025 mari kita lakukan lebih dekat, lebih eratk, lebih intim melibatkan Tuhan. Sehingga penyertaan Tuhan bagi Yosua dan Bangsa Israel dalam menyebrangi Sungai Jordan (YANG KETEPATAN JUGA DI TAHUN BARU) dapat juga dinyatakan bagi kita.
Salam
#AG




























Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)