vascript'/>
2018, The Year of Amazing Grace..

Tuesday, December 12, 2017

Golkar masih digenggam ARB?

sumber: google
Golkar adalah partai pendukung "utama" Pasangan Prabowo-Hatta Rajasa pada pilpres panas tahun 2014. Oleh sebab itulah banyak yang heran dan tercengang ketika belakangan Golkar justru mendukung Pemerintahan Presiden Jokowi bahkan katanya siap memenangkan kembali Jokowi pada Pilpres tahun 2019 mendatang.

Wajar bila mengejutkan banyak pihak. Alasan utama adalah bahwa "perpisahan" Golkar dengan Prabowo dkk sama sekali tidak disebabkan persoalan atau riak yang logis memciptakan perpisahan. Tentu wajar jadi pertanyaan, bagaimana bisa teman dekat nan lengket serta punya "musuh berat" yang sama bisa tiba-tiba bersebarangan di tengah jalan? Ah, ada-ada saja.

sumber: www.detik.com
Ketika terjadi pergantian Nahkoda di Golkar, dari Ketum sebelumnya Aburizal Bakrrie beralih kepada Setya Novanto, Golkar tiba-tiba mendeklarasikan dukungan pada Pemerintahan Jokowi tanpa ada kabar keretakan dengan Prabowo dkk. Tetapi jangan lupa, bahwa Golkar memiliki struktur baru dengan adanya Dewan Pembina Golkar dengan kedudukan yang kuat karena DPP harus berkonsultasi dengan Wanbin dalam mengambil keputusan strategis.

Bukankah ini artinya bahwa Dewan Pembina yang ketuanya adalah ARB masih menggenggam Golkar?

Bukti terbaru adalah ketika Setya Novanto kemarin menyampaikan pengunduran diri sebagai Ketua DPR sekaligus menunjuk Aziz Syamsudin sebagai penggantinya, ARB disebutkan merestuinya. Bahkan ARB turut menyurati DPR terkait hal itu.

sumber: google.com
Siapa Aziz Syamsudin? Saya tidak tahu banyak. Satu-satunya yang paling saya ingat tentang Politikus Golkar ini adalah: Ketika beberapa tahun lalu ARB "digoyang" kasus video jalan-jalan bersama artis, Aziz adalah salah satu orang yang turut mendampingi.

Apakah itu artinya ARB masih menegaskan "kuku" kekuasaan di Golkar? hmmhmm.

Itulah sebabnya saya tidak pernah yakin seratus persen bahwa Golkar tulus mendukung Jokowi.

Semoga Mr Presiden dan team tetap waspada dan tidak terlena.

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)