Puluhan tokoh masyarakat Kota Pangururan dari berbagai kalangan menghadiri kegiatan Ngobras (Ngobrol Bareng Santai) bersama Camat Pangururan serta Kepala Desa/Lurah yang ada di kawasan perkotaan Pangururan bertempat di ruang pertemuan Lt. Food Court Segmen 3 WFC Pangururan, Jumat 11 September 2026.
Adapun para tokoh masyarakat yang hadir terdiri dari tokoh agama (rohaniwan) dari berbagai gereja dan turut juga rohaniwan Islam, tokoh adat, tokoh pendidikan (guru), FKDM, FKTM, pegiat seni, media dan dari kalangan lainnya.
Camat Pangururan Robintang E. Naibaho, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran para tokoh masyarakat yang peduli dengan kondisi terkini tentang kehidupan bermasyarakat di Kota Pangururan. Menurut Pak Camat, kemajuan yang luar biasa khususnya bidang pariwisata dan ekonomi di Kota Pangururan secara bersamaan memunculkan tantangan dan persoalan yang perlu diperhatikan dan diatasi bersama.
Dijelaskan Pak Camat, setidaknya ada 4 hal titik persoalan yang menjadi sorotan dewasa ini dan sudah termasuk mengkhawatirkan di Kota Pangururan, antara lain:
- Prostitusi yang mulai merajalela
- penyalahgunaan narkoba
- maraknya judi dalam berbagai bentuk
- ujaran kotor dan kebencian di media sosial dan kehidupan sehari-hari
Oleh karena itu, diharapkan peran, dukungan dan masukan-masukan dari tokoh masyarakat bagaimana hal-hal ini dapat dihempang, dimana tokoh masyarakat merupakan sosok yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat termasuk generasi muda.
Dalam Ngobras yang berjalan sekitar 2 (dua) jam ini, seluruh tokoh masyarakat yang hadir membenarkan pemaparan Camat Pangururan tentang kondisi kehidupan bermasyarakat diSamosir khususnya Kota Pangururan dan bertekad mendukung upaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan kembali Pangururan sebagai kota yang bermartabat.
Di akhir Ngobras, seluruh tokoh masyarakat yang hadir sepakat membuat ikrar yang disebut sebagai "Lima Pilar Jaga Marwah Pangururan", yakni:
- Menolak segala bentuk prostitusi, perdagangan manusia, dan praktik asusila yang dapat merusak adat dan budaya Kabupaten Samosir
- Menolak judi dalam bentuk apapun termasuk judi online dan slot. Kami siap mengedukasi keluarga dan jemaat agar tidak terjerat hutang dan kehancuran akibat judi
- Berkomitmen menjaga kebersihan Pangururan, Danau Toba dan tempat wisata. Tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membiarkan sampah merusak wajah Samosir
- Menolak ujaran kotor, ujaran kebencian, hoax dan konten yang menghina adat, agama dan pemerintah. Kami siap menjadi "Duta Digital Positif" yang mengangkat budaya batak, bukan merendahkannya
- Berjanji tidak akan diam melihat kemungkaran. Kami akan menyatakan kebenaran dengan cara yang bijak, sesuai adat dan agama. Lebih baik dibenci karena benar, daripada disukai karena diam.
Selain menyatakan ikrar, para tokoh masyarakat juga mengusulkan berbagai upaya dan program yang dapat dilakukan oleh pemerintah baik dari yang menyentuh kerohanian, adat dan budaya serta menciptakan ragam kegiatan bagi generasi muda dan masyarakat secara umum.
Sebelum menutup kegiatan, Camat Pangururan menegaskan bahwa saran-saran dan usulan dari para tokoh masyarakat telah dicatat dan akan diupayakan untuk dipenuhi di waktu mendatang sembari mengingatkan bahwa untuk menyelesaikan dan mengatasi persoalan-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat, tidak bisa sendiri oleh pemerintah melaikan harus didukung para tokoh masyarakat.
Salam
#AG












Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)