vascript'/>
BB 2026 BT (Benar-Benar 2026 Bersama Tuhan)

Senin, Agustus 19, 2013

Jadi Penonton di Sorga??

Wahyu 4:4b

Dan dengan tidak henti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Wahyu 7:15
Karena itu mereka berdiri di hadapan tahta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.  Dan Ia yang duduk di atas tahta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Permirsa.... Nanti pekerjaan kita di Sorga apa sih??  Hehe, pertanyaan ini sedikit aneh, menggelitik, mengejutkan tetapi bisa saja membuka mata dan pikiran kita.  Pernahkah kita mencoba mempelajari dan mencari tahu apa yang menjadi pekerjaan kita di Sorga?  Yang
jelas profesi seperti yang ada di dunia saat tidak akan ditemukan di Sorga.  Jangan berharap di Sorga anda bisa jadi toke kaca mata, sebab tidak ada yang butuh lensa maupun teropong di Sorga, hahaha.

Rekan-rekans, kedua petikan ayat di atas rasanya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan kita.  Bahwa kelak tugas kita di Sorga adalah melayani Dia sang penebus kita, Tuhan Yesus Kristus siang dan malam dan itu akan berlaku sampai selama-lamanya.

Mengetahui dan mengingat tugas kita ini, saya jadi teringat kepada beberapa teman dan jemaat yang enggan turut melayani Tuhan di gereja atau persekutuan.  Mereka sepertinya punya prinsip bahwa cukuplah datang dengan tulus hati dan menikmati setiap ibadah yang diikiti, tanpa merasa perlu ikut terjun menjadi pelayan dalam sebuah ibadah.  Dalm arti hanya sebagai penikmat dan penonton saja tanpa melibatkan diri menjadi bagian dari para pelayan.  Beberapa orang kita dapati meskipun sudah puluhan tahun bergabung dengan sebuah persekutuan, tetapi kelihatannya enggan untuk turut ikut serta menjadi pelayan. Padahal, bagaimanapun keterlibatan seseorang sangatlah dibutukan untuk mendukung kemajuan pelayanan.


Nah...Jika kelak tugas kita adalah melayani Tuhan siang dan malam, mengapa tidak sedari kini kita mulai iktu melayani? Logika saya berkata, tidak mungkin nanti tiba-tiba anda jadi pelayan di Sorga sementara selama di dunia ini anda enggan melayani.  Enak aja lu....hahaha.  Siapa yang biasa melayani Tuhan di bumi, ya dia dong yang kelak akan jadi pelayan di Sorga.  Saya yakin itu.


Karena itu, bila rindu terlibat melayani Tuhan di Sorga kelak, marilah mulai sekarang kita terlibat dalam pelayanan di gereja kita, di persekutuan kampus, di jaringan doa atau komunitas apa pun.  Jangan puas hanya menonton, supaya di Sorga kelak kita pun tidak
hanya jadi penonton.

Tuhan Memberkati.

Haleluya.....

Minggu, Agustus 18, 2013

Telat beribadah, Anda kehilangan ini:

Mazmur 22:23

Aku akan memasyurkan nama-Mu  kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah:

Pemirsa, dua tiga orang jemaat memberitahu saya bahwa alasan mereka sering terlambat adalah karena merasa bahwa yang terpenting dalam sebuah ibadah adalah Khotbah,
sedangkan pujian-pujian di awal ibadah bagi mereka hanyalah pemanasan saja sebelum sampai kepada inti ibadah yaitu mendengar Firman Tuhan atau Khotbah.  Benarkah dalil mereka ini?

Sabtu, Agustus 17, 2013

Dari kita untuk Negeri, Ini yang Tuhan mau

2 Tawarikh 7:14
dan umat-Ku, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka aku akan mendengar dari Sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka

MERDEKA....MERDEKA.... Sekali Merdeka, tetap Merdeka... Amin.

Pemirsa.....Beberapa orang telah saya dengar berkata bahwa sampai sekarang kita belum
bener-benar merdeka.  Pernyataan bernada skeptis ini tidak bisa saya salahkan.  Sebab mereka menguraikan bukti-bukti bahwa betapa bangsa ini belum bebas dari korupsi, dari mafia hukum, dari nerkoba.  Yang lain berkata sampai sekarang masih banyak penduduk yang belum mendapatkan penerangan listrik dan air bersih.  Itu sebabnya saya tidak bisa menyalahkan mereka, malah menerima bahwa apa yang mereka uraikan adalah benar adanya.