Mission Started. Misi telah dimulai. Kiranya Tuhan Memberkati..

Thursday, July 16, 2009

KETERBUKAAN adalah awal dari PEMULIHAN



-->Baru-baru ini muncul fenomena baru dalam beberapa stasiun Televisi. Ada dua tayangan yang menurut saya bnar-benar baru (untu Indonesia,bagi Amerika mungkin sudah lama fenomena ini). Curhat Anjasmara dan Masihkah Kau mencintaiku


Saya masih tetap pada pendirian saya, bahwa munculnya acara ini √°dalah akibat dari semakin buruknya moral masyarakat kita, terjadinya degradasi cinta/kasih serta semakin meajalelanya KETERTUTUPAN antara seorang dengan lainya, antar keluarga, pacar dan terutama antara suami isteri.

Saya pun kadang-kadang sangat geram, misalnya meihat bagaimana kedua belah pihak yang dipertemukan oleh mas Helmi dan Mas Anjas, bertengkar hebat, saling caci, menangis sejadi2nya di depan public, disaksikan oleh jutaan permirsa di seluruh Indonesia bahkan mungkin luar negeri. Dalam hati saya bertanya, Apa kejadia memalukan ini tidak lagi bias diselesaikan secara kekeluargaan atau adat. Atau dimama peranan para agamawan terhadap jemaatnya??

Namun ada satu hal positif yang saya tangkap dari fenomena ini. Disamping saya memberi apresiasi kepada Mas Helmi da Anjasmara, saya sampai pada kesimpulan bahwa KETERBUKAAN adalah awal dari PEMULIHAN. Pemulihan emosional, luka-luka batin, dosa-dosa lama, hubungan suami isteri, pacaran dan bahkan pemulihan hubungan pribadi dengan Tuhan. Maka miliklah kerterbukan, niscaya terjadi pemulihan
Note: Sampel gambar adalah ketika EST di Parapat


23 comments:

  1. Keterbukaan dan kejujuran akan mencabut segala akar pahit yang ada dihati kita.... sehingga kehidupan ini bisa dijalani dengan indah seturut kehendakNya

    ReplyDelete
  2. keterbukaan, saling berkomunikasi...jangan sampai terjadi salam paham.
    acara mas Helmi dan mas Anjas tapi tidak ngerti.

    ReplyDelete
  3. ketertutupan hanya akan membuat orang menjadi penasaran :D

    ReplyDelete
  4. tul Nara,,,,kamu orangnya terbuka khan, he,,he

    ReplyDelete
  5. Ya.Barangkali budaya keterbukaan di sosio-kemasyarakatan kita mulai terkikis karna ketidakterbiasaan kita dalam hal berdialog.komunikasi seharusnya selalu menjadi "sarapan pagi" dalam komunitas kita yang paling kecil yakni keluarga.

    Lihat saja tradisi kristiani di keluarga negara Barat dalam sinetron /drama ataupun Film; keharmonisan tampak ditampilkan dengan percakapan atau dialog.Antara seorang Ayah dengan anaknya pun sebaliknya. Jika Ayah dan Ibunya bertengkar mereka selalu menjauh dari anak2nya, masuk kamar ataupun anaknya yang disuruh masuk kamar.contoh kebiasaan ini menjadi tradisi mereka untuk mengedepankan dialog.

    Padahal budaya timur konon lebih baik dari budaya barat, tetapi tidak pernah tercermin dari media yang dekat dengan kita, sinetron yang hampir dominan di TV,banyak kata2 kasar dan memecahkan masalah dengan kekerasan.

    Ah, jadi panjang aku komentar. Tema tulisan anda sangat kritis. teruslah menulis Lae..

    Horas & Shallom

    ReplyDelete
  6. Tapi kalau terlalu terbuka sampai ke media massa rasanya juga kurang bijak.

    ReplyDelete
  7. Pak Nugroho. bagi saya fenomena ini juga dilematis, ada baik dan buruknya. Namun yang saya soroti ada dua hal yaitu Penyebab dab nilai baiknya.

    Mas Rico, itulah yang saya maksud nilai buruknya. Dimana peran keluarga,a dat dan gereja????

    ReplyDelete
  8. Hmm... saya termasuk sangat jarang menonton reality show, jadinya tidak tahu ttg acara ini. Tp pernah melihat satu acara (lupa namanya) yg kurang lebih mirip dengan acara yg dideskripsikan di tulisan ini. Saya merasa ada hak-hak individu yg dilanggar ketika kamera merekam seluruh kejadian oleh karena permintaan satu pihak sementara pihak yg kedua sama sekali tidak tahu ataupun menyetujuinya (entah ini benar atau sebetulnya sudah ada kontrak, saya juga ga ngerti), sebab itu kan masalah2 pribadi, kok bisa sampai harus tumpah-ruah menjadi tontonan publik. Makanya saya ga suka nonton reality show, saya merasa ada batas2 yg sudah sangat dilanggar.

    Terlepas dari reality show, saya setuju bhw keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Masalahnya, keterbukaan yg dipaksakan seperti yg di reality show itu, apa enggak menimbulkan kejengkelan dan luka yg lain lagi? Atau bisa juga hanya pemulihan semu sebatas karena ditonton orang atau di depan kamera.

    Hmm... entahlah.

    ReplyDelete
  9. setuju sekali dengan sloga ini pak :)
    keterbukaan, kejujuran, itu semua mematahkan selaput kebohongan juga kesalahpahaman yg dapat terbentuk.

    salam, EKA

    ReplyDelete
  10. Mas G: Itulah yang saya sebut tadi,,saya bahkan sangat geram dengan hal ini. bagaimana malunya satu pihak tertentu.Inilah yang saya sebut degradasi kasih tadi. Tapi memang dilematis mas. Sisi baiknya membuat orang jadi jera.
    Saya tidakyakin ada "kontrak" ke dua pihak dalam hal ini. sangat tidak mungkin. Kalau boleh tonton aj mas, nantimalam mungkin ada di TPI

    Biarpun saya geram, anehnya malah jadi penasaran juga nontonnya..
    hm..hm...

    Dunia smkin lama, semakin aneh..
    tak dapat kuhadapi seorang diri
    Biarlah kuberserah hanya kepadaNya..
    DariDialah tuntunan sejati...

    ReplyDelete
  11. Asik neh...ada yang buka-2an
    haha....

    ReplyDelete
  12. Termasuk Bendol akan dibuka, he,,he,, Oy Bendol, MU ga jadi datang ke Indon kan, kacian kita ya..hu..huhh

    ReplyDelete
  13. SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    ReplyDelete
  14. wuih ngelihat dari reality show sekarang ini yah...
    emang sih mau menggambarkan kalo keterbukaan itu sangat penting...
    tapi jangan lebay ueyyy...
    wkekekekek!

    ReplyDelete
  15. Berarti harus janji jangan ikut0ikutan ya.....

    ReplyDelete
  16. Hi…



    Ada info penting banget nih.. Tahun ini Jawaban.Com kembali mengadakan event gede-gedean untuk Para Bloger Kristen, yaitu Christian Indonesian Blogger Festival 2009 (CIBfest 2009). CIBfest kali ini bertema "Menjadi Jawaban Melalui Kreativitas Yang Berdampak". Ada hadiah berupa uang tunai Rp. 15 Juta Rupiah untuk 3 orang pemenang.Pastikan kamu ikutan juga Writing Competitionnya, siapa tahu hasil tulisan kamu terpilih untuk dibukukan! Yupz, Jawaban.Com bekerjasama dengan PT. Elex Media Komputindo akan menerbitkan buku kumpulan karya finalis CIBfest. Kamu ingin ikut terlibat dalam event ini? Caranya gampang dan Gratis!!! Ayo buruan daftar!! Pendaftaran terakhir tgl 30 Agustus 2009 loh.. Jadi log on langsung ke www.cibfest.jawaban.com



    Di tunggu yaaa….. God Bless…

    ReplyDelete
  17. Pak, Tolus Terima kasih untuk infonya. Tuhan Memberkati...

    ReplyDelete
  18. belum yakin kalo acara itu bener
    takutnya pake peran pengganti atau skenario
    belum yakin orang indonesia seterbuka itu

    ReplyDelete
  19. memanfaatkan masalah untuk cari uang?

    ReplyDelete
  20. Dear Bri Net..., saya rasa tidak pake penggantilah. Beda dengan sinetron

    Dear Soewong.. bisa juga ada motivasi itu

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)