Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Thursday, April 17, 2014

Sampaikan Lamaran Anda, Sekarang..

Lukas 13:8

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

Pemirsa, suatu waktu pemilik pohon ara datang hendak memetik buah pohon yang ditanamnya beberapa tahun sebelumnya. Tahun pertama dia datang, belum menghasilkan buah demikian sampai tahun ketiga tetap belum menghasilkan buah.  Si pemilik kebun pun murka dan berkata kepada anak buahnya (tentu dengan nada kesal dan marah): tebang saja pohon ini sebab tidak berguna dan mungkin tidak akan berbuah lagi.

Akan tetapi anak buahnya berkataTuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya.  Ada yang menarik dari ayat ini. Meski si pemilik kebun telah putus asa dan memerintahkan pohon ara untuk ditebang, anak buahnya malah membujuk sang Tuan untuk sabar dan memberi waktu setahun lagi kesempatan bagi pohon ara untuk berbuah.  Dia MENAWARKAN DIRI untuk mencangkul sekeliling pohon ara untuk kembudian menabur pupuk dan dengan harapan tahun depan pohon ara akan berbuah.

Pemirsa, saat gereja anda mengalami kesulitan, mengalami persoalan, kemundurun seperti pohon ara yang tidak bertumbuh dengan sehat dan tidak menghasilkan buah, apa respon anda? Pasrah, pesimis, diam atau memilih tidak berbuat apa-apa?  Atau lebih parah lagi anda memilih mencari kambing hitam, mengkritik dan menyalahkan orang-orang tertentu?  Menyalahkan Pendeta, menyalahkan pelayan, atau bahkan menyalahkan Tuhan?

Bagaimana kalau kita memilih sikap seperti anak buah pemilik pohon ara ini? Dia manawarkan diri untuk melakukan sesuatu yang positif agar tahun depan pohon ara tersebut berbuah.  Saat kita merasa gereja dan pelayanan kita perlu diperbaiki atau sedang dalam masalah, jangan diam hanya jadi penonton, tawarkan diri anda menjadi mitra bagi Tuhan Tuhan dan untuk sesama pelayan.  Jangan sampai kita tidak berkontribusi untuk gereja dan pelayanan kita, apalagi kita mungkin sudah puluhan tahun menikmati pelayanan.  Jadi terus menerus jadi penonton, penikmat.  Naikkan level kerohanian kita dari mental dilayani menjadi melayani. Dari pengkritik menjadi pemberi solusi, dari penonton menjadi aktor/aktris.

Sampaikan lamaran anda, dan tawarkan diri menjadi mitra kerja kepada Tuhan, dan waktunya adalah SEKARANG.

Tuhan Yesus Memberkati.  Haleluya.


No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)