Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Wednesday, April 16, 2014

Dibenarkan, Didamaikan dan Diselamatkan

Roma 5:1,6-10

Pemirsa, biasanya kita hanya berkata: Kematian Yesus menyelamatkan kita. Kita mungkin kurang mengetahui bahwa ada tahap-tahap penting yang dilakukan Tuhan Yesus dalam misi-Nya ke dunia ini sebelum akhirnya menyelamatkan kita, yaitu:

a.  Membenarkan kita
Dahulu kita adalah orang durhaka (Ayat 6).  Orang durhaka adalah pendosa kelas kakap, artinya bukan sekedar jahat bukan sekedar bersalah.  Tetapi durhaka seperti cerita Maling Kundang seorang anak Durhaka yang menyangkal ibunya sendiri, sementara dari dulu dia dilahirkan, disusui, diberi makan hingga diasuh sampai besar, tetapi dia durhaka.
Kita juga menurut Paulus dulunya adalah orang durhaka.  Untungnya Tuhan kita tidak seperti ibunya Maling Kundang yang mengutuki anaknya.  Tuhan tunjukkan kesabaran dan kasih-Nya sehingga berkorban demi membenarkan kita.

Hanya pribadi yang benar-benar BENAR yang bisa membenarkan orang yang durhaka.  Dan tidak ada manusia manapun yang bisa melakukan itu kecuali Dia yang adalah kebenaran itu sendiri yaitu Tuhan. JAdi sebelum nantinya kita layak memasuki kerajaan Sorga, kita perlu dibenarkan oleh kebenaran dan satu-satunya yang layak untuk itu hanya Anak Domba Allah.

b.  Mendamaikan.
Saat kita berdosa dan durhaka, kita menjadi musuh Allah, sebab Allah tidak suka dengan dosa dan kedurhakaan.  Maka untuk memdamaikan musuh perlu perantara, dan Yesuslah yang menjadi perantara yang sempurna untuk mendamaikan kita dengan Allah.  Didamaikan
menjadikan hubungan kita dipulihkan kembali dengan Allah, itu sebabnya kita bisa memanggil Dia sebagai Bapa, sebagai sahabat, sebagai penolong dan lain sebagainya.  Malah kita bebas panggil Dia dengan "kau".  Bayangkan saja, orang tua saja kita panggil "kau", bisa-bisa kena tonjok dan disebut tidak beretika.  Tetapi Tuhan tidak keberatan kita panggil 'kau", karena apa karena hubungan kita sudah dipulihkan kembali lewat pendamaian yang dilakukan Yesus di kayu salib.

c.  Menyelamatkan
Hasil akhirnya adalah kita akan diselamatkan setelah dibenarkan dan didamaikan.  Dengan demikian kita sudah tuntas dan lunas dibayar dan sekarang menjadi milik Kristus seutuhnya.  Dan kita hanya memakai dan memaknai hidup ini, sedangkan pemiliknya adalah Tuhan Yesus Kristus.  Ibarat sepeda motor, maka di STNK atau di buku hitam atau di berkas-berkas lainnya, pemiliknya disana tertulis Tuhan Yesus.  Seroang pengkhotbah pernah berkata, kita adalah Marga Yesus.  Dan ada satu lagu rohani yang berkata:  Hidupku bukannya aku lagi..dst..dst..

Selamat menyambut perayaan Jumat Agung.  Memperingati kematian Tuhan yang datang untuk MENBENARKAN--MENDAMAIKAN--MENYELAMATKAN kita.

Tuhan Yesus Memberkati.  Haleluya  
 


1 comment:

  1. Terpujilah TUHAN kita atas kasih-Nya yang besar menyelamatkan saya yang dahulu durhaka. Biarlah di sisa hidupku untuk kemuliaan Tuhan.

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)