Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Thursday, March 06, 2014

Kerajaan-KU atau kerajaan-ku???

1 Petrus 5:2-3
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan tetapi dengan pengabdian diri.  
Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Pemirsa…..  Saya teringat khotbah seorang Pendeta begini:  Bunyi lonceng gereja (giring-giring) masa kini sudah berubah.  Sekarang ini bunyinya menjadi: Tammm pung….Tammmm pungggg.. Artinya Silahkan keluar dari gereja anda, kami akan sangat senang menampung anda di gereja kami.. hehehe


Kita sering mendengar kata-kata berikut ini: Jemaatku sudah banyak, sekian ratus atau puluhan ribu KK. Atau begini: Pdt si X luar biasa gerejanya.  Mewah, Full music, persepuluhan ratusan juta hingga miliaran.  Dengan ini beliau sangat diberkati Tuhan dan jadi kaya raya.  Hasil karya pelayanan terlalu dibanggakan.

Kasus lain kita melihat antar sesama Pendeta dan sesame Hamba Tuhan jarang saling akur.  Bukan saja antar denominasi malah yang satu merek juga tak jarang saling sikut.  Saling rebut anggota dan sering pula saling ejek dan umbar kelemahan.  Sesama pendeta menjadi seperti pemain olah raga yang tidak taat aturan, tak persoalan langgar norma dan etika,  yang penting gerejaku maju dan berkembang serta diberkati melimpah ruah.

Kasus lain, antar gereja juga rajin saling klaim sebagai pemilik dan pemegang ajaran yang benar sedangkan yang lain salah dan sesat serta bakal menghuni neraka kelak.  Parahnya bukan hanya antar Hamba Tuhan yang terlibat di dalamnya.  Kita pun sebagai jemaat mulai ikut-ikutan.  Kalau mau jujur kita sering tidak tulus memuji keberhasilan gereja lain.  Malah mungkin berharap gereja kita saja yang maju sedangkan gereja lain makin mundur.  Maunya jemaat mereka pindah dan kita tamping di gereja kita.

Kasus yang tak asing kita lihat bagaimana ditemukan banyak Hamba-Hamba Tuhan Gembala Sidang yang otoriter dan memimpin serta mengelola sebuah gereja sesuka hati tanpa ada yang bisa membantah.  Semua hal menjadi hak perogratif Pendeta, sedang yang lian hanya sebagai domba-domba dan pembantu.  Uang dikelola sendiri, penatalayanan ditata sendiri, tata ibadah diatur sendiri tanpa mencoba memberdayakan jemaat atau hamba Tuhan yang lain.  Menurutnya, hanya kepada Dia Tuhan beri petunjuk sedangkan yang lain tidak.

Pemirsa, ayat di atas justru mengajar kita dan khususnya para hamba Tuhan benar-benar memahami dirinya sebagai seorang hamba dan pelayan dan bukan sebaliknya bos atau direktur.  Sangat disayangkan banyak Hamba Tuhan yang jauh dari kesan seorang hamba, tetapi yang didapati adalah sebaliknya.

Kalau begitu kita telah salah arah dan salah sasaran?  Membangung kerajaan-ku dan bukan kerajaan-MU??


No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)