Mission Started. Misi telah dimulai. Kiranya Tuhan Memberkati..

Tuesday, February 18, 2014

Sungguh, Tak mengubah apapun...

Matius 6:27

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Pemirsa, rasa khawatir adalah salah satu alat sensor yang dicipta Tuhan dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang tidak memiliki rasa kwatir. Siapa pun itu. Kecuali sudah mati rasa, hehe. Karena orang yang memiliki rasa kwatirlah yang bisa was-was atau mawas diri dalam hidupnya. Rasa kwatir ini mirip dengan rasa malu. Kalau tidak tahu malu, memang tidak akan mengkhawatirkan apapun.

Akan tetapi meratapi hidup dan terus menerus dibayangi kekhawatiran adalah tidak baik. Atau istilahnya rasa khawatir over dosis. Sebab faktanya memang kekhawatiran itu tidak menghasilkan apapun. Rasa khawatir yang berlebihan membuat orang menjadi panik. Dan bila kita sudah tiba di tahap panik, maka besar kemungkinan tindakan dan keputusan-keputusan yang kita buat menjadi keliru dan tidak matang. Akibatnya adalah timbul lagi masalah baru.
Selain itu kepanikan akan membuat pikiran dan otak kita "over dosis" karena dipaksa berpikir melenbihi kapastasnya. Bukankan orang yang stress, gila dan menghuni rumah sakit jiwa adalah mereka-mereka yang tidak bisa mengendalikan pikirannya, alias kwatir berlebihan.

Saya pernah tertawa geli mendengar penuturan keluarga salah seorang penghuni rumah sakit jiwa. Ternyata si kawan penghuni RS Jiwa ini stress hanya karena diputusin sama pacarnya. Ada juga yang hanya karena pendapatan usahanya lebih rendah dari bulansebelumnya, padahal masih tetap untung. Tapi karena tidak sesuai ekspektasi maka jadi stress dan gila. Aneh bukan??
Ayat di atas sudah cukup jelas dan tajam memberitahu kita: Kekhawatiran tidak menghasilkan apapun yang baik, tetapi sebaliknya bisa berujung pada ketidakbaikan. Jadi janganlah kita terus menerus dibawa arus kekhawatiran. Sedih sejenak adalah lumrah, mengeluh sesekali adalah wajar, tetapi terbelenggu terus menerus dalam rasa khawatir, rasa bersalah, lumpur keluhan akan merugikan diri sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati. Haleluya... 


No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)