Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Saturday, September 28, 2013

Pengendalian Diri yang "Menyelamatkan"


I Petrus 4:7b
Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Pemirsa, suatu waktu waktu teman saya mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor.  Kala itu menurut kisahnya, sebuah bus dengan kecepatan agak tinggi melaju
dari arah berlawanan. Melihat bus yang tiba-tiba muncul, kawan ini menjadi panik dan hilang kendali. Padahal sebenarnya masih ada sisa badan jalan dan seandainya dia tenang saja dan meneruskan perjalanan, hampir pasti tidak akan terjadi kecelakaan seperti ini, kisahnya.

Rekans, Ketika kita menghadapi tantangan hidup berupa persoalan, kesulitan, penderitaan atau punyakit kita sering hilang pengendalian diri. Kita sering tidak mampu mengendalikan hati dan pikiran kita.  Ketidakmampuan mengendalikan diri inilah yang membuat kita panik, gusar dan menjadi tidak tenang. Ingat, bila kita panik dan tidak tenang, hampir pasti kita tidak akan bisa dan tidak akan terpikir untuk berdoa. Benar bukan?

Seorang teman bernama Maylin Purba" dalam status facebooknya mengatakan begini:

"..Kesulitan itu seperti air keruh. Bersabarlah, jangan mengaduknya, karena sebentar lagi ia akan jernih..."

Saya setuju sekali dengan statement yang excellent ini. Sebuah persoalan hidup bila kita bumbui dengan kepanikan yang berlebihan, ketakutan yang berlebihan dan lalu mengambil
opsi-opsi penyelesaian yang membabi buta, maka persoalan itu sendiri tidak akan selesai melainkan akan semakin parah.  Itu sebabnya banyak orang sakit yang buru-buru pergi ke dukun atau kepada orang pintar dan bukannya terlebih dahulu berdoa dan meminta petunjuk serta mujizat Tuhan. Yang begini kita sudah tahu efeknya bukan? Bukannnya sembuh, mala si sakit menjadi terjerat benih-benih kuasa jahat yang membuat dia tidak berkenan kepada Tuhan.

Rasa khawatir, takut dan gelisah tentulah sesuatu hal yang lumrah saat kita mengalami persoalan hidup. Tidak ada yang bisa menyangkal itu, itu manusiawi dan masuk akal. Akan tetapi sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki Bapa yang setia dan di dalam-Nya ada janji yang murni yang menyediakan pertolongan kepada kita setiap saat dan dalam persoalan apa pun, jangan kiranya dihantui oleh ketakutan dan kepanikan yang berlebihan. Tetapi mari kita tempatkan Tuhan sebagi opsi pertama dan yang utama untuk menjadi solution maker alias pembuat solusi dalam penyelesaian permasalahan yang kita hadapi.

Jadilah tenang, jangan panik berlebihan, tenangkan diri, kendalikan diri, hati dan pikiran
dan berlututlah di hadapan Tuhan. Persoalan kita hanyalah seperti air yang sedang keruh karena sedikit terguncang, sebentar lagi dia akan jernih kembali seperti sedia kala.

Oups, hampir lupa: Salah satu BUAH ROH adalah PENGEDALIAN DIRI, hehe

Tuhan Memberkati. HALELUYA




Friday, September 27, 2013

Yang terpenting dari sebuah Ujian: NAIK KELAS

Mazmur 66:10

Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.

Pemirsa.. Masihkah kita ingat semasa TK, Sekolah Dasar, SMU bahkan sampai kuliah saat-saat kita menghadapi ujian pelajaran? Ya, bila mau jujur ujian sekolah adalah sesuatu yang tidak terlalu kita inginkan, karena kemungkinan takut tidak mampu menjawap soal-soal atau
pertanyaan dan malu kepada guru dan teman. Lepas dari itu, sebenarnya apa maksud dan tujuan suatu ujian pelajaran dilakukan? Pertama adalah untuk mengtahui apakah pelajaran yang telah kita terima selama waktu tertentu telah kita mengerti dan pahami? Kedua dan yang terpenting adalah supaya kita lulus dan masuk ke kelas yang lebih tinggi dan baru alias naik kelas.

"....Tak ubahnya dengan pelajaran, bahwa ujian yang diijinkan atau dirancang Tuhan untuk kita adalah bertujuan untuk memurnikan kita dan cara Allah mempersiapkan kita memasuki suatu level rohani yang lebih kuat, lebih kokoh, tahan banting dan yang tak kalah penting untuk pantas menerima penggenapan berkat Tuhan yang lebih besar di waktu berikutnya. So, ujian itu adalah kesempatan kita untuk MOVING TO THE NEXT LEVEL..."

Akan adakah yang tidak lulus uji/tahan uji dalam iman? Sudah barang tentu. Sebagaimana orang yang tidak lulus ujian di sekolah maka kemungkina pertama adalah bahwa dia tidak naik kelas, kemungkinan kedua dia harus ujian ulang. Begitu juga dengan ujian rohani yang datangnya dari Tuhan. Orang-orang yang tidak peka akan maksud Tuhan yang menginjinkan
ujian, akan melihat ujian itu sendiri dari sudut pandang yang lain. Beberapa orang akan marah dan protes kepada Tuhan.  Biasanya orang yang begini menuduh Tuhan tidak adil. Karena mereka memandang ujian (yang identik dengan penderitaan) dari sudut pandang manusia, bukan dari sudut pandang Tuhan.

Rekans, bila suatu waktu kita merasakan suatu persoalan dan penderitaan sementara kita setia dan taat kepada Tuhan, mari kita melihat dari sudut pandang Tuhan dan serta merta meuduh Tuhan tidak adil.  Tetapi sebaliknya mari kita tetap tekun sebab ketekunan itu sendiri akan membuat kita tahan uji, dan tahan uji akan membuat kita menjadi orang-orang yang berpengharapan (Roma 5:4).  Ingatlah ini:  UJIAN HIDUP yang identik dengan penderitaan akan selalu berakhir dengan kebahagiaan

Tuhan Memberkati.. Haleluya...


Thursday, September 26, 2013

Siapa bilang harus Ikut Trend??

Daniel 1:8

Daniel berketepatan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya

Itu kan tren ma, harus up date dong pak, jangan jadul dicu lhow.. Begitulah respon sebagian besar anak muda masa kini saat diberi pendapat atau nasehat oleh orang tua.
Sebetulnya adalah cerdas bila kita mampu ikuti dan hadapi perkembangan jaman yang terus bergulir tanpa batas. Namun kita harus jeli melihat bahwa perkembangan iptek (yang independet dan netral alias tidak baik dan tidak buruk) dan memahami mana yang berdampak baik untuk kita dan apa yang berdampak buruk. Terlebih yang mempengaruhi kerohanian kita.

Saya melihat, hampir di segala segmen kehidupan; Gen muda kita nyaris terbelenggu oleh tren yang tidak sehat. Dalil "harus ikut tren" menjadi alasan mereka tanpa menyadari bahwa sebetulnya telah sering kebablasan dan terjerat siasat iblis yang ingin merongrong kerohanian dan moral generasi muda lewat tren terkini. Tetapi yang paling kentara adalah dalan tiga segmen ini: Kesenangan, Makanan dan Pakaian. Dalam bahasa Inggrisnya Fun, Food anf Fashion dan saya sering menyebutnya Trio F.

Fun/Kesenangan
Rekans, lihatlah perkembangan junmlah tempat-tempat hiburan di Indonesia terutama di
kota-kota.  Yang paling kentara adalah Club Malam, Discotik dan Karaoke. Setiap malam tanpa mengenal hari, tempat-tempat hiburan semu ini kabarnya selalau penuh sesak oleh anak-anak muda yang mencari kesenangan malam setelah seharian lelah bekerja mencari duit. Tapi tanpa perlu saya detailkan, anda sudah tahu bukan apa dan ngapain orang ke diskotik dan club malam? Narkoba, Sex, Perselingkuhan disanalah surganya.

Food/Makanan
Kasihan melihat ibu-ibu masa kini.  Sudah masak yang enak dirumah, eh suami malah pilih makan di cafe-cafe mahal yang belum tentu sehat.  Anak milih makan diluar bersama teman-temannya. Jadilah masakan ibu jadi basi, hehe. Lihatlah pusat-pusat kuliner di kota-kota, setiap hari juga penuh sesak dikerumuni penikmat makanan. Sebetulnya kebiasaan makan diluar rumah telah membuat komunikasi inter keluarga menjadi tergerus. Padahal acara makan bersama dirumah adalah satu wadah yang baik untuk berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga.

Tapi bukan hanya soal itu.  Saya teringat dengan lawakan seorang pengkhotbah beberapa waktu lalu.  Beliau bilang sekarang banyak orang meninggal bukan karena kekurangan
makan, malah sebaliknya karena kebanayakan makan, hahaha. Ya ada benarnya, kalau mata sudah ditawari pemandangan jejeran makanan empuk, lidah pun jadi bernafsu untuk melahap makanan sebanyak mungkin meski perut sudah penuh sesak. Itu sebabnya orang berduit identik dengan badan gendut, haha. Akhirnya muncullah penyakit beragam jenis dan akibat. Karena sebagian diantara kita telah dibelenggu oleh tren ini: Food

Fashion/Pakaian
Beberapa minggu lalu, saya memberi masukan kepada seorang pemudi cantik di gereja saya beribadah. Saya minta supaya rekan-rekan pemudi memakai pakaian yang sopan ke gereja, kemeja yang wajar dan rok dibawah lutut.  Besoknya dia datang beribadah minggu raya dengan kemeja lengan panjang serta rok panjang nyaris ke lantai. Cukup elok, sopan dan cantik menurut saya. Malah menurutku seksi lagi, haha.
Kontras dengan kebanyakan anak muda sekarang yang juga terbelenggu tren harus berpakaian seksi dan serba terbuka kemana-mana. Di awali kebiasaan berpakaian serba mini dirumah, lama-lama berani keluar, selanjutnya ke kampus, ke mall dan parahnya sekarang ini seperti tidak segan lagi ke gereja dengan pakaian serba mini.
Sekitar sepuluh tahun lalu, saya masih ingat jelas bagaimana model pakaian wanita kalau ke gereja. Kemeja lengan panjang dan rok panjang sampai kebawah, lima tahun berikutnya rok mulai makin pendek tapi masih dibawah lutut. Sedangkan sekarang makin pendek lagi dan sudah di atas lutut. Pertanyaan saya, lima tahun lagi bagaimana ya? Bisa-bisa tanpa rok, hahaha.

Rekans, Ayat di atas mengingatkan kita bahwa Daniel yang adalah seorang buangan, yang tentu hidup dalam tekanan penawan bisa komitmen untuk tidak "ngikut tren" alias tidak mau menajiskan dirinya kepada hal-hal yang tidak berguna.

Gen Muda... Silahkan ikut tren, tapi tren yang positif!!

Tuhan Memberkati.  Haleluya..


Wednesday, September 25, 2013

Dia adalah Tuhan yang Terbukti, Teruji

Pemirsa, selamat pagi.  Selamat menyaksikan dan menerima kemurahan Tuhan, pertolongan dan karya-karya-Nya yang heran. Dia teruji dan terbukti sebagai Tuhan yang peduli, Tuhan
yang setia yang di dalam-Nya tidak ditemukan kebohongan.  Dari diri-Nya tidak ada rencana jahat dan kecelakaan.  Sebaliknya di dalam diri-Nya kita temukan kemurnian yang sejati. Lebih dari perak yang teruji dan dimurnikan dalam peleburan.

Malah, ketika kita memasuki fase kejatuhan dalam hidup, Dia tidak biarkan sampai tergletak, Dia angkat kembali, Dia topang hidup kita dengan tangan-Nya yang kuat dan berkuasa.

Malah, Daud anak kesayangan-Nya memberi kesaksian: Tidak pernah dilihatnya orang benar ditinggalkan Tuhan, atau meminta-minta roti alias melarat dalam kemiskinan.

Rekans, hari ini saya hanya mengutip beberapa ayat yang olehnya kita semakin diteguhkan, dikuatkan dan dikokohkan serta diyakinkan bahwa kita tidak salah pilih dengan Tuhan kita yaitu Yesus Kristus.  Dia adalah Tuhan yang terbukti dan teruji sebagai Tuhan dan Dia telah buktikan itu kepada ribuan, ratusan ribu, jutaan dan miliard orang di dunia ini.

Saya begitu terberkati dan terpesona dengan ayat-ayat Firman Tuhan berikut ini:

Mazmur 7:12
Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujah kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah

Mazmur 37:
23. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya
24. Apabila jatuh, tidaklah sampai tergletak, sebab Tuhan menopang tangannya
35. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat

Roma 9:6a
Akan tetapi Firman Allah tidak mungkin gagal.

Tuhan Memberkati.  Haleluya


Tuesday, September 24, 2013

3 Warisan Terpenting

Amsal 13:22a

"...Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya..."

Pemirsa... Selamat jumpa kembali... Setelah kesibukan dan euforia 70 Tahun GPI berlalu, kini Sanggar Onantindang tayang kembali dengan sukacita.  Dan untuk keelokan kita, saya merasa perlu minta maaf untuk itu, hehe.

Rekans, Saya melihat setidaknya ada tiga warisan utama yang kita terima dari generasi sebelumnya dan yang akan kita wariskan kepada generasi kita selanjutnya. Beikut ketiganya, dan saya mulai dari yang penting hingga yang terpenting:

Warisan Harta:
Tidak ada yang tidak menginginkan anak atau keturuannya berbahagia dengan harta yang mencukupi bahkan melimpah.  Orang tua akan senang melihat anaknya bisa hidup dengan harta yang dimiliki dan diwariskannya.  Dan ini penting.  Itu sebabnya kita perlu untuk semaksimal mungkin mencari, bekerja dan menabung atau investasi supaya selain untuk dipergunakan semasa hidup, bila memungkinkan dapat dinikmati oleh keturunan kita di masa berikutnya. So, warisan harta itu penting adanya.

Warisan Pendidikan:
Orang Batak sangat senang bila anak-anaknya mampu mengcap pendidikan setinggi-tingginya.  Itu sebabnya ada lagu "anakkon ki do hamoraon di au".  Meski bersusah payah
dan berkeringat setiap hari, orang-orang Batak akan berusaha menyekolahkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan.  Dan memang warisan pendidikan ini sangat penting dan lebih penting dari warisan harta.  Apa gunanya punya harta tetapi bodoh dan tak berpendidikan? Kebodohan itu sendiri bisa jadi meludeskan harta kekayaan yang ada.  Jadi Pendidikan mesih lebih penting dari Harta Kekayaan.

Warisan Takut Akan Tuhan:
Inilah warisan yang terpenting dari orang tua kepada anak, dari generasi tua kepada generasi muda. Tidak ada gunanya harta melimpah dan pendidikan tinggi bila pada akhirnya
jiwa tidak diselamatkan alias tidak punya tiket masuk Sorga.  Sebab hidup di dunia hanyalah sementara dan kelak ada dua gerbang yang akan dimasuki oleh manusia yaitu gerbang kematian kekal dan kehidupan kekal. Jadi warisan yang terpenting dari semua warisan yang ada adalah Warisan Takut Akan Tuhan.

Rekans, marilah kita berusaha mewariskan takut akan Tuhan kepada orang-orang yang kita kasihi, keluarga kita, anak-anak kita.  Seorang orang tua hendaknya mewariskan takut akan Tuhan kepada anak-anaknya, dimulai dari ketika masih kecil diajak Sekolah Minggu. Bagaimana orang tua bisa mewariskan rasa Takut akan Tuhan kepada anaknya, tentu dia sendiri harus terlebih dahulu memiliki rasa takut akan Tuhan itu sendiri. Jangan seperti kisah teman, seorang bapak mengharuskan anak-anaknya pergi ke gereja sedang dia sendiri memilih ke kedai tuak, hahaha.

So, ketiga warisan di atas penting adanya, dan yang terpenting adalah warisan ketiga: Takut Akan Tuhan. Sebab warisan ketiga inilah yang membawa kepada kebahagiaan dan kehidupan kekal.

Tuhan Memberkati.