Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Thursday, October 03, 2013

Kecipratan "Kesempatan" Allah

Yesaya 64:8

Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk  kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Pemirsa, masih segar sekali dalam ingatanku saat Pendeta Umum GPI Rev Dr MH Siburian, M.Min dalam acara Suara Penggembalaan berkata bahwa kebanyakan tokoh-tokoh Alkitab dipanggil dan dipakai Tuhan secara luar biasa bukan karena mereka punya modal awal (baik
fisik, intelektual, kekayaan, uang dll) sebagai orang-orang hebat, tetapi sebenarnya karena mereka KECIPRATAN Kesempatan dari Allah. Faktanya saat mereka pertama sekali dipanggil oleh Tuhan, kita mendapati bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pantas dibandingakan dengan orang lain. Katakanlah Gideon yang merupakan orang paling kecil diantara orang-orang sesukunya, dan yang paling kecil pula diantara semarganya.

Sehingga bila seseorang yang seperti Gideon, depoles  Tuhan menjadi seorang pahlawan yang hebat, bukankah itu wajar disebut kecipratan?

Rekans, daku pun menyadari bahwa hari-hari yang penuh keberkatan dikaruniakan Tuhan kepada kita adalah suatu kecipratan kesempatan Allah. Sebagaimana yang dikatakan Firman-Nya bahwa semuanya adalah oleh anugerah-Nya semata.

Dalam sebuah diskusi di Group GPUHYLB bertemakan "Apa Tujuan Allah Menciptakan Manusia", didapati salah satu kesimpulan bahwa Tuhan menciptakan manusia adalah sebagai wadah mengaplikasikan kasih yang ada di dalam diri-Nya dan yang merupakan karakter diri-Nya. Dia yang berdaulat sepenuhnya, dan sesungguhnya Dia tidak akan kurang mulia jika manusia tidak ada melakukan penyembahan kepada diri-Nya. Ahh, benarlah bahwa kita ini hanyalah kecipratan kesempatan dan kasih Allah.

Kalau sudah begini apa respon yang pantas kita berikan kepada Tuhan?
Pertama, hendaklah kita setiap waktu menyadari bahwa kita is nothing with out Him.
Sungguh kita tiada arti tanpa Dia.  Segala yang kita punya adalah dari Dia. Jauhlah kiranya sikap merasa hebat dan menyombongkan diri dari kita. Sebab betapa tidak tahudirinya kita jika masih menyombongkan sesuatu yang bukan kepunyaan kita.

Kedua layaklah Dia dihantari rasa syukur setiap saat dari orang-orang yang dicipta-Nya di muka bumi. Hendaklah "laporan" syukur yang senantiasa terbang dari bumi menuju Sorga dimana Tuhan bertahta, dan dicium-Nya wangi rangkaian syukur kita.

Yang ketiga, biarlah mata rohani dan iman kita terbuka oleh fakta ini.  Bahwa sungguh Tuhan mampu dan berkenan untuk memakai orang-orang kecil, sederhana, miskin untuk melakukan hal-hal besar dan mengagumkan, yang bisa mengguncang lingkungan kita, kota, bangsa dan bahkan dunia. Yang dibutuhkan adalah kepekaan kita untuk meresponi dan memahami panggilannya.

Masih banyak "Lucky Draw" yang Dia sediakan untuk kita.

Tuhan Memberkati. Haleluya!


No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)