Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Tuesday, December 18, 2012

Ibadah Akhir Tahun 2012

Dokumentasi Kebaktian Akhir Tahun IMK Akbid Helvetia-Medan

Minggu, 16 Desember 2012. Di Aula Stikes, Akbid, Akper Helvetia. Jl Kapten Sumarsono Medan.

Tema: "..Menghitung Hari-hari..." (Mazmur 90:12)

"...Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian rupa, hingga kami beroleh hati yang bijaksana..."
























Tuhan Yesus Memberkati...


Friday, December 07, 2012

Dimana Gereja, saat Vihara dan Masjid “bersinar”??

==>Refleksi Menjelang Natal Tahun 2012
Menarik untuk direnungkan, apa yang dikatakan oleh tim PMI Kota Medan saat melakukan sosialisasi Aksi Sosial Donor Darah disela-sela GR Natal Bersama GPI Kota Medan, beberapa waktu lalu di GPI sidang Tanjung Gusta. Menurut mereka, data mebuktikan bahwa Vihara dan Mesjid jauh lebih banyak melakukan aksi-aksi soasial dan kemanusiaan dibandingkan dengan gereja. Hal itu terjadi dari dulu hingga dua tahun yang lalu. Sedangkan dua tahun terakhir, gereja sudah mulai menggeliat dan berpartisipasi dalam kegiatan2 kemanusiaan seperti bantuan bencana alam, aksi sosial donor darah, pembuatan pengobatan gratis, operasi katarak dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya.
Walaupun gereja mulai giat melakukan aksi-aksi kemanusiaan seperti di atas, namun berdasarkan data, masjid dan vihara masih jauh lebih sering. Hal ini, menurut mereka memunculkan tanya di benak pemerintah dan badan2 kemanusiaan lainnya kenapa gereja yang katanya adalah garam dan terang dunia, dengan kasih kepada Tuhan dan sesama sebagai ajaran utamanya malah lalai dan redup disaat vihara dimana penghuninya adalah orang2 Budha dan Masjid yang penghuninya adalah orang2 Islam terus bersinar memberikan dampak dan kontribusi real kepada masyarakat yang membutuhkan?

Menurut saya, ini adalah sebuah tantangan sekaligus teguran kepada gereja untuk menyadari bahwa gereja sudah saatnya semakin peduli dan lebih banyak berpartisipasi melakukan kegiatan2 kemunusiaan, menolong orang2 yang berkekurangan, baik sandang, pangan, darah dengan aksi donor darah, pengobatan gratis bagi orang2 miskin dan lain-lain. Ini adalah bagian dari tugas gereja tanpa melupakan tugas penting lainnya yaitu membina kerohanian jemaat. Biar bagaimanapun, dunia menunggu tindakan2 aplikatif ke lapangan akan ajaran2 kasih kepada sesama yang dipegang oleh orang Kristen. Dan ini adalah saatnya kita mulai masuk ke “alam nyata”, tidak hanya berkoar koar di dalam gedung gereja, tetapi masuk ke lapangan dengan segala keadaan dan tantangannya.

Gereja perlu menaikkan terangnya ke atas gunung setingginya, sehingga dunia bisa melihat sekaligus merasakannya. Mengimbangi bahkan mengalahkan “sinar” masjid dan vihara yang dari nun jauh telah berlari mendahului gereja untuk merealisasikan ajaran mereka: mengasihi dengan bukti nyata.

Tak terkecuali Gereja Pentakosta Indonesia. Jika mau jujur alias sadar diri, gereja kita sangatlah minim seminim minimnya turut dalam kegiatan2 kemanusiaan. “Ketidak punyaan” kita mungkin jadi alibi untuk membela diri, tetapi alasan itu tentu hanya diberi nilai rendah, sebab bukankah kita mengetahui bahwa jika kita memberi, maka kita akan menerima kelimpahan berkat?

Natal dengan segala hiruk pikuknya adalah momentum yang sangat tepat bagi gereja untuk mencoba membuka jalur baru untuk bisa menunjukkan sinarnya. Saya coba buat hitung-hitungan kasar, bahwa selama bulan Natal bulan Desember perayaan2 Natal di Lingkungan Gereja Pentakosta Indonesia menghabiskan dana yang jumlahnya tak kalah fantastis. Dalam tempo kurang dari 1 bulan, kita menhabiskan dana tak kurang dari Rp 2.000.000.000 alias Dua Milliar Rupiah. Pertanyaan refleksinya adalah: berapa persen dari 2M yang bisa kita bagi kepada orang2 miskin, orang yang kekurangan, orang2 yang sedang kritis, panti asuhan, panti jompo dan lain2? Belum lagi bila kita menyadari bahwa kadang2 Perayaan-perayaan Natal kita bukannya sepenuhnya berfokus kepada Tuhan, melainkan sering adalah untuk memuaskan dan memenuhi keinginan kita. Tak jarang pula sehabis natal bukannya meningkatkan rasa damai dan kasih antar sesama seperti harapan panitia, malah sering terjadi perselisihan dan bertengkaran. Bisa karena uang, bisa karena perbedaan prinsip dan bisa pula karena kepentingan-kepentingan yang berbeda.

Okelah, lupakan itu. Wong dimana-mana juga sering terjadi perselisihan2 dan perbedaan2 kecil. Apa yang saya ingin sampaikan secara persuasif adalah supaya kita khusunya Gereja Pentakosta Indonesia mulai membiasakan diri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada sesama manusia, kalau belum bisa menjangkau lintas agama, minimal sesama Kristiani. Tidak bisa menumbang uang, bisa barang, tidak bisa barang donor darah juga mulia..

Mengutip sebuah lagu Pujian:
Bersinar...bersinar... Itulah kehendak Yesus..

Bersinarrr...bersinar... Aku bersinar terusss

Haleluya!!!!


Saturday, December 01, 2012

Donor Darah GPI Medan

Menjelang Perayaan Natal Gereja Pentakosta Indonesia Wilayah Medan dan Sekitarnya 02 Desember 2012, panitia menyelenggarakan Aksi Sosial Donor Darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Medan.  Kegiatan ini terlaksana dengan baik pada hari Rabu 28 November 2012. Aksi Sosial Donor Darah yang merupakan kegiatan perdana di GPI Kota Medan ini diadakan di gedung Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tanjung Gusta.

Gereja Pentakosta Indonesia menyadari bahwa kita harus semakin menunjukkan dampak yang baik bagi masyarakat. Karena itu adalah tugas gereja sebagai garam dan terang dunia. Karena itu Perayaan Natal adalah momentum yang tepat bagi kita dan orang Kristen umumnya untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama, baik melalui bantuan dana, materi maupun dengan aski-aksi sosial seperti donor darah ini.  Ketika kita menghabiskan ratusan juta rupiah untuk perayaan natal, maka akan indah bila kita berbagi kepada sesama manusia dan masyarakat yang membutuhkan. Karena setetes darah kita, adalah nyawa bagi mereka.
 
Hadir dalam acara Aksi Sosial Donor Darah ini Ketua Panitia Natal Pdt M Nainggolan, S.E , S.Th, Sekretaris Panitia St Ir L Naibaho, Wakil Sekretaris Panitia Laston Lumbanraja, S.Sos, Bendahara Panitia Natal Ibu Ny Gr Drs M Sihombing beserta puluhan pendonor baik hamba Tuhan, kaum ibu maupun pemuda dari berbagai sidang.  Dari pihak PMI sendiri hadir ibu Dr Marlina sebaga penanggungjawab beserta rombongan dan tim dari PMI.

Selain pengambilan darah, pihak PMI juga melakukan konsultasi kesehatan dan test tensi, HB darah dan informasi jenis golongan darah si pendonor. Pihak PMI menjelaskan, bahwa selama ini banyak orang yang tidak mengerti manfaat dari donor darah. Dikatakan beliau, bahwa donor darah bukan hanya perbuatan amal akan tetapi membuat tubuh lebih sehat karena menyebabkan aliran darah dalam tubuh lebih lancar, serta kita tidak dibatasi menikmati berbagai jenis makanan.
 
Terima kasih kepada para Hamba Tuhan, jemaat dan rekan2 Gen Muda yang sudah berpartisipasi dalam Aksi Sosial Donor Darah Perdana GPI Kota Medan, terima kasih juga kepada rekan2 dari luar GPI Kota Medan yang turut berpartisipasi.
 
Tuhan Memberkati..
 
HALELUYA!!!!!!







Thursday, November 22, 2012

Ibadah 18 Nov 2012

Dokumentasi Ibadah Mingguan IMK Akbid Helvetia-Medan. Minggu 18 November 2012.

Thema: Sabar dalam Kesukaran
Oleh: Bg Laston Lumbanraja, S.Sos

Mazmur 126: 5-6

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Doa sebelum Khotbah

Pemain Musik

Dou MC

Anak2 IMK Memuji Tuhan

Haleluya..

Vocal Group Bahasa Nias

Doa Syafaat oleh Ester Hizkia

Berdoa

Doa Penutup

Tuhan Yesus Memberkati>>


Wednesday, November 14, 2012

Ibadah IMK 11 Nov 2012

Dokumentasi Kebaktian Mingguan IMK Akbid Helvetia-Medan. Minggu 11 November 2012.

Thema: "...Power of Unity..."
Oleh: Bg Laston Lumbanraja, S.Sos

Nats, Keluaran 17:12-13:

12: Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.

13: Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek b dan rakyatnya dengan mata pedang..."











Tuhan Yesus Memberkati!!!