Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Wednesday, September 01, 2010

1,16 T untuk Istana Baru, DPR Sedang Mati Rasa


Tak perlu susah-susah untuk mencari perbandingan, bagaimana saya berani mengatakan bahwa DPR sedang mati rasa. Rakyat yang kelaparan karena Kemiskinan, Kemacetan yang menyebalkan akibat sarana transport yang kacau, Sakit penyakit yang melanda negeri ini, Pengangguran yang semakin hari semakin membawa frustasi.
Ahh justru sulit untuk mencari alasan yang logis kenapa membangun istana baru harus menjadi agenda prioritas DPR di tengah-tengah kondisi negeri yang carut marut.

Informasi akan kondisi gedung DPR yang mengalami kerusakan kecil memang sudah lama terdengar di alam Indonesia Raya ini. Dan adalah wajar jika kerusakan itu diperbaiki sebagaimana mestinya. Dalam hitung-hitungan matematis, tentu saja anggaran untuk ini tidak terlaluj besar.

Namun para penghuni gedung parlemen ini rupanya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermimpi di tengah-tengah masyarakat kita yang tak bias tidur menjaga hidup bahkan nyawanya. Akhirnya muncul dukungan dari sebagian besar untuk membangun gedung baru DPR. Jadilah rencana ini bukan hanya perbaikan tapi pembangunan Istana Baru.

Istana baru ini di anggarkan berbiaya 1,16 Triliun Rupiah. Dengan fasilitas serba mewah, fasilitas rekreasi, ruang spa dan sauna, ruang kerja pribadi, ruang staff ahli ruang asisten pribadi termasuk ruang istirahat yang serba mewah.

Meski ada penentangan dari sebagian Anggota DPR, seperti Wakil Ketua DPR dari PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan bahwa dia sendiri malu dengan rencana Pembangunan ini. Tapi saya pesimis.. Amat pesimis, mengingat dominasi Ruhut Situmpul dkk yang berkendaraan PD akan bisa dengan mulus meloloskan proyek ini. Kita Negara demokrasi toh? Suara terbanyak suara Tuhan, hahaha.

Entahlah…Idola saya di negeri ini, Ketua MK Mahfud MD mengatakan bahwa rencana pembangunan ini diluar kepantasan. Tapi saya mengatakan ini suatu rencana orang-orang yang sudah MATI RASA.


Tuesday, August 31, 2010

PROKONTRA SIKAP KITA TERHADAP MALAYSIA


Kesal, emosi dan ekspresi kemarahan lainnya tentu menjadi sikap awal dari hampir semua kita ketika mendengar Harga Diri bangsa sendiri di obok-obok oleh Negara tetangga yang serumpun dengan kita Malaysia.

Di lapangan, berbagai bentuk dari pelampiasan amarah dilakukan oleh berbagai elemen dan komunitas masyarakat untuk menunjukkan Nasionalismenya terhadap bangsa yang besar ini. Ditambah lagi siaran televise lewat wawancara dan liputan berita yang turut membantu mengekspos kondisi panan ini ke mata masyarakat luas. Itu adalah wajar dan sah-sah saja.

Dalam bentuk yang lebih soft,
pemerintah juga sebenarnya turut pusing melihat keadaan ini. Di satu sisi naluri kebangsaan mereka juga tak lebih rendah dari kita, bahwa mereka juga turut kesal dengan sikap arogansi Malaysia kepada bangsa dan negeranya.


Jadi saya melihat ada dua type yang terjadi di Indonesia kita dalam menyikapi kondisi yang sedang terjadi ini. Elemen dan komunitas masyarakat di lapangan melakukan hard diplomacy atau cara-cara keras untuk menantang dan mengancam Malaysia. Sedangkan pemerintah memilih cara-cara halus atau soft diplomacy.

Diplomasi mana yang lebih tepat?

Manurut saya dua-duanya perlu. Dengan catatan tidak terlalu anarkis. Sebatas demonstrasi dan pernyataan sikap adalah wajar. Hanya saja kita lihatlah, Menlu Malaysia malah balik ancam kepada RI atas sikap anarkis yang kita tunjukkan. Dan disamping itu pemerintah bekerja dengan cara-cara yang lebih elegan untuk berunding dengan Malaysia.

Karena kalauj kita mau jujur sebenarnya bahwa penyebab seringnya timbul msalah kedua Negara adalah karena PERBATASAN WILAYAH YANG BELUM JELAS. Masing-masing Negara mengklain wilayah negaranya. Dan msalah ini akan terus berlanjut bila batas Negara ini tidak diselesaikan di atas meja dan bahkan ke PBB.

Kalau batas Negara sudah jelas, maka dipastikan sikap saling klaim tidak akan muncul lagi yang juga akan meredam atau meminimalisir perselisihan di antara dua Negara yang serumpun dan sama-sama bekas jajahan eropa.

Kita tunggu saja..