Mission Started. Misi telah dimulai. Kiranya Tuhan Memberkati..

Wednesday, October 27, 2010

Selamat Ber (ULAH) Tahun PLN


Sekitar dua bulan lalu, informasi resmi dari PLN terbacaku bahwa ada lomba Karya Tulis yang disponsori oleh Perusahaan yang kini hanya 25% milik Negara ini. Kegiatan ini adalah salah satu dari sekian dalam rangka peringatan hari jadi Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2010. Tentu saja Lomba Karya tulis ini diimingi hadiah yang tak kalah menarik. Dan sudah pasti pula banyak yang berminat untuk menjadi calon pemenang. Tak terkecuali saya sendiri.

Itu sebabnya buru-buru saya cari dan amati topic-topik dan poin-poin tulisan yang memang di sediakan oleh PLN.
Namun setelah saya baca dan simak sepintas, buru-buru pula batinku berkata. I don’t like this. Saya tidak tertarik. Karena topic-topik tulisan yang disediakan oleh PLN adalah mengarah pada pujian dan apresiasi terhadap kinerja PLN selama ini. Tentu saja batinku berontak. Sebab selain PLN tendensius, juga saya melihat ada upaya pembatasan bagi kritikus-kritikus PLN dalam membuat tulisannya.

Jadilah saya keluar dari arena yang dibuat PLN. Dan saya memutuskan untuk menulis di rumah sendiri. Yaitu rumah kecilku yang kini nyaris menempuh usia 2 (dua) tahun. Tentu saja saya akan jadi pemenang nantinya. Namanya rumah sendiri, hadiah juga bias saya create sendiri toh, hehe..

Selamat
Pertama sekali tentu saja saya ucapkan dari hati yang tulus: Selamat Ulang Tahun yang ke -65 PLN ku tercinta. Semoga panjang umur dan makin jaya dikau memberi negeriku terang yang benderang. Semoga pula para direksi dan karyawan senantiasa bijaksana dan sehat walafiat dalam menjalankan amanat tugas pokok dam fungsinya. Semakin jaya kiranya PLN.

Penyalaan Bergilir
Sebagai orang awam dalam dunia kelistrikan, maka sorotan saya langsung mengarah pada kinerja PLN di lapangan atau alam realitas. Sebab saya tidak paham benar akan sejarah, latar belakang, susunan direksi, tata kerja dan hal lainnya di dalam intern PLN. Termasuk intervensi Pemerintah dalam penatalayanan PLN tidaklah saya tahu.

Tapi yang saya lihat sebagai fakta adalah trend kerja PLN yang makin hari makin terdegradasi. Tentu saja yang saya maksud adalah dalam bidang penyediaan penerangan bagi masyarakat. Nampaknya makin dewasa, PLN malah mengubah life style kea rah yang lebih buruk. Jika dulu PLN gemar melakukan pemadaman bergilir, kini yang terjadi adalah penyalaan bergilir. Pemadaman bergilir artinya, untuk suatu waktu tertentu aka nada pemadaman bergilir dimana tiap daerah dapat jatah mati lampu secara bergiliran. Pemadaman bergilir ini juga artinya bahwa pemadaman hanya sesekali saja, atau boleh di bilang sesuatu yang langka.

Tapi kini yang terjadi adalah penyalaan bergilir. Tiap daerah dapat jatah penyalaan lampu listrik. Meski PLN masih mengemas aksi dalam nama Pemadaman Bergilir, tapi faktanya yang terjadi adalah Penyalaan bergilir, karena lebih sering mati dari pada hidup.

Kelamaan Tidur
Jika dicoba telisik lebih dalam, dan mencoba merenung, kenapa sampai di usia ke 65 tahun PLN, Listrik masih saja menjadi momok bagi bangsa Indonesia ini. Padahal topic Bisik-bisik tetangga masih saja konsisten beredar bahwa negeri ini kaya akan SDA termasuk energy yang terkandung di perut ibu pertiwi. Bahkan ironisnya, rakyat harus bersusa payah mendapat layanan Listrik di tengah rentetan sumber listrik yang sebenarnya lebih dari cukup bahkan melimpah jika saja di olah dengan sungguh-sungguh oleh Negara.

Lalu sampai kapan rakyat hanya bias menelan ludah, melihat energy listrik yang manis tapi tak bias meraihnya dan menjadikannya sebagi penerang hari-hari? PLN… Jangan kelamaan tidur. Atau apakah energy yang sudah panas di perut ibu pertiwi ini kita tunggu bangun dari tidur lalu mengamuk membabibuta karena tak kunjung kita poles dan dandani dia? Bangunlah PLN, supaya bangun lembah energy yang akan jadi sahabat kita itu.

Swastakan
Berita dari tetangga juga saya dengar, bahwwa ternyata PLN kini hanya 25 %dikuasai oleh Negara. Sedangkan 75% sudah milik swasta. Tanggapan sela, bias saja ini salah satu penyebabnya PLN kebanyakan tidur dan juga terjadi tarik ulur kepentingan di tengah-tengah upaya memperbaiki PLN.

Karena itu saya menyarankan supaya pemerintah sepenuhnya 100% men-tenderkan dan menyerahkan pengelolaan PLN kepada swasta. Sebab sudah jadi rahasia umum, jika suatu bada usaha dikelola oleh Negara, maka… (tak usahlah saya perpanjang)…. Dan bila di kelola oleh swasta, maka hasilnya akan sangat memuaskan.

Jadi saya memilih dan menyarankan pemerintah memilih gaya kerja pemerintah sperti di Negara-negara Maju dan Barat. Negara menyerahkan semua urusan bisnis kepada swasta. Pemerintah biarlah focus hanya pada urusan pemerintahan, penerimaan pajak, layanan Admisnistrasi, legalitas dan lain-lainnya. Dengan demikian pengelolaan PLN akan bias dilakukan dengan sungguh-sungguh dan professional. Semoga!!


35 comments:

  1. walaupun daerah saya belum mengalami penyalaan bergilir, tapi saya tetap berharap pada kinerja PLN yang terus menerus menaikkan harga. gembar gembor nuklir sebagai sumber daya juga sudah banyak saya dengar. saatnya PLN melakukan perubahan kearah yang alebih baik.

    ReplyDelete
  2. pln diswastakan rasanya saya tak setuju. tapi memberi kesempatan pada perusahaan swasta asing untuk bersaing dengan pln mungkin dampaknya lebih bagus.

    ReplyDelete
  3. Nuklir?? Semoga saja.. kita doakan..

    ReplyDelete
  4. HAH?? Saya baru tau kalau PLN hanya 25% dimiliki negara!

    Wah, kacau kalau diswastakan. Contoh dong Rusia, yg berani menasionalisasi aset2 yg dulu dikuasai swasta.

    Tapi memang semua kembali ke satu kata: MANAJEMEN. Tanpa itu.. bye bye listrik murah.

    ReplyDelete
  5. selamat ulangtahun PLN yg ke 65.
    baru tahu kalau kini 75% PLN milik swasta.
    salam hangat dari S.A

    ReplyDelete
  6. Darin: Saya malah setuju diswastakan, supaya dikelola professional

    ReplyDelete
  7. semoga listrik tidak byar pet lagi....

    ReplyDelete
  8. Swasta atau negeri sama aja..
    yang penting diutamakan untuk kebutuhan rakyat,..

    ReplyDelete
  9. Semoga bertambahnya usia, bertambah pula mutu layanannya ...
    Salam kenal dari Solo

    ReplyDelete
  10. Hi Laston, My internet connection is reacting very slow so my translater is doing the same. I will come back and read your post later today. The picture on my post is of a boy in an advertisement for Christian Children's Ministries. An organization which is needing people from other places to "sponsor" children and help support them because poverty. I'm sure you must have organizations similar to that in your country where they are wanting the more "monitarily fortunate to help supposrt little children so they can go to school, have decent clothes, food, medicine, and so on. This is only the second time since I have been blogging that I didn't one of these posts, but I felt that I neeeded to do it for this cause because it is a Christ-based organization and the children learn about God and get fed spiritually as well as physically.

    God Bless,
    PJ

    ReplyDelete
  11. kunjungan peradana
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  12. kunjungan peradana
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  13. horas..! bloger Medan salam kenal opung..:)

    terlalu bnyak kontroversi klau sesuatu perubahan yg tak lazim,padahal kalau dilihat secara jangka panjang itu adlah menuju ke arah yang lebih baik..

    ReplyDelete
  14. I do not understand your language. Even if I use google translate, it is very hard for me :(

    ReplyDelete
  15. Pencerah: hahahha, ternyta pet juga masih masalah ya

    ReplyDelete
  16. Itik: kita dah sama2 taulah kualitas layanan negeri

    ReplyDelete
  17. Ratan: salam juga dari Samosir kawan

    ReplyDelete
  18. PJ: God bless you. N thanks for explanation..

    ReplyDelete
  19. Robert: I'll try to write in english..

    ReplyDelete
  20. smangad kk Laston
    tuh udah ada yg req bhsa ingg :D

    ReplyDelete
  21. semoga nggak sering mati lampu lagi...

    ReplyDelete
  22. Hi Laston, It's me again. I really wish I could figure out a way to read your blog. I changed the language on my dashboard, but of course it only changed it there. I have no way to be able to translate your blog into English. I thank you for continuing to read my blog. I have seen blogs from other countries have "translators" on them and a person can just click it and it turns to English. Have you see those? I will keep checking back with you even if I can't understand your posts.

    God Bless You,

    PJ

    ReplyDelete
  23. Aciid... Iya nih lagi berusaha buat artikel english

    ReplyDelete
  24. PJ: Thank you very much... I'll try..

    ReplyDelete
  25. Hi Laston! You did it! I can read your blog now~ Yay! As far as privately or state owned electricity, I am sure there is bad and good on both sides. I don't like the idea of the "government owning anything or having too much control. When the private sector is happening unless it is regulated somewhat, then people get greedy, especially with no competition and customers suffer. State owned kind of reminds me of communism. I'm not saying that it is communism, just that I don't think the government should have too much control over our lives. Kind of like someone saying "share the wealth" when a person has worked hard all their life to get it, just to have to let others who have never worked and lived on welfare most of their life have part of the money. That is wrong. Back to the electricity, it seems to me if people allow the government to take over too much then they will just keep going and not know when to stop taking over. They get power hungry.

    Now this is just my opinion and I don't know about your country's situation, but I will definitely continue reading your blog to learn. Thank you for placing the translator on here. I am so excited. God Bless you.

    PJ

    ReplyDelete
  26. Ya..pikirin aja kinerja,,jangan kantong sendiri..
    Sukseds PLN

    ReplyDelete
  27. Dangstar:Bukan direksi yangsalah.. Tapi pemerintah..

    ReplyDelete
  28. sudah cape melihat kinerja PLN ini. telat bayar, langsung main putus. kalo mereka melakukan penyalaan bergilir, paling2 cuman minta maaf.
    sebaiknya swasta juga boleh menggarap bisnis setrum. supaya ada kompetisi.
    bandingkan dengan pertamina. dulu, mereka bisa santai2. tapi setelah ada regulasi baru, dimana siapa saja boleh nyemplung di bisnis minyak, apalagi setelah masuknya Shell, Petronas, mereka berbenah.
    kalo cuman PLN yg memonopoli bisnis setrum, ngga bakalan maju dah..

    ReplyDelete
  29. setuju pak Hurasoit,,, harus ada pembanding

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)