Mission Started. Misi telah dimulai. Kiranya Tuhan Memberkati..

Friday, December 17, 2010

HP, Pengikis Etika dan Moral kita


Tulisan saya di Koran Analisa Medan, 16 Desember 2010. http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=79222:handphone-pengikis-etika-dan-moral-kita&catid=78:umum&Itemid=131

Teknologi selalu mem punyai dua sisi. Ya.. begitulah faktanya. Artinya kehadiran sebuah produk teknologi sejak jaman dahulu kala selalu mempunyai dua dampak terhadap kehidupan manusia.


Tentu saja ada dampak baik atau positif dan ada dampak buruk atau negatif. Dari segi ukuran ada dampak besar, ada pula hanya dampak kecil. Dari sudut waktu dapat pula diklasifikasikan dampak yang terjadi secara cepat, ada pula secara lambat. Tergantung produk teknologi mana yang sedang memasuki kehidupan masyarakat pada satu dekade waktu tertentu.

Handphone adalah satu produk teknologi modern yang memasuki kehidupan manusia di abad ke-20. Sebagai satu produk teknologi bidang informasi dan komunikasi yang sangat cepat, akurat dan efektif, pastilah Handphone menjadi barang penting bagi setiap orang di alam jagad raya ini. Bagaimana tidak, dengan menggenggam sebuah hanphone, kita bisa dengan mudah dan cepatnya melakukan komunikasi dengan orang lain. Baik melalui berbicara langsung atau melalui pesan singkat atau sms (short message service).

Salah satu contoh misalnya, orang Samosir yang dulunya bila ingin memberitahukan informasi kepada keluarga di perantauan, katakanlah Medan, hanya ada dua opsi yaitu mengirim surat melalui kantor pos atau harus datang sendiri ke tempat tujuan. Selain menyita waktu, juga menyita tenaga, pikiran dan terutama membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi dengan kehadiran handphone, setiap orang dengan sangat mudah sekali menyampaikan dan menerima informasi kepada dan dari teman, keluarga, dosen, pendeta atau siapa saja.

Belum lagi, nampaknya dari waktu ke waktu produsen handphone selalu menghasilkan kreasi-kreasi yang menciptakan fasilitas-fasilitas baru dalam hanphone yang sangat memanjakan pemakainya. Katakanlah produk video call (3G) yang sangat memanjakan kita bisa sambil menelepon saling melihat paling tidak wajah penerima dan pemanggil. Belum lagi akhir-akhir ini Handphone telah dilengkapi fasilitas internet, java, dan berbagai produk teknologi lainnya. Sehingga sulit untuk menyangkal bahwa Handphone telah menjadi barang WAJIB bagi setiap orang di dunia ini.

Akan tetapi sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, rela atau tidak rela bahwa handphone telah membawa kehidupan kita pada sebuah perubahan sosial yang secara cepat dan berdampak besar sampai pada sendi-sendi kehidupan social masyarakat. Karena sebenarnya handphone telah secara jelas dan beringas mengikis bahkan menyandera nilai-nilai moral dan etika kita. Dan tanpa terkecuali kita telah tersandera pada ketergantungan yang keterlaluan terhadap sebuah handphone. Seorang anak remaja bilang: Saya suntuk benar kalau satu jam saja tanpa handphone. Dan kalau mau jujur, hampir semua kita akan mengalami hal yang sama, jika sebentar saja tanpa handphone, Benar atau sadar ndak kita sih??

Lebih dalam lagi, Hanphone telah mengikis nilai-nilai moralitas dan etika kita sebagai bagian dari masyarkat. Apalagi kita orang Indonesia yang masih di kenal dengan adat ketimuran dengan nilai-nilai moral dan sopan santun serta tutur kata yang sangat beradab.

Di gereja misalnya, kita sudah menyaksikan bagaimana handphone seolah punya magnet yang sangat besar sehingga susah melepaskan diri dari tangan dan jari kita meski saat ibadah kepada Tuhan sekalipun. Sehingga tidak heran, pada saat Pendeta mulai berkhotbah, jemaat dan pemuda khususnya seolah tanpa rasa segan dan takut lagi asik mengutak-atik hanphone. Atau pada saat menyanyi (juga memuji Tuhan) jemaat malah sesering mungkin lirik-lirik handphone sambil senyam-senyum entah apa kata handphonenya kepada pemilik yang telah disanderanya. Mungkin saja bukan hanya di gereja gejala ini terjadi, mungkin saja Masjid atau Wihara tak lepas dari tingkah manusia yang juga telah tersandera oleh handphone. Ternyata urusan manusia dengan Tuhannya juga telah turut dikangkangi oleh sebuah benda kecil bernama handphone.

Nilai-nilai moral dan etika dalam keluarga juga tak terhindar dari pengaruh negative si handphone ini. Bayangkan di depan mertua sendiri, seorang menantu bisa saja tanpa basa-basi menerima dan menelepon teman atau suaminya sambil ketawa-ketiwi bahkan suara nyaring tanpa menghiraukan kegusaran mertuanya yang merasa asing dengan kebiasaan modern generasi sekarang. Atau sampai tengah malam bertelepon dan bermesra ria dengan pacar, suami tanpa mempertimbangkan orang tua yang sudah mau muntah melihat tingkah dan pola bicara kita. Apalagi handphone tidak pernah toleransi dengan waktu. Sehingga seorang anak misalnya sudah terbiasa melakukan komunikasi telepon melalui hanphone selama ber jam-jam bahkan sampai larut malam bahkan subuh.

Bagaimana pula dengan dunia Sekolah

atau Pendidikan yang nota benenya di huni oleh anak-anak remaja dan mahasiswa yang mengklaim sebagai konsumen yang paling membutuhkan handphone?? Huwa..huwa..huwa jaman saya dulu, ketika seoran guru yang adalah pahlawan tanpa tanda jasa sedang menerangkan sebuah topik pelajaran, maka senyum sedikit saja, atau melirik sebentar saja, bisa-bisa si guru sudah mendampar kita. Atau sedikit ribut saja dengan teman sebangku, hamper pasti kita akan kena sanksi berdiri angkat satu kaki selama satu jam di depan teman-teman. Itulah sebagai bukti tingginya nilai-nilai disiplin dan moral kita terhadap guru kita, juga sebagai bukti saling menghormati dan menjaga ketertiban sesama siswa sekolah.

Lalu bagimana kini?? Ha. hahaha.. Lagi-lagi handphone telah menyandera kita, menyetir perilaku kita dan membawanya kemana dia suka. Masih adakah pelajar di kota kita yang tidak mengantongi sebuah handphone ketika berangkat ke sekolahan? Mungkin saja masih ada, tapi berapa orang? Masih adakah siswa atau mahasiswa yang merasa segan dan hormat kepada guru, atau ternyata sudah serasa tak ada lagi batas-batas sopan santun sehingga dengan santai dan mudahnya mengirim sms atau menelpon guru meski tak penting sekalipun? Lalu apa yang dilakukan seorang mahasiswa atau siswa terhadap handphone nya ketika seorang guru atau dosen sudah berkeringat memberikan pelajaran di ruangan?

Tragisnya lagi, sebuah hubungan yang tak sepantasnya antara seorang guru dan siswa sepertinya sudah jadi fenomena saat ini. Sudah biasa kita dengar seorang pengajar dan anak didik memiliki hubungan yang tak wajar, hanya bermula dari kebiasaan seorang siswa yang sering-sering menghubungi si pengajar melalui hand phone. Seorang pelajar seolah sudah tanpa batas leluasa dan tak mengenal waktu lagi berkomunikasi handphone dengan gurunya. Si pelajar punya motif perbaikan nilai, dan si guru pun lama-lama punya jurus untuk suatu motif. Kenapa bisa terjadi? Bang napi bilang, Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi karena ada kesempatan. Hm.. hm.. Gara-gara handphone..

Itu hanyalah satu dari contoh yang tak terhitung lagi jumlah kasusnya. Yang jelas pengaruh negative hanphone telah menciptakan perubahan sosial yang sangat cepat dan berskala besar pada sendi-sendi kehidupan manusia terutama kalangan pelajar dan mahasiswa. Yang membuat saya sedih adalah, nampaknya dampak itu susah untuk dibendung. Masyarakat kita sudah keburu tersandera dengan fenomena ini sehingga sudah hampir menjadi lifestyle kita semua. Sehingga secara budaya dan etika local, penyakit ini nyaris tak tersembuhkan lagi. Seorang Pendeta mungkin hanya bisa sekedar menyarankan saja untuk mengurangi ketergantungan terhadap handphone pada saat ibadah. Demikian pun seorang guru mungkin hanya bisa sekedar menegor saja kepada seorang murid yang rajin mengutak-atik handphone saat sedang berjalan proses belajar mengajar. Sehingga kecil sekali kemungkinan untuk membendung penyakit ini.

Lalu kalau secara formal diciptakan aturan untuk membendung fenomena ini, mungkinkah??

Polantas Bisa Jadi Pionir

Yang jelas saya dan kita berharap selain hukum tak tertulis berupa anjuran, pendekatan adat dan budaya, kita berharap pemerintah memikirkan sebuah kebijakan arif dan bijaksana serta mencerminkan keadilan untuk mengatasi dan meminimalisir penyakit yang ditimbulkan oleh sebuah produk teknologi bernama handphone ini. Memang sulit mung kin, selain pemerintah bisa di anggap terlalu intervensi, membuat kerangka dan pola serta landasan hukum kebijakan pun tidak gampang di tengah-tengah bangsa yang masih kental euforia demokrasi dan reformasi.

Akan tetapi kemungkinan dan peluang tetap ada, mengingat dampak dan pengaruh handphone cukup besar mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dan generasi muda kita. Dan saya menaruh harap kepada Polisi dalam hal ini Polisi Lalu Lintas sebagai pionir. Kenapa bisa jadi pionir? Karena sebenarnya dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 pasal 283 tentang Lalu Lintas di sebutkan:

"..Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimakud dengan pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Produk Undang-Undang inilah yang kita harapkan bisa dijadikan oleh Polisi untuk secara tegas dan jelas melarang setiap pengguna Kendaraan bermotor menggunakan handphone sambil berkendara. Karena bisa dikenakan pidana kurungan dan atau denda. Dan untuk lebih mempertajam tujuan dan makna pasal 283 ini, Pemerintah daerah diminta untuk mengeluarkan perda secepat mungkin.

Jika Pemda dan polisi mam pu dan berhasil menjalankan Pasal 283 ini, maka itu bisa melecutkan para pemimpin komunitas (mulai dari Pendeta, Guru, Ustad, Direktur) untuk mempengaruhi komunitasnya guna mengembalikan etika dan moral kita yang sempat tersandera oleh sebuah produk teknologi bernama handphone. Semoga saja, dan mari kita mulai dari diri kita sendiri. Mari pergunakan handphone seperlunya dan gunakan pada waktu, kondisi dan tempat yang sebenarnya sembari kita tunggu kabar dari Polisi lalu Lintas. ***

Penulis adalah pemerhati masalah sosial, politik dan ketatanegaraan Indonesia. Ketua Biro Pemuda GPI Kota Medan Sekitarnya


Thursday, November 25, 2010

Sumiati CS Lunglai, Pemerintah dan BNP2TKI Linglung


Mengejutkan untuk mendengar dan membayangkan!!! Enam tahun sudah UU NO 39 Tahun 2004 Tentang Ketenagakerjaan Indonesia ke Luar Negeri disahkan oleh DPR, namun sampai sekarang belum keluar Peraturan Pemerintah sebagai acuan dan atau petunjuk pelaksanaan dari Undang-Undang yang sangat urgent tersebut. Nyatanya, ketika terjadi permasalahan yang melilit Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri pemrintah seakan abai dan menutup mata. Di sisi lain pihak swasta dalam hal ini BPTKI dan pihak-pihak penyalur tenaga kerja pun tak mampu berbuat apa. Mereka menuding pemerintahlah yang lalai melaksanakan tugasnya. Menurut mereka sejak TKI berada di Negara tujuan, maka sudah menjadi domain pemerintah untuk melayani dan melindungi. Sebaliknya pemerintah “mengira” bahwa urusan TKI yang disalurkannya adalah tugas dan tanggung jawab penyalur mulai dari perekrutan, pelatihan hingga pelayanan setiba di negera tujuan. Saling lempar tanggung jawab pun terjadi.

Siapa Apa yang salah?
Tentu saja pemerintah yang telah melakukan kesalahan fatal se fatal-fatalnya. Apakah pemerintah sedang bodoh atau pura-pura bodoh? Pasal-pasal Undang-Undang itu saja sudah jelas multi tafsir, tapi kenapa pemerintah tidak menerbitkan Peraturan Pemerintah supaya pihak-pihak yang bertanggungjawab bisa mengetahui batasan-batasan hak dan kewajiban mereka sebagai penyalur Tenaga Kerja?

Oh..ho.ho.ho… Padahal kita tahu jelas dan terang benderang, bahwa Tenaga Kerja Indonesia yang ada di luar negeri adalah penyumbang devisa yang sangat besar terhadap negeri ini, pun jadi pengisi rekening para penyalur yang kian hari makin gemuk saja. Tapi malang bagi Sumiati dkk, ketika para pahlawan devisa ini berjuang menggadai nyawa bahkan “tubuh”, pemerintah dan penyalur malah terbata-bata tak paham tugas dan kewajibannya. Bukankah memberikan perlindungan kepada warga negaranya baik di dalam maupun luar negeri adalah tanggung jawab pemerintah? Maka tak ubahnya, pemerintah kita sekarang adalah peng ekspor sekaligus penghisap darah warganya sendiri yaitu Tenaga Kerja yang ada di luar negeri.

Tapi yang anehnya, pemerintah selalu saja membantah telah melakukan kelalaian fatal atas kejadian-kejadian yang menimpa warganya diluar negeri. Seorang staf menteri Ketenaga kerjaan yang diundang bang Karni Illyas pada acara Atas Nama Rakyat di TV One nampaknya sudah didoktrim untuk ngotot tak mengakui pembiaran-pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah. Maka tak heran, si kawan ini pun dengan manisnya mengatakan bahwa pemerintah selalu care dan melayani keluhan-keluhan serta mebantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi para Tenaga Kerja kita.

Padahal siapa yang tidak tahu, ratusan bahkan ribuan kasus yang menimpa TKI kita di luar negeri yang tak pernah becus dibantu oleh pemerintah? Berapa ribu orang para pahlawan kita yang tanpa sebab dan musabab diperkosa, berapa ratus nyawa yang harus menghadapi dan mengakhiri hidup oleh hukuman mati dan di tiang gantung? Berapa puluh ribu orang yang tiap tahun di penjara? Lalu berapa ribu orang yang pulang menjadi mayat setelah meninggal karena “sakit”? Saya tulis “sakit” dengan tanda kutip, sebab mereka yang meninggal karena sakitpun adalah karena penyiksaan, tidak makan dan minum serta mengalami perbuatan biadab lainnya.

Moratorium hanya Lelucon

Sebagian masyarakat bahkan pemerintah mengisukan dikeluarkannya moratorium penghentian sementara pengiriman TKI ke luar negeri terutama ke Negara-negara yang saat ini sedang terjadi masalah dengan TKI kita. Tapi nampaknya moratorium itu hanya lelucon dari bibir seksi pemerintah kita. Masih menari di alam hayal kita, ketika beberapa bulan lalu pemerintah mengisukan penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia, Lihatlah datanya, bahwa TKI baik legal dan illegal malah tetap berjubel dan masuk ke negeri jiran pasca moratorium. Lagi pun pemerintah tak punya daya dan upaya untuk mengimplementasikan moratorium tersebut. Sebab selain pemerintah sudah terbiasa melakukan kebijakan keliru dan minim manfaat, bagaimana bisa melakukan pengawasan dan mendeteksi puluhan ribu penyalur TKI yang menjamur di negeri ini yang setiap harinya bisa dengan leluasa tanpa pengawasan untuk melakukan pengiriman TKI ke luar negeri?

Artinya apa? Gertakan sambal pemerintah ala moratorium penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri adalah tidak efektif. Atau kasarnya tak berguna sama sekali. Apalagi kalau kita hubungkan dengan minusnya lapangan kerja di negeri kaya raya ini. Sedih memang mendengar berita, kalau ternyata Indonesia sudah menjadi pemain tunggal yang masih mengirim TKI nya ke Negara Arab Saudi. Satu-satunya, sebab Negara lain tidak lagi melakukannya. Tapia pa boleh buat, hitung punya hitungan, dari pada tak makan di negeri sendiri, lebih baik jadi “budak” di negeri orang, dengan kebutuhan sehari-hari lumayan bisa terpenuhi.

Mendesak, Revisi UU dan Pembuatan PP

Maka jika kita, terutama pemerintah memang ingin serius membantu menyelesaikan persoalan para TKI/TKW kita diluar negeri maka langkah pertama adalah melakukan revisi terhadap UU No 39 tentang Ketenaga kerjaan yang multi tafsir. Kemudian segera pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah untuk dijadikan acuan pelaksanaan daripada Undang-Undang tersebut.

Dengan demikian tidak terjadi lagi tuding menuding antara pemerintah, KBRI dan pihak penyalur TKI terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kita tidak lagi bahkan serasa tidak tahan lagi mendengar informasi penyiksaan dan tindakan-tindakan biada lainnya yang dialami oleh para pahlawan devisa kita yang sedang tergadai di negeri orang. Semoga dan semoga tidak lagiterjadi!

Okelah, yang lalu sudah berlalu. Yang jelas pemerintah harus mengakui betapa lemahnya dan semrautnya pelayanan terhadap TKI/TKW kita. Selain itu, pemerintah seakan tidak pernah jemput bola dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Maka mulai saat ini, sejak kita menyaksikan kasus Sumiati yang “kebetulan ketahuan” ini, seharusnya membuka mata kita semua terutama pemerintah untuk mengupayakan tindakan-tindakan preventif untuk memproteksi para TKI/TKW kita yang sedang berjuang di luar negeri


Thursday, November 18, 2010

RAMAI-RAMAI EKSODUS KE “BUNGKER BIRU”


Tuhan pasti telah mempertimbangkan, amal dan dosa yang kita perbuat…. Begitu petikan lagu dari bang Ebiet G Ade, sang penyanyi dan pencipta lagu yang sohor dan kukagumi itu. Kalimat kritis nan puitis itu adalah jawaban dari bait sebelumnya, juga dari lagu tersebut. Sebelumnya bang Ebiet meratapi kondisi negeri ini dengan berkata: Memang bila kita kaji lebih dalam, di tengah ke galauan, masih ada tangan-tangan yang tega berbuat nista,,,huooo..hooo….

Bila kita telisik lebih jauh arti dan objek petikan lagu tersebut
tentulah para koruptor yang sedang disorot tajam oleh bang Ebiet. Bagaimana tidak, disaat negeri ini sedang berseru nyaring hendak memerangi koruptor, malah makin garang dan licik pun mati rasa para koruptor melakukan tabiatnya.

Bahkan kondisi negeri yang sedang carut marut, kemiskinan yang semakin parah, plus pengangguran yang seolah tanpa solusi lagi, nampaknya tak mampu menghantar para koruptor untuk sejenak (saja) merenung dan mendengar bisikan nuraninya untuk berhenti memperbesar luka ibu pertiwi yang sedang sekarat. Ahh.. Mungkin kita perlu bertapa, supaya ‘dewa’ saja yang mengubah watak para penghisap darah rakyat ini.

Kepala Daerah

Yang paling membuat hati menjadi miris lagi, para kepala daerah yang semestinya menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di daerah malah ke dini an tercebur ke lembah “dosa” korupsi ini. Jika kita rajin membaca dan mendengar berita-berita baik di surat kabar maupun televisi, pastilah telinga kita juga terusik mendengar kabar korupsi yang menjerat para kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota. Dan mata kita akan melototi wajah-wajah gagah dan ganteng para kepala daerah yang “diseret” ke meja hijau maupun yang masih dalah proses penyelidikan dan penyidikan.

Kita tak usah jauh-jauh ke “kampung” orang untuk mencari contoh. Sebab masih segar di ingatan kita, bulan lalu Syamsul Arifin SE, si Datok yang adalah gubernur Sumatera Utara telah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi APDB Langkat semasa menjabat sebagai Bupati disana.

Ah…, dasar KPK, belum sempat para handaitolan menarik nafas untuk istirahat sepulang menjenguk si Datok dari Salemba, Medan kembali digemparkan kabar ‘sejenis’. Rahudman, walikota Medan yang baru saja menduduki kursi empuknya sebagai walikota malah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi semasa menjabat Sekdakot di Padang Sidempuan. Hanya saja bedanya, jika om Datuk sudah “sekolah” di tahanan KPK, bung Rahudman sedikit lebih beruntung karena Kejatisu belum menahan pak walikota yang gemar ber facebook ini. Tapi mungin saja, tinggal menunggu waktu.

Terlepas terbukti atau tidaknya ke dua bos kita yang sedang jantungan ini sebagai pelaku korupsi, akan tetapi kenyataan ini sudah bisa menjadi gambaran kepada public bahwa para kepala daerah makin garang saja berbuat nista dengan cara mengeruk harta yang bukan hasil ladangnya alias mencuri uang Negara, kasarnya “mengompas” rakyat sendiri yang sedang berkeringat membayar hutang. Lagi pula, KPK dan Kejatisu tidaklah asal-asalan menetapkan seseorang menjadi tersangka. Tentulah tindakan KPK dan KEJATISU (paling tidak) sudah didasarkan pada bukti-bukti yang meyakinkan kedua institusi pemberantas korupsi itu.

Cari Aman ke “Bungker Biru”

Mengintip sepak terjang KPK yang semakin beringas memburu para “tikus-tikus” di negeri ini, tentulah membuat kumis tebal para kepala daerah lunglai dan jantung mereka mungkin berdegub tak karuan, sembari berusaha menghilang dari incaran media. Tidak seperti saat kampanye Pilkada, mereka rajin mengumbar janji dan berfoto ria memampangkan tampang di jalan-jalan dan keramaian.

Bagimana cara mereka menghindari jerat KPK? Paling tidak mengulur-ulur waktu mencari perlindungan supaya abai dari perhatian KPK?

Simaklah daftar nama-nama yang di rilis ICW ini, para Kepala daerah yang mencari zona aman dengan cara memilih “menyeberang” ke Partai Demokrat setelah mereka diduga sebagai koruptor. Mulai dari Agus Najamudin, Gubernur Riau dengan kasus Dispenda Gate alias korupsi penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil pajak bumi dan bangunan di propinsi yang di nahkodainya. Sebelumnya dia di usung oleh PKS dan PBR. Demikian juga Sukawi Sutarip yang sebelumnya adalah kader PDI Perjuangan memilih eksodus ke Partai Demokrat setelah diduga terlibat pada penyimpangan APBD 2004 senilai rp. 5 miliar di Semarang.

Selanjutnya giliran kader PDD yang melompat ke Demokrat yaitu Djuri, sang walikota Bukit Tinggi setelah diduga terlibat dalam kasus pengadaan tanah untukr pembangunan kantor DPRD dan pool kendaraan sub dinas kebersihan serta pertamanan kota Bukit Tinggi. Hasilnya, kasus inipun terhambat di Kejati Sumbar. Tak ketinggalan Ismunarso, bupati Situbondo ini memilih melompat dari Golkar ke Demokrat setelah diduga terlibat korupsi raibnya dana kas daerah sebesar Rp. 45, 750 Miliar. Akhirnya, kasusnya pun tak jelas hingga kini. Ada pula data serupa dari Toraja. Andrias Polino Popang yang adalah bupati Tanah Toraja lagi-lagi dari “kapal kuning” memilih pindah ke “kapal biru” setelah diduga korupsi APBD Tanah Toraja tahun 2003-2004 senilai Rp. 1,9 miliar. Jadilah kasus ini terhambat di kejaksaan meski beliau sudah ditetapkan jadi tersangka.

Berikutnya menurut ICW, ada nama Ahmad Syafii, bupati Pamekasan yang menyeerang dari PPP ke Demokrat lantaran ada indikasi korupsi sehingga diajukan oleh Kejaksaan Agung pada April 2006, dan natanya proses ini sudah tak jelas rimbanya. Terakhir, kembali dari partai beringin \pindag ke bungker Biru yakni Satono, Bupati Lampung Timur yang diduga terlibat penyimpangan dan APBD periode 2005-2008. Meski ijin pemeriksaan yang bersangkutan sudah keluar pada September 2009, nayatnya progress kasus ini malah tidak jelas.



Presiden dan Demokrat Harus Tegas

Memang partai binaan Mr Presiden SBY ini secara tegas membanhtah bahwa partainya telah dijadikan sebagai bungker perlindungan oleh para kepala daerah yang terduga koruptor. Akan tetapi Pengurus Demokrat juga tidak bisa menutup mata dan mengabaikan data-data yang ada seperti rilis ICW yang saya kutip di atas.

Oleh karena itu, rakyat pasti menunggu apa reaksi dari partai berkuasa ini terhadap tudingan akan dirinya sebagai bungker korupsi. Ada dua pilihan sederhana, Pertama Partai harus tegas dan tidak dengan mudah menampung para kepala daerah yang terduga koruptor untk menjadi kader dan pengurus di Partai Demokrat. Yang ke dua, Presiden mestinya tidak mencoba mengintervensi (baik langsung atau tidak) proses hokum yang sedang dijalani oleh para terduga. Presiden harus adil dan tidak tedeng aling-aling dalam member ijin pemeriksaan para kepada daerah terduga koruptor.

Jika tidak, masyarakat akan semakin yakin dengan informasi yang beredar, bahwa Partai berkuasa telah menjadi tempat aman berlindung bagi para kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Apalagi presiden adalah funding father dan dewan Pembina dari Partai Demokrat. Maka rakyat pun tidak akan segan menyebut Presidn SBY adalah pelindung koruptor. Jadi Pak Be YE harus tegas.
Kita tunggu saja berita dari Cikeas….! Bila bang Abiet bilang “berita kepada kawan”, kita tunggu “Berita Kepada Rakyat” dari Cikeas….!



Penulis adalah, pemerhati masalah sosial, politik dan ketatanegaraan Indonesia. Mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Darma Agung - Medan


Wednesday, November 03, 2010

Senandung "Arirang", secercah harapan pemersatu Korea



Arirang Versi Batak

Arirang………. Kata ini otomatis menghantarkan ingatan saya untuk sejenak kembali pada pengalaman hidup masa lalu. Yaitu ketika masih di sekolahan. Karena arirang bukanlah sebuah nama yang hanya sekedar saya kenal, tetapi arirang bahkan menjadi jembatan bagiku untuk lolos dari ujian waktu dan keadaan untuk menggapai banyak hal kala itu, utamanya ujian keuangan. Sebab dengan arirang, biaya sekolahku sangat terbantu.

Sebelum kita berlayar jauh ke Korea Utara dan Selatan,
saya ingin jelaskan sekilas apa itu arirang versi Batak. Jika kita pernah melihat pohon aren dewasa, pastilah kita juga pernah melihat arirang. Karena arirang iu sendiri adalah buah dari pohon aren dewasa. Aren memiliki dua jenih buah yang bias saya katakana merupakan abang-adik. Karena dipastikan yang satu mendahului yang lain. Yang pertama namanya Halto (dalam bahasa batak) sedangkan satu lagi itulah yang bernama ARIRANG. Halto dipastikan duluan dan kemudian Arirang “menetas”.

Halto ini ketika masih muda biasanya dimanfaatkan menjadi bahan dasar kolang-kaling, sejenis makanan khas ramdhan. Disamping itu juga bias dimanfaatkan jadi sejenis sayuran.

Nah….. Sedangkan ARIRANG adalah sumber dari minuman khas orang batak yaitu TUAK. Kurang lebih, arirang butuh waktu sekitar enam bulan sejak lahirnya, baru bias diproduksi untuk menghasilkan tuak. Tentu saja bukan fisik arirang ini yang dioleh menjadi tuak. Melainkan ketika arirang sudah menebar aroma khasnya dan ditandai dengan kerumunan lebah disekelilingnya, itu pertanda arirang sudah bias dipotong meninggalkan batangnya. Nah… Dari batang inilah tetesan demi tetesan jernih ditampung di dalam ember. Inilah yang dinamakan tuak. Biasanya menghasilkan 10-20 liter per hari.

Saya sendiri adalah seorang tukang tuak, jika tak berlebihan disebut ahli meramu tuak kala masih sekolah. Tentu saja hasil penjualan tuak ini lumayan membantu biaya sekolah.

Arirang Versi Korea

Sebenarnya TIDAK ADA HUBUNGAN arirang versi Batak ini dengan versi Korea. Saya hanya ingin menjelaskan saja kepada para pembaca bagi yang belum kenal arirang ini. Yang kedua, kebetulan Arirang ini punya catatan sejarah dalam diri saya, jadi saya sangat tertarik untuk menulis ketika membaca kata ini dalam hubungannya dengan reuni kedua bangsa Korea.

Arirang adalah sebuah lagu tradisional yang selalu bersenandung di sela-sela reuni dua bangsa Korea yaitu korea utara dan korea selatan. Reuni ini dimaksudkan bagi para keluarga yang terpaksa terpisah oleh karena berpisahnya dua Negara serumpun ini akibat konflik dan perang yang berkepanjangan.

Perpisahan ini tentu saja sangat menyedihkan bagi semua keluarga. Kita bisa bayangkan bila anggota keluarga yang kita cintai tidak bisa bertemu. Apalagi kita tidak mendapat kepastian apakah mereka masih hidup atau sudah mati, sehat atau sakit dan sebagainya.

Masih ada harapan


Mungkin saja para keluarga yang memendam rasa rindu setengah mati inilah yang mendesak pemerintah kedua korea untuk memfasilitasi para keluarga untuk bisa melakukan reuni dan menumpahkan rasa rindu mereka masing-masing. Akhirnya diberikanlah wadah oleh kedua pemerintah Negara yang dikemas dalam acara reuni. Kalau tidak salah acara reuni ini diberikan pemerintah kedua Negara 5 kali dalam setahun.

Nah… pada klimaks acara reuni inilah lagu “Arirang” bersenandung yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh keluarga yang yang sedang larut dalam kebahagiaan tiada tara.

Pesan dan inti sari dari lagu ini adalah:
1. Bahwa ketutunan mereka akan tetap saling mengenal turun temurun meski harus berpisah Negara dan identitas kewarganegaraan.
2. Bahwa dalam lagu ini juga tertuang suatu kerinduan yang sangat dalam, bahwa suatu saat kedua korea yang berseteru dan bermusuhan akan kembali bersatu dan saling memaafkan.

Mungkin saja poin dua di atas akan mustahil terwujud, namun mereka tetap berikrar bahwa dalam setiap kesempatan reuni, ARIRANG akan tetap berkumandang agung dan hebat yang dibakar oleh semangat ingin bersatu di antara mereka semua.

Arirang….. Pesan perdamaian…….. Sebuah jembatan harapan pemersatu Korea.


Monday, November 01, 2010

Plesiran ke LN, Penyakit DPR Hanya Kambuh...


Jelas sekali saya tak heran. Tak heran jika ditengah kepedihan dan terjangan badai yang menghujam bangsa ini, para anggota Dewan Perusak Rakyat tetap memilih ngotot plesiran ke luar negeri. Sebab itu bukan penyakit baru. Penyakit DPR menyakiti budaknya (rakyat) bukan hal yang baru. Itu sebabnya saya katakan, penyakit ini hanya Kambuh saja. Bukan diagnose penyakit baru.

Hanya saja DPR kali ini makin mati rasa pula.
Sekaligus makin terlihat kepintaran dan kelicikan. Bila kita melirik ke belakang sedikit, dalam kasus Situ Gintung tahun lalu, yang kebetulan menjelang Pemilu, bendera Partai Politik berebut tempat tancapannya di reruntuhan Situ Gintung. Supaya para sukarelawan palsu ini seolah ikhlas menolong sengsara korban.

Malang nasib Mentawai dan warga gunung Merapi. Mereka jauh lebih bernasib sial di banding warga situ Gintung. Kepedihan yang terjadi tidak sedang dalam Pemilu. Sehingga para actor “penolong palsu” Situ gintung, tak punya alasan untuk menancap bendera partai masing-masing di Mentawai maupun di sekitaran merapi.

Itu sebabnya tanpa perlu mengintip kiri dan kanan, mereka tetap saja memilih plesiran. Anehnya, make up juru bicara parpol pun makin manis saja ber lip service. Mereka menggemborkan di media bahwa partai A melarang anggotanya plesiran ke luar negeri. Hahahahhaha.. Faktanya????

Sudahlah, sebenarnya muak untuk membahas penyakit DPR kita ini. Hanya saja ketika rakyat Indonesia begita beringas menghujat para anggota Dewan Perusak Rakyat karena tingkahnya, saya serasa perlu meluruskan sedikit. Kasihan rakyat yang sebelumnya tidak tahu “aslinya” para anggota DPR yan gdulu dipuja dan dipilihnya.

Jadi saya hanya mau mengatakan, penyakit ini bukan penyakit baru wahai anak negeri. Dewan Perwakilan Rakyat hanya sedang Kambuh Penyakitnya.


Wednesday, October 27, 2010

Selamat Ber (ULAH) Tahun PLN


Sekitar dua bulan lalu, informasi resmi dari PLN terbacaku bahwa ada lomba Karya Tulis yang disponsori oleh Perusahaan yang kini hanya 25% milik Negara ini. Kegiatan ini adalah salah satu dari sekian dalam rangka peringatan hari jadi Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2010. Tentu saja Lomba Karya tulis ini diimingi hadiah yang tak kalah menarik. Dan sudah pasti pula banyak yang berminat untuk menjadi calon pemenang. Tak terkecuali saya sendiri.

Itu sebabnya buru-buru saya cari dan amati topic-topik dan poin-poin tulisan yang memang di sediakan oleh PLN.
Namun setelah saya baca dan simak sepintas, buru-buru pula batinku berkata. I don’t like this. Saya tidak tertarik. Karena topic-topik tulisan yang disediakan oleh PLN adalah mengarah pada pujian dan apresiasi terhadap kinerja PLN selama ini. Tentu saja batinku berontak. Sebab selain PLN tendensius, juga saya melihat ada upaya pembatasan bagi kritikus-kritikus PLN dalam membuat tulisannya.

Jadilah saya keluar dari arena yang dibuat PLN. Dan saya memutuskan untuk menulis di rumah sendiri. Yaitu rumah kecilku yang kini nyaris menempuh usia 2 (dua) tahun. Tentu saja saya akan jadi pemenang nantinya. Namanya rumah sendiri, hadiah juga bias saya create sendiri toh, hehe..

Selamat
Pertama sekali tentu saja saya ucapkan dari hati yang tulus: Selamat Ulang Tahun yang ke -65 PLN ku tercinta. Semoga panjang umur dan makin jaya dikau memberi negeriku terang yang benderang. Semoga pula para direksi dan karyawan senantiasa bijaksana dan sehat walafiat dalam menjalankan amanat tugas pokok dam fungsinya. Semakin jaya kiranya PLN.

Penyalaan Bergilir
Sebagai orang awam dalam dunia kelistrikan, maka sorotan saya langsung mengarah pada kinerja PLN di lapangan atau alam realitas. Sebab saya tidak paham benar akan sejarah, latar belakang, susunan direksi, tata kerja dan hal lainnya di dalam intern PLN. Termasuk intervensi Pemerintah dalam penatalayanan PLN tidaklah saya tahu.

Tapi yang saya lihat sebagai fakta adalah trend kerja PLN yang makin hari makin terdegradasi. Tentu saja yang saya maksud adalah dalam bidang penyediaan penerangan bagi masyarakat. Nampaknya makin dewasa, PLN malah mengubah life style kea rah yang lebih buruk. Jika dulu PLN gemar melakukan pemadaman bergilir, kini yang terjadi adalah penyalaan bergilir. Pemadaman bergilir artinya, untuk suatu waktu tertentu aka nada pemadaman bergilir dimana tiap daerah dapat jatah mati lampu secara bergiliran. Pemadaman bergilir ini juga artinya bahwa pemadaman hanya sesekali saja, atau boleh di bilang sesuatu yang langka.

Tapi kini yang terjadi adalah penyalaan bergilir. Tiap daerah dapat jatah penyalaan lampu listrik. Meski PLN masih mengemas aksi dalam nama Pemadaman Bergilir, tapi faktanya yang terjadi adalah Penyalaan bergilir, karena lebih sering mati dari pada hidup.

Kelamaan Tidur
Jika dicoba telisik lebih dalam, dan mencoba merenung, kenapa sampai di usia ke 65 tahun PLN, Listrik masih saja menjadi momok bagi bangsa Indonesia ini. Padahal topic Bisik-bisik tetangga masih saja konsisten beredar bahwa negeri ini kaya akan SDA termasuk energy yang terkandung di perut ibu pertiwi. Bahkan ironisnya, rakyat harus bersusa payah mendapat layanan Listrik di tengah rentetan sumber listrik yang sebenarnya lebih dari cukup bahkan melimpah jika saja di olah dengan sungguh-sungguh oleh Negara.

Lalu sampai kapan rakyat hanya bias menelan ludah, melihat energy listrik yang manis tapi tak bias meraihnya dan menjadikannya sebagi penerang hari-hari? PLN… Jangan kelamaan tidur. Atau apakah energy yang sudah panas di perut ibu pertiwi ini kita tunggu bangun dari tidur lalu mengamuk membabibuta karena tak kunjung kita poles dan dandani dia? Bangunlah PLN, supaya bangun lembah energy yang akan jadi sahabat kita itu.

Swastakan
Berita dari tetangga juga saya dengar, bahwwa ternyata PLN kini hanya 25 %dikuasai oleh Negara. Sedangkan 75% sudah milik swasta. Tanggapan sela, bias saja ini salah satu penyebabnya PLN kebanyakan tidur dan juga terjadi tarik ulur kepentingan di tengah-tengah upaya memperbaiki PLN.

Karena itu saya menyarankan supaya pemerintah sepenuhnya 100% men-tenderkan dan menyerahkan pengelolaan PLN kepada swasta. Sebab sudah jadi rahasia umum, jika suatu bada usaha dikelola oleh Negara, maka… (tak usahlah saya perpanjang)…. Dan bila di kelola oleh swasta, maka hasilnya akan sangat memuaskan.

Jadi saya memilih dan menyarankan pemerintah memilih gaya kerja pemerintah sperti di Negara-negara Maju dan Barat. Negara menyerahkan semua urusan bisnis kepada swasta. Pemerintah biarlah focus hanya pada urusan pemerintahan, penerimaan pajak, layanan Admisnistrasi, legalitas dan lain-lainnya. Dengan demikian pengelolaan PLN akan bias dilakukan dengan sungguh-sungguh dan professional. Semoga!!


Thursday, October 07, 2010

Tung Malo Sibolis i/Iblis Pintar


Iblis atau istilah lain Setan adalah pendakwa. Mendakwa umat manusia terutama di hadapan Tuhan. Baik di bumi maupun di Sorga kelak. Iblis sangat bernafsu untuk merusak kehudupan dan hubungan manusi dengan Tuhan,sehingga kelak ada dasar dakwaan. Meski Iblis sebenarnya tahu betul, bahwa dosa manusia sudah beres ditebus oleh Yesus lewat kematiannya, tapi iblis begitu liciknya memanfaatkan independensi manusia pasca kematian Yesus.

Iblis begitu pintar dan licik serta mahir
untuk mengungkit masa-masa suram manusia, mengungkit pengalaman-pengalaman pahit (akar pahit) seseorang. Supaya dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia itu sendiri memberontak kepada Tuhan, dan dalam hubungan dengan sesama, timbul kebencian yang mendalam.
Iblis juga begitu pintar memasarkan produknya. Nampaknya Iblis juga menguasai segmen pasar dalam dunia bisnis. Iblis tau bahwa produk terbaiknya abad ini adalah memasarkan serum-serum pengungkit akar pahit dan kebencian masa lalu. Memang begitulah kondisi social dan mental manusia abad ini.

Kondisi ini tentu menjadi lahan subur bagi si Iblis untuk menyuntikkan serum-serum ganasnya. Sebab bila masa-masa pahit terungkit, masa-masa sukar terngiang kembali, maka gagal lah manusia itu mengimplementasikan kasih, gagallah manusia itu mengalami pemulihan total, batallah manusia itu mengalami rekonsiliasi dan gagallah manusia mengalami restorasi hidup.
Dasar Iblis…


Friday, October 01, 2010

Awal Oktober yang Menegangkan


Seluruh masyarakat Indonesia terutama kalangan bhayangkara tidak bias menyembunyikan rasa penantian yang sudah ak sabar dan menegangkan keputusan sang Mr Presiden ES BE YE. Yaitu penantian akan siapa dan tanggal berapa Presiden akan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat DPR nama Bhayangkara-I atau KAPOLRI yang akan memimpin Institusi Kepolisian di masa mendatang.

Rasa penasaran ini wajar mengingat hampir dua minggu terakhir ini,
Presiden seperti sengaja mengulur-ulur atau terkesan menahan untuk tidak membocorkan nama pilihannya yang akan menjadi calon Kapolri. Terakhir informasi dari istana adalah bahwa ‘Awal Oktober” sang Presiden akan menyetor nama calon Kapolri.

Pertanyaan yang penuh dengan rasa penantian adalah: Kapan kira-kira? Mengingat dalam press release dari Cikeas tidak menyebut secara terang-terangan akan hari dan tanggal penyerahan nama tersebut. Ah.. Pak Be Ye ini ada-ada saja. Padahal masa pengabdian Kapolri Lama pak bambang Hendarso Danuri tinggal menunggu hari. Pak BHD sudah akan pensiun pada 10Oktober 2010 mendatang.

Dari sudut waktu Presiden sudah sewajarnya menyerahkan nama calon Kapolri kepada Presiden. Sehingga DPR bias mengatur jadwal untuk melakukan Fit dan Propert Test kepada sang calon. Atau pemerintah masih akan memeilhara tabiat lamanya yaitu melakukan sesuatu yang urgent tapi tergesa-gesa danterkesan tertutup? Semoga tidak..

Dua atau satu nama?
Penasaran pertama dikalangan masyarakat dan termasuk jajaran Bhayangkara adalah berapa nama yang akan diusulkan oleh Presiden kepada DPR. Apakah dua atau satu nama saja? Apakah Irjen Nanan Sukarna atau Imam Sudjarwo? Atau apakah ada wacana untuk menciptakan sejarah baru dalam pemilihan Kapolri yaitu dengan menduetkan keduanya menjadi Kapolri dan Wakapolri? NAmun wacana ini menurut saya akan menylitkan, mengingat akan sulit untuk menentukan siapa Polri-I dan siapa pula Polri-II.

Issue calon “Ketiga”

Penasaran kedua mulai berkembang di tengah-tengah masyarakat yaitu: Jangan-jangan pak Be Ye punya calon lain atau calon ke tiga? Hal ini bias muncul apabila menurut pandangan presiden, dari dua nama yang telah masuk istana tidak memenuhi criteria. Tentu bila ini yang terjadi, pak Be Ye sudah harus mengantongi nama calon lain dimaksud. Atau apakah sudah ada?

Issue ini menurut saya memang tidak begitu berdasar. Mengingat bila sang Presiden tidak memilih salah satu dari dua nama yang sudah masuk istana, maka masih harus melakukan koordinasi dengan Kapolri yang menjabat dan juga kepada Kompolnas sebagai salah satu pihak yang berkaitan dalam pemilihan Kapolri baru ini. Sehingga dugaan ini akan kecil kemungkinan kebenarannya.

Disamping itu, masa pengabdian Kapolri lama tinggal 9 hari lagi atau tak lebih dari dua minggu. Ah.. Tak mungkinlah akan lahir calon baru yang akan jadi kuda hitam kepada dua nama yang sudah duluan di utak-atik oleh Pak Beye hanya dalam hitungan beberapa hari saja. Semoga saja tidak.

Issue Persaingan Internal Polri?
Penasaran ketiga adalah dengan adanya issue bahwa di kalangan internal Polri terjadi persaingan tidak sehat atau kelompok-kelompok pendukung salah satu calon tertentu. Issue ini tentu tidaklah sedap didengar oleh kalangan luas. Mengingat hal ini akan sangat berdampak buruk pada kepemimpinan Kapolri mendatang. Paling tidak bias sudah dilantik, Kapolri baru akan menghabiskan energinya untuk melakukan pembenahan internal. Ini akan menggangggu kinerja Polri dalam melaksanakan tugas yang semakin berat masa kini.

Bahkan yang paling tidak sedap adalah dikaikannya penentuan Kapolri baru dengan kejadian-kejadian terkait terorisme yang ada di Medan- SUmatera Utara. Issue ini muncul karena Kapolda Sumut Sekarang Irjen Pol Oegroseno sebelumnya santer diberitakan merupakan salah satu calon kuat Kapolri. Karena pak Oegro diberitakan adalah salah satu bhayangkara terbaik yang ada saat ini. Sehingga bias saja ada scenario menjatuhkan atau menodai kepemimpinan pak Oegro sehingga menjadi tidak layak jadi calon Kapolri di mata pak Be ye.

Terlepas dari benar atau tidaknya issue ini, kita patut apresiasi sikap dan pernyataan pak Oegro yang secara tegas menyatakan jangan mengaitkan persaingan perebutan Polri-I dengan serangan teroris di Sumut. Ini adalah sikap seorang ksatria yang berbesar hati. Dalam hal ini saya punya pendapat, bahwa pak Oegro sudah merelakan posisi Kapolri dijabat oleh rekan-rekannya sesame bhayangkara yang lain. Apalagi pak Oegro masihla muda, sehingga masa mendatang masih terbuka peluang untuk menjadi Kapolri.

Harapan Masyarakat.

Harapan kita semua tentunya adalah supaya Pak BE Ye tidak lagi berlama-lama merahasiakan siapa dan kapan akan mengusulkan nama calon Kapolri kepada DPR. Harapan lain nantinya adalah, supaya Pak Be Ye sukup menyerahkan satu nama saja ke DPR. Karena bila menyerahkan dua nama, ini bias berbuntut panjang lagi. Selain keadaan ini bisa ditarik ke ranah politik, antara dua nama yang diusulkan bias menimbulkan atau mempertajam persingan yang telah tumbuh sebelumnya.

Kami tunggu pak Presiden.


Wednesday, September 29, 2010

HATI-HATI DISUSUPI TERORIS


Sepak terjang teroris di Negara ini makin mengerikan saja. Terakhir, tanpa ampun kawanan teroris secara membabibuta membunuh tiga anggota Polisi yang sedang tugas ala film koboy di di kantor kepolisian Sektor hamparan Perak-Sumatera Utara.

Keberingasan ini adalah yang ter update dari rentetaan aksi gila teroris yang nyaris tak henti menebar ketakutan public di Negara Indonesia tercinta ini.
Sebab aksi-aksi tak terhitung lainnya juga telah menelan banyak korban jiwa yang tak berdosa di negeri ini. Masih segar dalam ingatan berbagai tragedy yang merupakan olah para teroris diantaranya; Bom Bali I dan II, Bom Kuningan di depan Kedubes Autralia, dan juga bom hotel JW Marriot yang turur mempengaruhi batalnya kedatangan Klub Idola saya asalah Inggris Manchester United.

Negara dalam hal ini pihak keamanan sebenarnya sudah berusaha dengan segala upaya, daya dan dana untuk memberantas teroris ini. LIhatlah penangkapan-penangkapan yang telah dilakukan Polri khususnya Detasemen khusus atau Densus 88 terhadap pentolan-pentolan teroris di Indonesia

Keberhasilan ini sempat membagkitkan keyakinan masayarakat bahwa teroris telah tertumpas dari tengah-tengah negeri ini. Alasannya adalah jika bos-bos sebuah kelompok sudah tertangkap, hampir pasti gerakan kelompok ini akan lumpuh. Belum lagi hukuman yang memang setimpal seperti hukuman mati secara tegas dialamtkan kepada para actor pelaku terror.

Namun faktanya sungguh tidak seperti dugaan masyarakat. Aksi-aksi terror yang tak henti-hentinya telah memenggal asa kita untuk meyakini bahwa pelaku terror sudah menyerah. Sebab selain berubahnya modus serangan terror, wilayah serangan mereka malah makin meluas tidak lagi hanya di daerah Jawa. Melainkan telah menebar dan melakukan terror diberbagai kota seperti Medan, Bandung, Surabaya dan lain-lain. Plus adanya strategi-strategi baru yang dijadikan sebagai juklak terror.

Saya melihat salah satu penyebab kuatnya akar teroris di Indonesia adalah karena begitu Pintar dan Cepatnya mereka menyusupi suatu kelompok, komunitas bahkan sampai kepada pihak musuh sekalipun.

Siapa saja yang mungkin telah dan akan disusupi Teroris?

Pesantren/Pengajian
Masjid sudah jelas menjadi lahan subur bagi bag teroris untuk merekrut anggota baru. Entah apa sebabnya, saya kurang tahu. Tapi itulah faktanya. Sehingga disarankan kepada para pimpinan pesantren supaya benar-benar hati-hati dan selektif terhadapanggota pengajian. Jangan lagi kecolongan untuk kesekian kalinya.

Kepolisian
Sangat mengejutkan bahwa beberapa pentolan teroris akhir-akhir ini malah adalah anggota/mantan anggota kepolisian dan TNI. Pelatihan teroris di Aceh yang beru-baru ini mengungkap fakta ternyata di dalangi oleh salah satu mantan anggota kepolisian. WAw… Lebih mengejutkan lagi bahwa pembunuhan seorang personil Polisi di salah satu polsek Jawa malah dilakukan oleh seorang mantan anggota TNI yang punya link dengan teroris.

Media
Media juga nampaknya telah dicoba susupi oleh teroris. Jujur saya merasa miris membaca beberapa Koran terutama Koran lokal yang nampaknya malah melakukan pemberitaan-pemberitaan yang tendensius membela bahkan mendukung para pelaku terror di negeri ini. Mungkinkah media telah disusupi teroris? Bisa saja. Hati-hatilah kiranya para awak dan pimpinan media baik elektronik maupun cetak.

Aparat Pemerintah.

Mungkinkah?? Mungkin saja, mengingat apara/person pemerintah bias saja punya link secara pribadi dengan kelompok terror yang ada. Sehingga person-person yang sudah tersusupi ini bias mengimpartasikan “ilmu baru” nya ke dalam lembaga yang dihuni terutama yang di pimpinnya. Kiranya pemerintah punya prevensi untuk hal-hal semacam ini.

Mari sama-sama berantas dan temukan cara memenggal visi dan misi para pelaku terror di Indonesia.


Saturday, September 11, 2010

Disana Kertas tak merasa, disini Tubuh meregang


Tidak Masuk Akal

Hampir seluruh seantaro dunia mendengar aksi non logis seorang Pdt yang bernama Terry Jones di Amerika Serikat. Berbagai komentar, kritikan, hujatan sudah diduga bermunculan dari seluruhan belahan dunia ini. Baik dari perorangan, komunitas, gereja maupun pemerintah suatu Negara.

Hujatan itu masuk akal.
Sebab apapun alasannya, tindakan ini tidak bisa dibenarkan. Apalagi dua alasan yang sering dikaitkan seagai pemicu amarah sang Pdt ini adalah mengenang tragedy 11/9 dan rencana pembangunan mesjid di Grond Zero. Memang pastor Jones dan sebagian warga Amerika wajar marah dengan rencana ini. Akan tetapiada cara-cara diplomasi yang bias ditempuh untuk menyatakan pendapat terhadap pemerintah.

Akan tetapi sekali lagi aksi ini tidak bias dibenarkan. Mengingat aksi nekat ini bisa berakibat fatal bagi perdamaian dunia. Apalagi aksi ini dilakukan oleh seorang warga Negara Anerika Serikat. Padahal Negara Super Power ini adalah Negara yang paling menentang pelanggaran HAM, penjaga perdamaian dunia bahkan secara tidak langsung adalah Polisi Dunia.

Untunglah rencana sang Pastor ini tidak jadi dilakukan. Melunaknya sikap sang Pastor diduga karena mendapat tekanan hebat dan larangan langsung dari sang Presiden, Mr Obama serta tekanan yang diberikan Jaksa Agung Amerika Serikat..


Disini lebih Sadis.

Akan tetapi kalau kita mau melihat ke belakang secara jujur, apabila persoalan ini dilihat dari sudut Agama. Saya melihat tekanan dan kutukan dari Agama tertentu terhadap rencana ini begitu gencar bahkan emosional. Memang siapapun kita akan sangat mengahargai Kitab Suci sebagai sesuatu yang sacral dan lebih benrnilai dari buku manapun di dunia ini.

Hanya saja bila kita hendak jujur, pembakaran Kitab Suci terutama Alkitab bukan lagi sesuatu yang ajaib di dunia ini. Dibeberapa Negara, pemakaran Alkitab oleh orang-orang yang menentang Injil sudah biasa kita dengar.

Kalau Pembakaran Alquran itu jadi bang, Jadi gimana nanti dengan kita, bias-bisa kita tertekan diIndonesia ini.

Itu adalah petikan kalimat dari teman saya chatting bermarga Sinaga tadi malam. Dan jujur kalimat itulah yang mendorong saya untuk membuat tulisan ini. Dan jawaban singkat saya yang kemarinlah yang akan saya copy paste di sini.

Beginilah jawaban saya:

Disana yang (hendak) dibakar masih kertas berisi tulisan manusia, sedangkan di Indonesia yang dibakar secara terang-terangan adalah tubuh orang-orang Kristen serta gedung-gedung gereja yang dibakar hangus. Sudah ratusan Pendeta di Indonesia ini yang dibunuh secara sadis baik melalui penculikan, penembakan saat beribadah, peledakan gereja dengan memakai bom. Dan ribuan gedung gereja secara terang-terangan sudah dirobohkan. Dan kita semua tahu SIAPA PELAKU DAN DALANG dari pembunuhan ini.

Bedanya adalah Rencana sang Pastor Terry Jones terekspos ke media, dunia maya dan televisi ke hamper seluruh penjuru bumi. Sehingga rencana aksi ini diketahui oleh jutaan orang di dunia. Dan itu pula sebabnya berbagai kutukan dan tekanan berdatangan.

Sedangkan penganiayaan-penganiayaan sadis terhadap gereja di Indonesia, siapa yang peduli? Siapa yang mengekspos? Siapa yang menekan? Siapa yang membela? Siapa yang mengetahui.


Presiden Harus Adil.

Di satu sisi kita bangga dengan kemampuan diplomasi Presidedn kita. Bagaimana tidak, terkait rencana pembakaran Alquran di USA, sang Presiden langsung menelepon Presiden Obama dan juga bicara langsung dengan Sekjen PBB. Waw… tentu sang presiden kita ingin supaya msalah ini menjadi isu Global.

Lalu bagaimana dengan penganiayaan yang sadis dan tak henti-hentinya terjadi di negeri ini, atau bahkan baru saja terjadi di depan mata Presiden kita? Bagaimana dengan ratusan mayat orang Kristen dan Pendeta yang telah meregang sepanjang sejarah bangsa ini, hanya untuk melakukan tugas mulia mereka? Apa yang sudah dilakukan oleh presiden kita yang ganteng ini?

Mestinya sang Preside harus adil!! Dan Masyarakat Indonesia pun harus adil!!


Tuesday, September 07, 2010

Dua Serigala dalam hati manusia...


Sahabat-sahabat pembaca dan para sahabat blogger. Tadi malam saya menonton film barat di RCTI. Meski saya lupa judul film ini, tapi saya melihat alur filmnya pantas disimak dan dijadikan pelajaran. Bukan serunya laga antara “anak muda” dengan “bandit” nya. Tetapi ada sebuah penggalan kalimat dari salah seorang pemeran fill ini kepada lawan mainnya.

Pada sebuah percakapan singkat,
salah seorang aktris berkata: Ada dua serigala yang selalu bertarung dalam hati manusia, benci dan cinta. Secara spontan temannya bertanya, siapa pemenangnya? Kemudian terdengar jawaban yang spektakuler dan menyentuh hati saya. Jawaban itu adalah sebuahkalimat singkat yang terdiri dari lima suku kata yaitu: Yang paling banyak kau beri makan…

Pada dasarnya dalam diri manusia ini ada dua perasaan yang sangat dominan. Dua rasa ini tidak pernah lepas dan selalu menghiasi perasaan manusia sepanjang kehidupuannya siapapun itu orangnya. Bahkan orang yang tidak waras sekalipun (menurut saya). Dua rasa itu adalah rasa mencintai dan satu lagi perasaan Benci.

Sederhana sekali mengambil makna dari jawaban yang spektakuler ini. Bahwa siapa yang diberi makan lebih banyak dialah yang akan menang. Jika ingin mencintai dan dicintai orang, timbunlah rasa cintamu kepada orang lain. Bukan sekedar rasa cinta, tetapi juga sara sayang, rasa iba, rasa mengasihi dan menolong dengan tulus. Maka hari-hari kita akan dipenuhi dengan kebahagiaan, sebab rasa cinta telah mendominasi dan menguasai hati danpikiran serta perasaan kita sepanjang hari. Dan menurut saya inilah yang disebut dengan sukacita sejati.

Sebaliknya jika kita mau serigala “kebencian” yang menang danmenghiasi hari-hari kita, gampang sekali caranya. Musuhi lah orang lain, cari dan timbulkan permasalahan, ungkit masa lalunya dan permalukan dia di depan orang. Maka serigala kebencian akan semakin beringas dalam hati dan pikiran kita. Pikiran yang seperti ini tidak akan pernah tenang, sensitive, gelisah dan tidak menentu. Dan sukacita tidak mungkin ditemukan dalam kehidupannya sehari-hari.

Sama-sama Kuat.
Sepintas, rasanya untuk mengimplementasikan jawaban spektakuler ini seperti semudah mengartikannya dalam teoritis. Tetapi sesungguhnya tidaklah semudah itu. Sebab kedua rasa ini adalah sama-sama kuat. Bila menganalogikan ukuran besar badan dankekuatan fisik, dua sosok ini bukanlah seperti Daud dan Goliath. Jadi bukan pertandingan yang lemah dengan yangkuta. Melainkan sama-sama kuat. Bayangkan sebuah pertandingan tinju kelas berat antara juara satu dengan juara dua. Tentu kemampuan dan teknik kedua petinju ini hanya beda tipis. Maka dipastikan pertandingan akan berlangsung sangat seru, beringas dan dijamin berakhir dengan waktu yang SANGAT LAMA.

Demikian juga dalam pertandingan dua rasa yang dominan dalam diri manusia. Dua kekuatan setiap hari berperang dan saling bunuh. Apalagi hidup kita diwarnai dengan berbagai persoalan hidup setiap harinya. Kadang kita senang dan tertawa,kadang kita sedih dan menangis. Kadang kantong kita tebal, kadang kering. Kadang teman kita men support denga tulus, kadang tetangga kita menjebak dengan sadis. Sehingga sangat memungkinkan bagi kedua rasa ini untuk saling mengalahkan setiap harinya. Kedua rasa ini punya peluang untuk mendang dan kalah setiap hari.

Tetapi Sederhana.
Meski pertarungan dua rasa ini akan selalu hebat dan beringas setiap hari, akan tetapi trik untuk menjadi pemenang bukan tidak ada cara. Karena pertarungan ini adalah pertarungan rasa, bukan pertarungan fisik, tidak menyita banyak waktu, tenaga, pikiran ataupun anggaran besar untuk materi perang.

Bila kita sepakat bahwa perasaan cinta menjadi pemenang, maka cukup kita lakukan langkah-langkah sederhana:

1. Perbanyak berdoa secara rutin
2. Bersahabatlah dengan semua orang apapun latar belakangnya
3. Hindari ber gossip (meski kelihatan benar), Sebab bila uang dikeluarkan, maka akan habis, tapi bila sebuah perkataan keluar dari mulut, dijamin akan bertambah dan merambat dengan beringas
4. Lupakan dan berdamailah dengan masa lalu, dan meniti masa depan dengan penuh harapan
5. Jangan mengungkit masa lalu orang lain
6. Jangan cepat berprasangka buru kepada orang lain, tetangga, teman, team dan siapa saja yang ada di lingkungan kita.

Berilah serigala Cinta makan sebanyak-banyaknya supaya dia kuat dan perkasa tetapi bunuhlah Serigala Benci…

*penulis adalah pengurus Biro Pemuda GPI kota Medan sekitarnya
*Tulisna ini akan terbit di tabloid Rohan gema Sorgawi
.


Monday, September 06, 2010

Kenapa Harus Begini cara Tuhan Memanggil?


(Sebuah perspektif dan refleksi atas meninggalnya sahabat kami Rafles Tito Sagala, S.Pd)

Mati dan hidup sesungguh-sungguhnya ada di dalam Tuhan. Dan tidak ada yang bisa membantah statement teologis tersebut dan tak perlu menyita waktu dan pikiran untuk memperdebatkan ini ataupun melakukan research untuk menguji kesejatian dari pemahaman ini Iman dan pemahaman kristiani yang menjadikan Alkitab sebagai “jaminan” atas keyakinan itu tidak perlu lagi diragukan. Saya pun tak perlu lagi mencari referensi untuk meyakinkan pembaca atas kebenaran kalimat ini. Karena jangan-jangan pembaca malah lebih dalam mengerti akan pernyataan ini. Jadi adalah kebenaran: Mati dan Hidup ada ditangan Tuhan.

Namum bagaimana cara Tuhan untuk “mengakhiri”
masa tugas seseorang ciptaan dan milikNya di dunia dan alam jagad raya yang fana ini? Dan bagaimana pula respon dan sikap kita ketika dalam alam realitas menyaksikan beragam cara Tuhan untuk memanggil dan mengakhiri hidup manusia dari dunia ini? Dan sedalam mana pula kita memahami arti sebuah kematian? Sehingga ketika sebuah cara Tuhan yang kita anggap (paling tidak) tidak adil memanggil seorang sahabat atau keluarga atau teman dekat, kita bias melihat secara jernih akan makna dari kematian ini.

Kenapa harus begini, kenapa harus tabrakan Tuhan…………., Dia baik Tuhan…………, kami mengasihinya Tuhan…………….,, Masih banyak tugas dan pelanyannya yang belum selesai Tuhan,,,,,,,,,,,,,,, Dia anak paling bungsu Tuhan……….., Kenapa tidak saya yang duluan Tuhan……………,,,Tuhan tidak adil,,,,,,,,, Alusi jo au bapakkuuuuuuuuuuuuuuu(oleh sang bunda) dan berbagai kalimat lain nyaris sepanjang hari meraung-raung di dalam rumah Alm sahabat kami Rafles Tito Sagala, S.Pd ketika kami melayat kerumah duka pada 4-5 September di daerah Aek kanopan-Labuhan Batu. Silih berganti dan sambung menyambung ungkapan rasa duka itu diucapkan.

Bila saya mencoba mengambil sebuah kesimpulan, bahwa hamper semua pelayat mengekspresikan kebingunganya: Tuhan, kenapa harus sesadis ini (tabrakan) Engkau mengakhiri hidup seorang yang baik dan berkenan dihatimu. Kenapa tidak lebih terhormat.

Benarlah, Tuhan itu Adil

Sahabat-sahabat pembaca, Saya pun adalah seorang yang sangat kehilangan akan sahabat kita ini. Dan saya juga turut menangis tersedu-sedu dalam kesedihan yang amat dalam atas kepergian sahabat ini. Hanya saja saya mengatakan, bahwa saya mencoba memberikan pemahaman akan kesepakatan kita dalam menyikapi dan meyakini bahwa BERAGAM CARA TUHAN untuk memanggil anak-anakNya.

Lebih ekstrim saya harus mengatakan, bahwa Tuhan sangat adil dalam kejadian ini. Karena kalau kita kembali kebelakang pada waktu kejadian. Ketiak sahabat kita ini mencoba melewati sebuah bus darisebelah kanan, ternyata sudah ada beca di depan membawa kayu broti dengan kecepatan tinggi, lalu BRUAAAKKK.. Sahabat kita ini meninggal seketika di tempat. Dandalam waktu yang sekejap itu, dijamin dia tidak merasakan apa-apa lagi dan tidak sadar.

Maka jadilah sahabt ini MATI tanpa RASA SAKIT yang dialami dalam proses kematian. Terpujilah Tuhan yang maha adil, seorang sahabat kami, seorang pelayan Tuhan yang sejati, seorang teladan telah berangkat ke Sorga tanpa ada RASA SAKIT yang dialaminya menjelang kematiannya. Bedakan jika dia harus meninggal dengan cara lain, misalnya mati olehkarena seuah penyakit, maka dia harus bergelut dulu lama dan harus menahan rasa sakit dulu terutama menjelang detik-detik kematiannya. Itu pasti sangat menyakitkan.. dan Tuhan tidak mau, anakNya yang satu ini dipanggil dengan terlebih dahulu mengalami Kesakitan dalam hari-harinya.

Sekali lagi, Tuhan malah sangat adil memanggil sahabat kita dengan cara yang demikian!!!

Akhirnya dan terkahir kalinya: Selamat jalan Ke rumah Bapa di Sorga buat sahabtku Rafles Tito Sagala, S.Pd. Kau akan tetap kami kenang sampai akhir khayat kami…. Selamat Jalan Ketua!!!


Wednesday, September 01, 2010

1,16 T untuk Istana Baru, DPR Sedang Mati Rasa


Tak perlu susah-susah untuk mencari perbandingan, bagaimana saya berani mengatakan bahwa DPR sedang mati rasa. Rakyat yang kelaparan karena Kemiskinan, Kemacetan yang menyebalkan akibat sarana transport yang kacau, Sakit penyakit yang melanda negeri ini, Pengangguran yang semakin hari semakin membawa frustasi.
Ahh justru sulit untuk mencari alasan yang logis kenapa membangun istana baru harus menjadi agenda prioritas DPR di tengah-tengah kondisi negeri yang carut marut.

Informasi akan kondisi gedung DPR yang mengalami kerusakan kecil memang sudah lama terdengar di alam Indonesia Raya ini. Dan adalah wajar jika kerusakan itu diperbaiki sebagaimana mestinya. Dalam hitung-hitungan matematis, tentu saja anggaran untuk ini tidak terlaluj besar.

Namun para penghuni gedung parlemen ini rupanya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermimpi di tengah-tengah masyarakat kita yang tak bias tidur menjaga hidup bahkan nyawanya. Akhirnya muncul dukungan dari sebagian besar untuk membangun gedung baru DPR. Jadilah rencana ini bukan hanya perbaikan tapi pembangunan Istana Baru.

Istana baru ini di anggarkan berbiaya 1,16 Triliun Rupiah. Dengan fasilitas serba mewah, fasilitas rekreasi, ruang spa dan sauna, ruang kerja pribadi, ruang staff ahli ruang asisten pribadi termasuk ruang istirahat yang serba mewah.

Meski ada penentangan dari sebagian Anggota DPR, seperti Wakil Ketua DPR dari PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan bahwa dia sendiri malu dengan rencana Pembangunan ini. Tapi saya pesimis.. Amat pesimis, mengingat dominasi Ruhut Situmpul dkk yang berkendaraan PD akan bisa dengan mulus meloloskan proyek ini. Kita Negara demokrasi toh? Suara terbanyak suara Tuhan, hahaha.

Entahlah…Idola saya di negeri ini, Ketua MK Mahfud MD mengatakan bahwa rencana pembangunan ini diluar kepantasan. Tapi saya mengatakan ini suatu rencana orang-orang yang sudah MATI RASA.


Tuesday, August 31, 2010

PROKONTRA SIKAP KITA TERHADAP MALAYSIA


Kesal, emosi dan ekspresi kemarahan lainnya tentu menjadi sikap awal dari hampir semua kita ketika mendengar Harga Diri bangsa sendiri di obok-obok oleh Negara tetangga yang serumpun dengan kita Malaysia.

Di lapangan, berbagai bentuk dari pelampiasan amarah dilakukan oleh berbagai elemen dan komunitas masyarakat untuk menunjukkan Nasionalismenya terhadap bangsa yang besar ini. Ditambah lagi siaran televise lewat wawancara dan liputan berita yang turut membantu mengekspos kondisi panan ini ke mata masyarakat luas. Itu adalah wajar dan sah-sah saja.

Dalam bentuk yang lebih soft,
pemerintah juga sebenarnya turut pusing melihat keadaan ini. Di satu sisi naluri kebangsaan mereka juga tak lebih rendah dari kita, bahwa mereka juga turut kesal dengan sikap arogansi Malaysia kepada bangsa dan negeranya.


Jadi saya melihat ada dua type yang terjadi di Indonesia kita dalam menyikapi kondisi yang sedang terjadi ini. Elemen dan komunitas masyarakat di lapangan melakukan hard diplomacy atau cara-cara keras untuk menantang dan mengancam Malaysia. Sedangkan pemerintah memilih cara-cara halus atau soft diplomacy.

Diplomasi mana yang lebih tepat?

Manurut saya dua-duanya perlu. Dengan catatan tidak terlalu anarkis. Sebatas demonstrasi dan pernyataan sikap adalah wajar. Hanya saja kita lihatlah, Menlu Malaysia malah balik ancam kepada RI atas sikap anarkis yang kita tunjukkan. Dan disamping itu pemerintah bekerja dengan cara-cara yang lebih elegan untuk berunding dengan Malaysia.

Karena kalauj kita mau jujur sebenarnya bahwa penyebab seringnya timbul msalah kedua Negara adalah karena PERBATASAN WILAYAH YANG BELUM JELAS. Masing-masing Negara mengklain wilayah negaranya. Dan msalah ini akan terus berlanjut bila batas Negara ini tidak diselesaikan di atas meja dan bahkan ke PBB.

Kalau batas Negara sudah jelas, maka dipastikan sikap saling klaim tidak akan muncul lagi yang juga akan meredam atau meminimalisir perselisihan di antara dua Negara yang serumpun dan sama-sama bekas jajahan eropa.

Kita tunggu saja..


Friday, August 06, 2010

KKR Biro Pemuda GPI Medan


Biro Pemuda Gereja Pentakosta Indonesia akan mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang direncanakan dilaksanakan di Daerah Negeri Lama Kabupaten Labuhan Batu. Penginjilan ini akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 14 Agustus 2010. Kegiatan ini adalah salah satu program kerja Biro Pemuda sesuai dengan Hasil Rapat Pleno Biro Pemuda pada bulan July 2010 si Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Simalingkar Coklat.

Marilah kita doakan supaya Gerakan Penginjilan ini
bisa memberikan dampak yang hebat bagi setiap jemaat yang hadir, me refill iman dan pengenalan orang kepada Yesus Kristus serta mengenalkan kelesalamatan sejati dan kekal kepada orang yang belum mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat satu-satunya.

Mari doakan juga para panitia yang dengan susah payah dan lelah bekerja untuk mempersiapakan misi ini. Juga segala kebutuhan dan perlengkapa KKR yang cukup menyita banyak dana.

Secara khusus HambaNya bapak Pdt JW Panjaitan supaya Tuhan pakai heran dan luar biasa. Supaya karya2 Tuhan yang dahsyat bias terjadi melalui hambaNya dan Yesys saja dipermuliakan atas segala yang terjadi


Tuesday, March 23, 2010

Jambore Pemuda GPI 2010


Pemuda GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA akan kembali menggelar aksi rohani tingkat nasional yaitu: JAMBORE NASIONAL PEMUDA GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA TAHUN 2010.

Kegiatan ini direncanakan pada 27-30 Mei bertempat Di Pulau Samosir - Sumatera Utara.
Pemilihan tempat ini tidak lepas dari History perkembangan GPI mula2 yang sangat pesat di Paulau Samosir. Saat ini GPI di Samosir berjumlah kira-kira 60 gedung gereja adatau sidang.

Jambore ini akan di isi oleh berbagai kegiatan, diantaranya SEMINAR PEMUDA, Festival lagu2 rohani, Pertandingan Olah raga serta KKR untuk membangun kerohanian pemuda pada khususnya.

DI sela-sela Jambore juga akan dilakukan PENANAMAN 3000 bibit pohon di Pulau Samosir, bekerja sama dengan pemerintah, Dinas Kehutanan Pemkab Samosir. Aksi ini adalah sebagai bukti dari kepedulian Pemuda GPI terhadap lingkungan hidup dankecintaan terhadap Pulau Samosir yang sangat indah namun sudah mulai botak oleh aksi2 penebangan pohon sembarangan.

Dukung dan doakanlah!!!

SUSUNAN PANITIA JAMBORE NASIONAL PEMUDA GPI 2010
Sesuai SK Nomor : 12/P-GPI/SK.1/2010 Tanggal 10 Maret 2010


Penasehat : Pendeta Umum Gereja Pentakosta Indonesia

REV. DR. MH. SIBURIAN


Penanggung Jawab :

1. PENGURUS GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA

2. DEPARTEMEN PEMUDA GPI

3. Seluruh Koordinator dan Pembantu Umum Wilayah GPI


Steering Committee :

* Pdt. B. Siburian, SH, MH
* Pdt. P. Silaban, SE
* Gr. D. Manurung, MBA
* Pdt. P. Sibarani, SH
* Pdt. Arifin Sihombing, MSi
* Gr. Letkol. M. Sihotang, S.IP
* St. Ir. Poltak Hutagalung
* St. EB. Manurung, SH
* Phb. Miduk Panjaitan, SH
* Pdt. RH. Hutabarat
* Pdt. A. Hutabalian, M.Th
* Pdt. Janrico Sihombing, S.Th
* Pdt. L. Manullang
* Pdt. Drs. H. Sinaga
* Pdt. M. Nadapdap


1. KETUA UMUM : LASTON NAINGGOLAN - MEDAN

* Ev. Julfikar Lumbanraja - Jakarta
* Gr. Vander Ambarita, SE, MBA - Parapat
* Pdt. Joni Sitorus, S.Si - Lampung
* Gr. Drs. A. Sitanggang - Rantau Parapat
* St. Jody Rajagukguk, SH - Jakarta
* Ev. Febri Nainggolan - Tebing
* Santo Situmorang - STTR

2. SEKRETARIS UMUM : SALOMO SIMANJUNTAK KALIMANTAN

* Sarlan Manik, ST - Medan
* St. Ramot Sirait - P. Siantar
* Perhatian Harefa - P. Siantar

3. BENDAHARA UMUM : SONDAR MANULLANG, SE - JAKARTA

* Lisna Lina Simangunsong - Sibolga
* Evi Manurung - P. Siantar

SEKSI-SEKSI

1. Acara - Ibadah - Doa :

1. Freddy Siringo-ringo - Batam
2. Gr. Nixon Lumbanraja - Samosir
3. Anggiat Pandiangan, S.Th - Lubuk Pakam
4. St. Fredy Pasaribu - Medan
5. Partogian Sianturi - Sidikalang
6. B. Gideon Simangunsong - P. Siantar
7. Fredy Hutagalung - Sibolga
8. Imelda Sijabat, S.Th - Lubuk Pakam
9. Erisyukurman Zebua, S.Th - Nias
10. Ajes - Sidikalang

2. Seminar :

1.St. Henry Silalahi, ST - Medan
2.Pdt. Tehe Harefa, M.Th - Nias
3.Cherly E. Pardosi, SE - Jakarta
4.Awaluddin Manullang P. Kerinci
5.Edy Pandiangan, SH - Sidikalang
6.Arnold Panjaitan - Lubuk Pakam
7.Jotam Silalahi. Amd - Pekan Baru
8.Lasgok Rumapea, Amd - Tebing
9.Leon Tua Hutabarat, SE, MM - Pekan Baru
10.Seni K. Wani Halawa, SPd - Nias

3. Festival :

1.Pdt. Andreas S. Th Lubuk - Pakam
2.Gr. M. Alex Panjaitan - Jakarta
3.Mellisa R br Siburian - P. Siantar
4.Arlinawaty Sinaga, S.Pd - Tebing
5.D. Loges Simanjuntak - P. Siantar
6.Era Sianipar - Gombus
7.Dewi Lawölö, S.Pd - Nias

4. Multimedia - Sound System :

1.St. Samuel Manalu, BSc - Medan
2.St. Josep Sitorus - Jakarta
3.Rafles Tito Sagala, S.Pd - Medan
4.Bakti Manullang - P. Siantar
5.Swandy Naibaho, Amd - Medan
6.Joas Simbolon - Jakarta
7.Syukurn Zega, S.Kom

5. Tempat - Perlengkapan :
1.Ronatal Sinaga - Samosir
2.Faehusi Harefa, SH - Nias
3.Kingson Parhusip - Samosir
4.Robert Siboro - Gombus
5.Rido Siregar - Gombus
6.Rido Samosir - Toba

6. Olahraga dan Peduli Lingkungan :

1.Gr. Drs. M. Haloho - P. Siantar

2.Reinhard Sinaga - Gombus

3.St. T. Sinaga, ST - Bagan Batu

4. Eljon Tamba - Lubuk Pakam

5. Binsar Butar-butar - P. Siantar

6. Firman Utama Harefa - Nias

7. Humas - Publikasi - Dokumentasi :

1.Gr. G. Siahaan - Kisaran
2.Edison Sianturi, Amd - Medan
3.St. D. Saragi - Kabanjahe
4.Adriel Nababan, SPd - Taput
5.David Simanjuntak - P. Siantar
6.Ngolu Nababan - Tebing
7.Martinus Hura, S.Th - Nias

8. Sosialisasi Hubungan di Daerah :

1.Seluruh Pembina Biro Pemuda setiap Wilayah
2.Pengurus Biro Pemuda Seluruh Indonesia

9. Konsumsi :

1.Pembina Biro Pemuda Wilayah Samosir
2.Pengurus Biro Pemuda Wilayah Samosir
3.Pengurus Muda / i Sidang[sidng di Samosir

10. Dana :Ketua Biro Pemuda Gereja Pentakosta Indonesia setiap Wilayah


Friday, February 12, 2010

Antasari Turut Serta Menyarankan????


Menarik mengikuti Persidangan Antasari Azhar terdakwa pembunuhan Nazrudin Zulkarnain pada Kamis semalam yang berlangsung mulai pukul 10 pagi hingga pukul 05 sore. Wajar jika sidang kali ini dipadati oleh pengunjung karena merupakan sejarah di Indonesia seorang Pejabat Negara di sidangkan secara terbuku di kepada Publik. Tak lupa pula para pencopet melakukan kasi mencopet Hp wartawan sehingga menambah nilai sejarah persidangan ini..hehehe

ADa yang sangat janggal menurut saya dalam putusa hakim.
Bahwa dasar pemidanaan Antasari 18 tahun adalah karena terbukti secara sah dan meyakinkan TURUT MENGANJURKAN PEMBUNUHAN BERENCANA kepada orang lain. Artinya bukan aktor utama.

Tentu saja publik sontak dan beertanya-tanya: lalu SIAPA AKTOR INTELEKTUAL UTAMA dari pembunuhan Nazrudin?? Sebab dalam sebuah pembunuhan haruslah ada dan ditemukan AKTOR UTAMA

Mungkinkah Hakim ragu2 dalam membuat keputusan?? Bisa saja....


Friday, February 05, 2010

COKLAT IDOL, krenz.....


Dalam rangka hari Valentine dan Paskah 2010, Pemuda-Pemudi Gereja Pentakosta Indonesia sidang Perumnas Simalingkar Coklat mengadakan lomba tarik suara/vestival solo lagu-lagu rohani yang bernuansa Valentine dan Paskah. Event ini bertujuan untuk:
a. meningkatkan kemampuan dan mengasah talenta para kaum muda Gereja Pentakosta Indonesia sidang Perumnas Simalingkar Coklat
b. Meningkatkan rasa persaudaraan, kekompakan dan interaksi di antara pemuda/i
c. Tentu saja untuk memuliakan Tuhan lewat bakat dan talenta yang diberikanNya.

Berikut ini beberapa informasi penting.


Daftar Lagu yang disediakan Panitia


1. Karya Terbesar
2. In moment like this
3. Kasih yang sempurna
4. Sai solhot tu silang Mi
5. Dia Yesus T’lah mati bagiku
6. Bahasa Kasih
7. Kecaplah dan lihatlah
8. Pada satu bukit
9. Cinta Sejati
10. Allah itu Kasih
11. Songon lali/Bagai rajawali

(Apabila peserta memilih lagu di luar yang ditentukan panitia, maka peserta WAJIB menyerahkan kaset/mp3nya kepada Juri)

Kategori Penilaian:
a. ntonation/Ketepatan dan kemurnian nada
b. Sound quality/Kualitas Suara
c. Fidelity to the score/Kesesuaian dengan partitur
d. Overall artistic impression/kesan artistic keseluruhan, meliputi:
- penguasaan panggung
- koreografi
- busana
- improvisasi
- mimic dan vocal
- adaptasi dengan musik.
- Dll.
-
Note:
1. Penilaian akan dilakukan oleh dua juri
2. Penilaian akan dilakukan dengan angka
3. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
4. Peserta yang lulus daribabak penyisihan pertama wajib memilih lagu baru untuk penyisihan tahap berikutnya, demikian sampai pada gran final
5. Hadiah berupa uang tunai dan trophy kepada juara I-III dan souvenir kepada peserta yang belum beruntung menjadi juara.

JADWAL TAMPIL
a. Penyisihan I

Nomor Urut Tanggal Ket
1-3, 7 February 2010
4-6, 14 February 2010
7-9, 21 February 2010
10-12, 28 February 2010
13-14, 7 Maret 2010
Penyisihan I akan menyisakan 5 peserta

b. Penyisihan II

Nomor Urut Tanggal Ket
1-3, 14 Maret 2010
4-5, 21 Maret 2010

Penyisihan II akan menyisakan 2 peserta

c. Penyisihan III pada 28 Maret 2010 akan menyisakan 2 peserta

d. GRAND FINAL akan dilaksanakan 3 April 2010


Wednesday, January 27, 2010

Menanti “magis” Gerakan 28/01/2010


Hai sahabat blogger dan seluruh Indonesia. Tidak terasa besok tanggal 28 January akan genap 100 hari program pemerintah dalamhal ini Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II). Bagi sahabat2 penikmat sajian berita social dan politik negeri ini, marilah kita tunggu “magis” dari gerekan 28 January, semabri kita bertukar pendapat tentang perkembangan perpolitikan dan ketatanegaraan Indonesia masa kini.

Teater Pansus Century puncaki "box Office",
tenggelamkan program 100 hari KIB II.

Tidak banya saya rasa yang mengelak, bahwa “Teater” Pansus Century nyaris menenggelamkan euphoria dari program kerja 100 hari KIB II. Bagi yang mengelak, beri saya alas an logis dan data.. hehehehhe

Baiklah, saat ini saya belum komentar banyak, saya akan dengan tekub dan sedikit tegang menunggu “magis” dari gerekan 28 January dulu, setelah itu kita berenang kata2 kembali.

Selamat menantikan episode terhangat: MAGIS 28 January 2010.


Thursday, January 21, 2010

Perang Suku (Adat) di Papua berakhir


Akhirnya perang suku di papua yang melibatkan Suku Damal bergabung dengan suku Dani melawan suku Amugme berakhir dengan damai. Perdamaian berlangsung dilapangan yang difasilitasi oleh Polisi dan pimpinan adat mereka masing-masing. Perdamain juga ditandai dengan tembakan pistol sebanyak dua kali oleh kapolres setempat. Dengan demikian, akhir perangkali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena biasanya perang akan berakhir jika korban jatuh telah sama di kedua pihak.

Ada sebuah catatan yang sangat menarik dari sering perang suku di papua yang sangt sering terjadi ini. TERNYATA perang suku di Papua merupakan sebuah ADAT dan BUDAYA yang menurut mereka perlu dilestarikan. Bahkan ada hubungannya dengan keercayaan mereka. Aneh tapi nyata....

Selain itu,
menurut Ensiklopedia, bahwa perangsuku ini juga merupakan sebuah wujud penghormatan mereka kepada nenek moyang. Sehingga jangan heran,pada saat perang berlangsung, malah mereka kelihatan seperti gembira dan bersukacita. wah..wah... perang ko malah senang dan bergembira.

Tapi itulah sosio kemasyarakatan yang terjadi di sana. Hany saja kita sangat berharap, supaya kerangka beropikir mereka berubah. Biar bagaimanapun mengorbankan nyawa sesama adalah sebuah dosa kepada pencipta. Semoga masyarakat Papua tidak lagi menganggap perang suku sebagai bagian darikepercayaan apalagi sebagai penghormatan kepada nenek moyang yang sudah tiada. SEMOGA..


Thursday, January 14, 2010

"Kerikil" di dalam panitia Angket Century


Entah apa maksud TV One berulang2 menayangkan "serial" pertengkaran hebat antara Prof Gayus dengan Ruhut SH dalam rapat panitia angket beberapa tahun lalu. Saya jadi ikut terbawa emosi karena barusan juga TVone kembali menayangkan. Saya emosi bukan sama Tv One lo,, bagi saya tetaplah yang paling one,hehehe..

Ada dua poin yang saya ambil dari kejadian ini.

Pertama,
nampaknya sifat kekanak2an sebagian anggota DPR belum juga berubah dari dulu sekarang dan sampai........... LIhatlah bahasa Ruhut ( Diam kau bangsat dst.....) tak kalah juga Prof Gayus meski lebih halus.. wah..wah..wah... Rakyat pun menonton di seataro nusantara, sebab rapat ini sifatnya terbuka... Kapan oh kapan anggota DPR kami ini dewasa.????

Yang ke dua dan yang paling penting adalah. Nampaknya dari dalam tubuh panitia angket sendiri telah tumbuh sebuag "duri dalam daging". Terlihat sekali sesama anggota pansus memiliki arah yang berbeda terkait penyelidikan angket ini. Bahkan saya mengutip pernyataan pak Gayus, nampaknya ada beberapa orang yang sengaja di plot masuk ke panitia, untuk menggagalkan secara halus tujuan daripada panitia angket.. wah..wah...

Itu dia yang paling saya wanti-wanti. Kalau benar adanya, maka angket sekali ini akan bernasib sama dengan angket2 sebelumnya yang tiada bekas...

Namun, saya pribadi masih tetap berharap untuk angket kali ini. Dasar saya adalah, angket2 sebelumnya tidak perneh di ekspos luas ke masyarakat. Tapi kali ini, terbuk untuk umum, dan masyarakat ikut menilai.

Semangat panitia angket!!!!!!!!!


Wednesday, January 13, 2010

Ko, page rank saya tidak berubah??


Salam sejahtera kawan2 blogger. Saya adalah anak baru dalam dunia blog..Beberapa hari yang lalu saya buat page rangk di blog saya,,nampak kan. Sejujurnya hanya kerena penasaran setelah melihat hampir semua blogger juga menematkanny di blog masing-masing..

Saya mau tanya ni ma kawan2 yang sudi berbagi ilmu dengan saya. Kira2 apa artinya page rangk ini. Lucunya kenapa page ranknya tidak berubah, tetap rank 2. apakah ini maksudnya blog saya peringkat dua terbaik?? hahahhahhaa.. mustahil toh kawan@...

So????? Ku tunggu penjelasan dari sahabat2 blogger ya...

Salam...
Laston Nainggolan

Monday, January 11, 2010

Beginilah Internet Di Tahun 2020


Internet sudah menjadi konsumsi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangannya terus bertambah, baik dari sisi pengguna hingga dengan kecanggihan teknologi yang ditawarkan. Nah, lalu akan seperti apakah internet pada sepuluh tahun mendatang?

Beberapa pengamat,
seperti yang dirangkum oleh PC Advisor mencoba ‘menerawang' seperti apakah internet dalam satu dekade ke depan.

1. Banyak orang akan menggunakan internet
Menurut Internet World Stats, hingga saat ini internet telah mencapai 1,7 milyar pengguna, dengan jumlah penduduk dunia yang telah mencapai 6,7 milyar orang. Dan National Science Foundation memprediksikan bahwa internet akan memiliki hampir lima milyar pengguna pada saat itu.

2. Internet akan meningkat di Negara berkembang
Sebagian besar pertumbuhan web selama 10 tahun akan datang dari negara-negara berkembang. Menurut Internet World Stats, daerah dengan tingkat penetrasi terendah adalah Afrika (6,8 persen), Asia (19,4 persen), dan Timur Tengah (28,3 persen). Sebaliknya, Amerika Utara memiliki tingkat penetrasi 74,2 persen. Pastinya internet di tahun 2020 akan menjangkau lebih banyak lokas terpencil di seluruh dunia.

Internet di tahun 20203. Internet akan menjadi jaringan, bukan sekedar komputer-komputer terhubung
Internet memiliki sekitar 575 juta host komputer yang menurut CIA World Factbook 2009. Tetapi NSF mengharapkan milyaran sensor pada bangunan dan jembatan akan terhubung ke internet untuk menggunakan seperti listrik dan keamanan sebagai pemantauan. Dan diharapkan pada tahun 2020, jumlah net-sensor akan terhubung kali lipatnya lebih besar dari jumlah pengguna.

4. Data internet akan mencapai exabyte, bahkan mungkin zettabytes!
Para peneliti telah menciptakan istilah ‘exaflood' merujuk pada peningkatan cepat jumlah data, terutama gambar dan video kualitas tinggi ditransfer melalui internet. Diperkirakan pada tahun 2010 bahwa perdagangan global akan tumbuh 44 exabytes per bulannya, lebih dari dua kali lipat dimasa sekarang ini.

Penyedia konten seperti Google menciptakan konten ini daripada Tier 1 ISP. Pergeseran ini mendorong minat kembali Architecting Internet menjadi jaringan konten-sentris, bukan jaringan transportasi.


Friday, January 08, 2010

Pak Susno?? Apa sebenarnya yang terjadi...

Siapa yang tidak terkejut ketika tiba-tiba Jenderal Bintang tiga susno duaji muncul menjadi saksi ahli pidana dalam persidangan Antasari di PN Jaksel?? Oh...jangan2 Hakim sendiri pun tiba tiba jantungan... Dalam sisi ini salut sama Juniver Girsang dkk yang 'mampu' menghadirkan sang jenderal.

Tapi pertanyaan besar..BESAR... ADA APA SEBENARNYA????

Berbagai kontoversi langsung muncul ke permukaan. Benarkah Antasari adalah korban Rekayasa?? Dan benarkan POLRI terlibat di dalamanya?? Ah....

Terakhir ketahuan bahwa ada 'Tim Siluman" yang bertujuan mengawal perjalanan sidang Antasari supaya sesuai korodor hukum. Lha tapi ko Tim ini oleh Susno yang merupakan Kabareskrim tak tahu-menahu... Ah....

Pak Sus.. katakan saja sejujurnya. Kebobrokan apa lagi yang ditutup2i POLRI selama ini. Mungkin ini lah momentumnya terbongkarnya semua KEBOBROKAN2 di tubuh penegak HUKUM di Indonesia ini. Mulai dari KPK dalam kasus ccak vs buaya..., Century,,,dan rekayasa Antasari.....

APa boleh buat,,habis kami ini rakyat jelata sudah MULAI PINTAR,,sehingga kalian yang di atas sana sudah saatnya hati-hati....

People power???? No.... btu bisa saja!!!!!

Tuesday, January 05, 2010

I'm 26 Years Old


Tuhan Ho do siparmahan au. Tuhan, ho do nampunasa au. Molo ai molo ho do donganki Tuhan, sonang ma au..sonang ma au Tuhan!!!!!!!!!!!!

Terima kasih Tuhan Yesus, hari ini saya genap ber usia 26 tahun. Nyatakanlah rencanaMu dalam hidupku dan ajari aku memahaminya. Ajar ku menghitung hari-hariku supaya aku beroleh bijkasana.

Terima kasih untuk sahabat2ku yang menyampaikan doa2 dan kado2 indah utamanya kado Firman Tuhan.Semua itu saya amini.

Berbeda dengan tahun lalu, sebelum saya menolis di blog ini, saya sudah goreskan di agenda beberapa poin2 yang akan saya capai di tahun 2009. Saat ini sama sekali tidak ada, bahkan agenda pun saya tidak punya. Tapi saya tetap percaya................