Mission Started. Misi telah dimulai. Kiranya Tuhan Memberkati..

Thursday, January 15, 2009

Sama Dgn RI-1(SBY)

Kali ini SBY yang saya maksud benar-benar bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang adalah RI-1 itu. Ga nyangka klo ternyata saya ini sama dengan sang bapak Presiden. Oupss… Apa ga ngaca nih orang ,he,,he,,,

Beberapa waktu yang lalu ada acara Wawancara Live disalah satu Televisi Swasta dengan Ibu Ani Yudhoyono. Yang saya tahu jarang-jarang lho ibu Negara diwawancarai oleh stasiun TV, apalagi sampai menyangkut daily activities of the President.

Waktu itu si pewawancara nanya begini: Apa makanan kesukaan bapak Presiden?? Sang ibu Negara dengan sedikit lugu dan jujur berkata,Bapak itu paling suka makan tahu dan tempe yang digoreng!!!.

Wah…rupanya Mr RI-1 suka makan tahu. Sama deh dengan Laston yang asal Onantindang Samosir, sukanya makan tahu tempe goring. Ga akan lewat tuh satu minggu tanpa makan pake tahu dan tempe goring menimal sekali dalam seminggu.



Tuesday, January 13, 2009

Misi "Cyber"


Puluhan gereja di seluruh dunia berencana untuk berpartisipasi dalam perjalanan misi spesial yang melibatkan Kristus dan pesan-Nya ke sebuah komunitas besar dimana Injil bukanlah subyek yang populer.

Sejauh ini, hampir 2000 remaja telah menandatangani "Online Missions Trip" untuk memborbardir situs-situs jejaring popular dengan kisah-kisah kebesaran Tuhan.

"Ini adalah kesempatan dua minggu bagi kita semua untuk memborbardir Facebook, Myspace, YouTube, Twitter, apapun tempat sosial kamu ketika online, dengan Injil Yesus Kristus," dijelaskan Tim Schomoyer,
penggafas dari perjalanan misis dan pastor pemuda Gereja Alexandria Covenant Church di Minnesota dalam sebuah video promosi perjalanan misi.

Dari 1 Februari-14 Februarii, pelajar-pelajar dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris Raya, Bermuda dan dimanapun juga akan menggunakan kekuatan internet untuk memperkenalkan Kristus dengan orang-orang tidak hanya di sisi belahan dunia lainnya tetapi juga di sepanjang jalan dan dengan teman-teman di sekolah mereka.

Pelatihan pra-"perjalanan" mengenai bagaimana mendapatkan pesan-pesan mengenai Kristus keluar menggunakan jejaring-jejaring sosial dimulai pada 11 Januari dan akan terus berlangsung hingga 31 Januari.

Sepanjang "perjalanan," para partisipan akan meng-upload video-video dan foto, link postingan, dan menggunakan status update untuk membagikan pekerjaan yang sedang Kristus lakukan dalam hidup mereka. Para partisipan juga akan menulis catatan-catatan, mengirim pesan-pesan, postingan blog, menciptakan undangan ke kelompok pemuda mereka, dan hal-hal lain yang akan mengangkat Tuhan dalam percakapan online.

Percakapan online, bagaimanapun, adalah langkah awal. Tujuan akhirnya adalah ternyata membimbing orang ke dalam percakapan tatap muka. Acara-acara penjangkauan dan follow-up bagi orang lahir baru akan dimulai pada 15 Februari dana akan termasuk empat bagian seri gratis dari Lifechurch.tv, yang berjudul "What's Next?"

"Sesudah itu, Anda mungkin akan mempunyai beberapa acara yang akan Anda gunakan, seperti acara-acara di Facebook untuk mengundang teman-teman Anda untuk datang ke kelompok sel atau kelompok pemuda Anda," ujar Schmoyer.

Ini adalah sebuah cara inovatif menggunakan teknologi masa sekarang untuk menyebarkan Injil Kerajaan Kristus. Setiap orang yang sering menggunakan media internet dan terbeban untuk melayani melalui media ini pun bisa berpartisipasi. Jika Anda tertarik, Anda bisa mengunjungi www.onlinemissionstrip.com/. Sumber-sumber dan materi-materi yang menolong sudah tersedia secara online.


Memaafkan SYB!!


Efesus 4:27:…dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis…

Jangan terkejut.. Jangan pula salah lihat, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini sebagai RI-1 sama sekali tidak punya kesalahan yang membuat beliau harus minta maaf sama seorang “Laston Nainggolan” yang asli produk Samosir, he,,he,, Yang saya maksud SYB adalah “Saudara Yang Bersalah

Tidak dapat dipungkiri, memaafkan orang sebelum menggossipkan kesalhannya adalah hal yang sangat langka dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua elemen masyarakat nampaknya terkena “penyakit menular” ini. Mau pejabat, rohaniawan, apalagi inang-inang sama saja.

Memaafkan orang seolah2 menunjukkan suatu Kekalahan mutlak. kelemahan,kebodohan, ketidakmampuan menghadapi orang. Sedangkan mengoarkan kesalahan SBY
seolah2 menjadi suatu selebrasi kemenangan,Kekuatan dll yang tanpa disadari telah diperalat oleh Iblis untuk menciptakan permusuhan.

Seharusnya,memaafkan bukanlah setelah SBY datang mohon maaf,atau bahkan sampai sujud di kaki kita. Melainkan memafkan sebelum SBY meminta maaf. Ada kekuatan yang luar biasa dari Memaafkan sebelum SBY memohon maaf.

Keputusan Yusuf untuk memaafkan dan tidak membalaskan kejahatan Saudara-saudaranya telah melahirkan sesuatu kekuatan yang luar biasa dan tidak member kesempatan kepada Iblis untuk menuntikkan rancangan jahatnya. Di satu pihak Niat untuk balas dendam langsung sirna daripikiran Yusuf dan di satu pihak Saudara2 Yusuf tidak merasa terintimidasi diliputi rasa bersalah yang terus menerus.

Memafkan SBY memberi Kesembuhan Batin dan Fisik


Monday, January 12, 2009

Hari Gini Gratis!!!


Meminjam kalimat dari pacar saya beberapa bulan lalu sewaktu Sinode GPI di Siantar. Waktu itu kami menginap di salah satu rumah jemaat tak jauh dari lokasi GPI sidang Pangaribuan. Rupanya rumah ini sudah menjadi langganan tetap puluhan Pendeta dari berbagai daerah sebagai tempat menginap saat Sinode.


Pendek cerita, ketika bangun pagi, saya lihat sepatu saya kok
agak mengkilap dikit.. Rupanya baru saja di semir oleh seseorang yang tidak saya kenal, namun sudah pasti pemilik rumah. Dalam hati saya berpikir, ko jemaat ini buaik buanget. Dah nginap gratis, semir sepatu pula..

Segera saja saya pake sepatu dan hendak beranjak pergi. Tiba ada suara: Uang semirnya bang..! Oups...Rupanya bayar. Iya ialah, mana ada yang gratis di dunia ini bang,,kata pacar saya.


Saudara/i, sesungghnya dalam hidup ini tidak ada yang gratis. Segala sesuatu adalah resiko. Menjadi kaya, pejabat, cantik, pintar tidak akan pernah didapatkan dengan gratis. Sedangkan bernafas pun tidak gratis, butuh tenaga.


Keselamatan juga bukanlah sesuatu yang gratis. Meski telah dibayar lunas oleh Yesus, yang menjadikan keselamatan itu menjadi sebuar Gratia, bukan berarti kita bisa sebut sebagai sesuatu yang gratis. Tetapi Keselamatan butuh pengorbanan dengan cara: Tetap mengejakannya dalam segala kondisi. Haleluya.


Filipi 2:12

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir


Buang -, tambah +


Di awal-awal hubungan segalanya memang terlihat indah, romantis, dan penuh cinta. Anda dan pasangan juga masih merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Namun, seiring berjalannya waktu, kemesraan pun memudar. Banyak hal-hal yang membuat Anda kecewa pada pasangan dan menimbulkan potensi masalah.

Menurut pakar pernikahan
dan penulis buku Getting the Love You Want, Harville Hendrix, Ph.D, memudarnya rasa cinta terhadap pasangan terjadi karena kita kerap melakukan dan memikirkan hal-hal negatif, semisal, mengkritik pasangan, marah, dan saling menyalahkan.


Berdasarkan pemindaian otak yang dilakukan Hendrix, sebagai respon terhadap hal-hal negatif yang kita lakukan tadi, di otak akan terbentuk sambungan syaraf baru. "Hal ini tak cuma merusak otak tapi juga hubungan Anda dengan pasangan," katanya. Bila hal ini dibiarkan terus, banyak pasangan yang memilih berpisah dari pasangannya.


Untuk menghindarinya, Hendrix menyarankan agar Anda membiasakan diri berpikir positif. "Makin Anda fokus pada sesuatu, makin banyak yang didapat," katanya. Untuk membantu Anda tetap fokus, Hendrix mendesain latihan yang disebut positive flooding yang berisi tiga langkah.


1. Mulailah dengan menuliskan semua hal yang Anda kagumi dari diri pasangan. Mintalah si dia melakukan hal yang sama, lalu tukarkan daftar tadi untuk dibaca masing-masing.


2. Sekarang, masing-masing membuat daftar hal atau kualitas yang ingin lebih dihargai oleh pasangannya. Misalnya, Anda menulis," saya ingin kamu mengatakan menyukai bentuk badan saya," atau pasangan menulis, "saya ingin kamu menghargai seberapa keras usaha saya bekerja untuk keluarga."


3. Lanjutkan kegiatan ini dengan berbagai daftar yang Anda inginkan, sepositif mungkin. Dengan selalu fokus pada hal yang positif, Anda berdua bisa belajar melakukan tindakan yang berkenan di hati pasangan. Pada tahapan ini, Anda dan pasangan akhirnya akan saling menunjukkan penghargaan, empati, dan ketulusan untuk mengembangkan hubungan yang mesra dan membahagiakan