Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Wednesday, November 19, 2008

Wuh…Sangat Sulit..!


Kata orang hidup itu bagaikan roda yang terus berputar. Hidup dan kehidupan kadang di atas, kadang di bawah, senang dan susah, tertawa dan menangis,semangat dan tak bergairah. Tapi nampaknya fenomena-fenomena tersebut tidaklah sesuatu yang luar biasa. Setiap orang mengalaminya secara kontiniu seiring perjalanan kehidupan untuk melewati ruang,waktu,kondisi, era bahkan jaman yang tidak akan pernah berhenti. Dan fenomena-fenomena tersebut tidak digaransi selalu menyisakan kenangan terlalu spesial. Dah biasa lagi,.... kata banyak orang.


Tapi ada satu hal
-->


-->

yang sangat tidak biasa. Sangat sulit.., dan nampaknya butuh perhatian khusus, serta menyita banyak waktu dan kondisi untuk memulihkannya. Saya tidak tahu apakah itu bersifat general atau hanya pengalaman pribadi saya. Setiap orang punya experience tersendiri toh..!

Yah.. ada yang sangat sulit.. Tidak segampang merubah tangis jadi tawa. Apa itu?
Ketika saya memberi kesempatan kepada iblis”. Meski Firman ini sudah nyaris menjadi rutinitas di ruang dengar saya, akan tetapi mencoba memahami secara lebih dalam “Kekuatan”Nya berbanding terbalik dengan seringnya Firman ini saya dengar. Apalagi mengantisipasi kemungkinan seandainya sampai terjadi pembiaran/pemberian kesempatan kepada iblis. Lalu bagaimana bisa Fenomena ini sangat sentral??

Analogi dan kenyataannya:
Ketika saya tidak memberi kesempatan kepada iblis, maka Allah sendiri akan selalu membendung segala bentuk cobaan iblis yang ditujukan kepada saya, plus Tuhan setiap saat menyuntikkan kekuatan kepada saya melalui RohNya, sehingga saya akan tetap KUAT. Sebaliknya ketika saya beri kesempatan kepada iblis, Tuhan membiarkan saya dicobai habis-habisan oleh iblis, minus tidak ada lagi suntikan kekuatan sebab,Roh Tuhan akan akan undur dari saya. Bagaimanapun iblis sudah leluasa kalau sudah dalam kondisi ini. Iblis akan setia memupuk benih yang telah ditanamkannya dalam diriku. Sehingga dia akan menjadi sesuatu yang menyeramkan bagiku...dan saya pun menjadi LEMAH noh lembut dan TAK BERDAYA

Ketika saya mencoba tidak jujur, maka secara drastis saya akan terbiasa dengan ketidakjujuran. Ketika saya mencoba berbohong, maka saya akan menjadi pembohong ulung. Ketika saya mencoba mencuri, saya akan menjadi pencuri ulung. Ketika saya bermalas-malas, maka saya akan menjadi pemalas. Ketika saya terbiasa menjadi pesimis, maka saya akan menjadi orang yang tidak pernah optimis.

Akhirnya sampailah saya pada suatu kesimpulan:

"Memberi kesempatan kepada iblis dan kemudian mengusirnya, tidak segampang mengubah tangisan menjadi tawa,kesusahan terberat menjadi senang"


Ef. 4:27
dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
-->

-->


2 comments:

  1. Betul amang, jangan sampai iblis berkuasa di dalam hati kita. Salam kenal. Mery Situmorang

    ReplyDelete
  2. syalom dan horas.. sudah lama kubaca blog ini, tapi baru kali ini kuksih komentar, gpp kan pariban?? salam Basana Siringo-ringo.

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)