Hidup itu bisa jadi tak semudah yang kita bayangkan, tetapi sering tidak sesulit yang kita kwatirkan..

Wednesday, October 15, 2008

Arogansi Petinggi GPI


"Pangkat administratif" di Gereja tidak jaminan kualitas HT tersebut. Tapi kalau tradisi di GPI, yang pangkatnya lebih tinggi selalau merasa yang lebih pintar dan sering memutuskan kebijakan sendiri-sendiri di dalam sidang pelayann yang dipimpinnya. Padahal sebenarnya masih ada ide2 cemerlang yang bisa dimunculkan Gr dan St yang lain.

Sangat jarang saya dengar (khususnya di Medan, dan ga tahu kalau di Wilayah lain) ada rapat H Tuhan di sidang miusalnya menyangkut Visi dan Misi Tahunan dari sidang tersebut, Program kerja, sistem pelayann dll. Paling2 ada rapat kalau sudah membahas Pembangunan atau lebih jelasnya Hepeng, itu saja.

Akhirnya apa yang terjadi?? Si Pdt hanya menyampaikan na diro hana i melalui mimbar pada saat khotbah, dan berjalanlah program tanpa ada sebatas pemberitahuanpun kepada para bawahanny. Lalu setelah sekian lama berjalan kalau kira2 HT lain dan jemaat tidak mendukung, kembali lagi mimbar sebagai alas menyampaikan kemarahan,, dan tidak lupa mengucapkan : HT adalah waikl Tuhan, jadi harus tunduk sama Tuhan..! Inilah salah satu bukti ke "arogan"an HT yang ada di GPI kepada para HT bawahannya.

Lain lagi kalau sudah menyangkut "Etika dan kerendahan hati". Sering kita lihat kalau ada beberapa HT bertemu, si Pdt tak akan pernah mau mengulurkan tangan duluan untuk bersalaman dengan HT lainnya yang masih Gr dan St. Mereka selalu meunggu supaya bawahannya yang duluan mengulurkan tangan... lebih parah lagi kalau bertemu dengan Pemuda...Hm...hm... Sangat kontradiktif dengan GPdI. Padahal seharusya semakin tinggi "pangkat pelayanan" semakin rendahlah hatinya. Sebab pelayanan adalah Proyeknya Tuhan yang sangat menekankan hati Sebagai Hamba,sebab Dia sendiri telah memberi contoh..!

Oklah, sudah banyak kita mengkritisi para Pendahulu2 kita yang terhormat itu. Maka sebagai gerenerasi penerus (U-45 versi St A Sin) yang bertanggung jawab memajukan minimal mempertahankan GPI ini, menurut saya "Kerendahan hati" adalah Modal yang sangat berharga bagi kita ke depan.
Seorang pemudi kita pernah berkata kepada saya dan itu sangat membekas dalam hatiku demikian: "Nasombongan jala egoishian ho, memang rata-rata pelayan dohot HT ni GPI on akka na egoisan, sombong, jala merasa naummalo". Mungkin ini benar, tapi masih mungkin untuk tidak benar, caranya mari kita penerus GPI ini belajar merendahkan hati..


2 comments:

  1. Maju Terus Laston, Tuhan pasti membela pejuang kebenaran dan keadilan...

    GBU
    St. ASin
    http://paras129.wordpress.com/

    ReplyDelete
  2. Teri kasih koment ya pak St. MAri kita maju bersama-sama. Save our Church.
    GBU

    ReplyDelete

Silahkan berikan komentar.
(Pilih Profil Anonymos bila Anda tidak memiliki Blog)